Home / Hukrim

Minggu, 26 Desember 2021 - 13:31 WIB

Tabrak dan Buang Jasad Dua Sejoli ke Sungai, Tiga Anggota TNI Menanti Hukuman

Foto yang dipotret warga dalam kasus tabrak lari di Nagreg, Jawa Barat oleh tiga anggota TNI AD / pikiran-rakyat.com

Foto yang dipotret warga dalam kasus tabrak lari di Nagreg, Jawa Barat oleh tiga anggota TNI AD / pikiran-rakyat.com

Kaltimminutes.co– Kecelakaan yang terjadi di kawasan Nagreg Jawa Barat pada Rabu (8/12) yang mengakibatkan tewasnya dua sejoli. Terbaru diketahui kasus tersebut melibatkan 3 anggota TNI Angkatan Darat (TNI AD). Parahnya pelaku justru membuang korban ke aliran sungai.

Handi dan Salsabila, kedua sejoli tersebut, mengalami kecelakaan lalu lintas di dekat SPBU Nagreg. Mobil yang menabrak keduanya berjenis Panther dengan plat B.

Berdasarkan keterangan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian, korban dibawa oleh pengemudi mobil yang menabraknya tersebut.

Kedua orang tua korban lantas mencari Handi dan Salsabila di seluruh Puskesmas dan rumah sakit di sekitar tempat kejadian. Namun sayang, mereka tak mendapati kedua di manapun.

Pencarian kedua korban pun dilakukan dan baru menemui titik terang pada Sabtu (11/12).

Baca Juga :  Perlu Simulasi, Tempat Hiburan Malam Urung Beroperasi

Handi ditemukan di aliran sungai Serayu, Banyumas, Jawa Tengah. Sementara kekasihnya ditemukan di lokasi yang  berbeda namun  masih dengan aliran sungai yang sama yaitu  di kabupaten Cilacap.

Polres Bandung melakukan pencarian terhadap pelaku dan berhasil mendapatkan 3 Anggota TNI AD. Kasus kemudian dilimpahkan ke Pomdam III Siliwangi, sebab ketiganya akan menjalani pengadilan militer.

Terkait kasus tersbut, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan ketiga angota TNI terancam hukuman seumur hidup. Menurutnya, hukuman tersebut sesuai dengan jerat hukum yang berlaku atas perbuatannya.

“Kan ada pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman pidana penjara seumur hidup,” kata Andika, Sabtu (25/12) dilansir dari CCNIndonesia.com

Baca Juga :  Surati Bupati Abdul Gafur Masud, KPK Minta Inspektorat Pemkab PPU Lakukan Audit Sejak Awal untuk Mencegah Risiko Korupsi

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigjen Tatang Subarna mengatakan ketiganya kini telah ditahan di Satuan Polisi Militer Angkatan Darat.

Tidak hanya Pasal 340 KUHP, menurutnya ketiga pelaku terancam pasal berlapis yakni Pasal 340 KUHP jo 338 KUHP jo 328 KUHP jo 333 KUHP jo 181 KUHP jo 55 KUHP dengan ancaman hukuman terberat seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Tak hanya itu ketiga anggota TNI tersbut juga dikenai hukuman yakni pemecatan sebagai anggota TNI aktif

“Dan Pasal 310 UU RI Nomor 22 Tahun 2009, serta hukuman tambahan pidana dipecat dari dinas aktif TNI,” kata Tatang dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/12). (*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Alasan Memiliki Riwayat Penyakit, Ferdinand Hutahean Minta Tak Ditahan

Hukrim

Honorer Salah Satu RS di Samarinda Jadi Tersangka, Diduga Buat Jasa Hasil Rapid Test Palsu

Hukrim

Terkait Kasus Pelecehan Seksual di KPI, Komnas HAM: Rekomendasi Akan Dikeluarkan pada Pertengahan November 2021

Hukrim

Rutan Sempaja Geger, Satu Tahanan Ditemukan Gantung Diri

Hukrim

Kasus Perusakan Surat Panggilan Persidangan, Kadis ESDM Kaltim Dicecar 22 Pertanyaan

Hukrim

Kasus Pengeroyokan Ketum KNPI, Kader Golkar Ditetapkan Jadi Tersangka

Hukrim

Dua Jam Jasad Yusuf Diautopsi, Polisi Amankan Tulang untuk Uji Laboratorium

Hukrim

KPK Tindak Lanjuti Kasus Korupsi Bupati AGM, 5 Orang Saksi Diperiksa Hari Ini