Home / Hukrim

Sabtu, 25 September 2021 - 11:37 WIB

Tambang Ilegal Marak Terjadi di Kota Tepian, Kapolresta Samarinda Tegaskan akan Menindaklanjuti

Ilustrasi Tambang Ilegal

Ilustrasi Tambang Ilegal

Kaltimminutes.co, Samarinda – Aktivitas keruk mengeruk emas hitam di Kota Tepian semakin meresahkan. Seperti diketahui dua lubang menganga yang diduga bekas konsesi batu bara ilegal di Jalan Gerilya Solong, RT 31, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang Dan di belakang Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Jalan HAMM Riffadin, RT 30, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir kini terus menjadi sorotan.

Dengan adanya keluhan masyarakat dan ancaman kerusakan lingkungan yang terjadi, Korps Bhayangkara menegaskan akan menindaklanjuti setiap temuan yang meresahkan warga tersebut, terutama bagi aktivitas yang berlebel ilegal.

“Intinya kami dari kepolisian akan menindak lanjuti temuan yang dinamakan tambang koridor itu,” tegas Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Arif Budiman, Jumat (24/9/2021) sore tadi.

Baca Juga :  Internal Polresta Samarinda Kembali Lakukan Penyegaran Jabatan, Kombes Pol Arif Budiman Ingatkan Langsung Tancap Gas

Lanjut dikatakan polisi nomor satu di Kota Tepian ini, apabila adanya tambang yang bersifat koridoran alias karungan membuat masyarakat resah, maka aparat penegak hukum akan langsung turun tangan.

“Apabila koridor itu membuat resah ,membuat musibah tentu akan, pastinya akan kita tindaklanjuti. Tolong di garis bawahi itu ya. Iya semuanya akan kita tindak. Semuanya,” tegas polisi berpangkat melati tiga ini.

Turut menambahkan, Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Andika Dharma Sena juga menegaskan jika Korps Bhayangkara tidak akan tinggal diam setiap ada keresahan akibat industri ekstraktif ilegal.

“Tentunya akan kita cek dan sudah mendapatkan laporan awalnya,” tambah Andika.

Baca Juga :  Dwi Sasono Ditanggap Polisi Diduga Simpan 16 Gram Ganja, Ini Kronologinya

Disinggung lebih jauh mengenai kendala lambannya proses penindakan hukum, Andika engga berspekulasi lebih jauh.

“Engga ada. Yang pasti akan kita tindaklanjuti,” kuncinya.

Untuk diketahui, keresahan warga di Jalan Gerilya menyeruak pertama kali melalui media sosial. Sementara di belakang UINSI, belasan mahasiswa langsung melakukan unjuk rasa menolak pengerukan emas hitam dekat kampus mereka. Kedua peristiwa itu menyeruak pada Selasa (21/9/2021) kemarin.

Hal ini juga sudah mendapat sorotan pihak terkait dari kedinasan pemerintahan. Namun demikian penindakan serius dari seluruh instansi terkait masih dinanti oleh masyarakat. Sebab hingga saat ini dari sekian banyak galian masih sangat minim para pelaku ilegal minning yang dipersidangkan di meja hijau. (*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Berusaha Mengelabui Petugas, Pelaku Pengedar Sabu di Samarinda Mencoba Berpura-pura Bisu

Hukrim

Polisi Bongkar Prostitusi Online di Kukar, 2 Orang Diamankan

Hukrim

Dalam Persidangan, Dua Terdakwa Akui Perbuatan Memberi Suap di Kasus Korupsi Kutim

Hukrim

Sidang Praperadilan Dua Mahasiswa Ditunda Akibat Polisi Tak Hadir dalam Persidangan

Hukrim

Lanjutan Kasus Korupsi Bupati Kutim, KPK Periksa 20 Orang di Mapolresta Samarinda

Hukrim

Januari hingga Oktober 2020, Polresta Samarinda Gagalkan 16 Kilogram Sabu di Kota Tepian

Hukrim

Sudah 6 Kali Sidang, KIP Tolak Permohonan Pokja 30

Hukrim

Asik Tunggu Pembeli, Pemuda Diduga Pengedar Narkoba Dibekuk Polisi