Home / Hukrim

Jumat, 21 Mei 2021 - 19:47 WIB

Telusuri Jaringan Sabu di Lapas, Kemenkumham Sebut Jika Petugas Terlibat Bisa Dipecat

BNN Kaltim saat menggelar hasil ungkapnya terhadap bungkusan sabu seberat lima kilogram yang dikendalikan dari dalam kurungan besi

BNN Kaltim saat menggelar hasil ungkapnya terhadap bungkusan sabu seberat lima kilogram yang dikendalikan dari dalam kurungan besi

Kaltimminutes.co, Samarinda – Meski berada di balik kurungan besi, namun nyatanya tindak kejahatan narkotika mati begitu saja.

Sebab tak sedikit diketahui para pelaku utama justru mereka yang berstatus warga binaan sebagai pengendalinya.

Bahkan dari hasil ungkapan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kaltim, peredaran narkotika yang dikendalikan AG, narapidana (napi) Lapas Bontang ini juga melibatkan napi di lapas lainnya.

Latar belakang warga binaan Lapas Tarakan, Kaltara yang juga masih berada di balik jeruji besi ini hingga kini masih ditelusuri.

Termasuk kurir pembawa paket sabu seberat lima kilogram yang berhasil melarikan diri setelah mengalami kecelakaan pada 17 April lalu. Dan masih berstatus buron.

Asal mula sabu kualitas wahid ini pun hingga kini masih belum bisa dipastikan.

Apakah berasal dari Tawau, Negeri Jiran atau dari Negeri Tirai Bambu, Tiongkok dan belum diketahui pasti juga ada tidaknya keterlibatan jaringan narkotika tangkapan Polda Kaltim dengan barang bukti 25 kilogram sabu pada 8 Mei lalu.

Baca Juga :  Diduga Hendak Edarkan Sabu, Dua Pemuda di Samarinda Diciduk Polisi

Terlepas tempat asal kristal mematikan itu, tanda tanya sindikat narkotika antar lapas ini menjadi hal yang mendasar.

Sebab, napi sejatinya tak diperkenankan memiliki alat komunikasi. Terlebih masih dapat berkomunikasi dengan jaringan narkotika dan mengendalikan peredaran sabu.

“Saat ditelusuri barang yang di amankan itu, memang melibatkan warga binaan dan kami welcome saja, bahkan kami ikut memback-up, ternyata pelaku ini (AG) memang ada miliki hp untuk berkomunikasi,” kata Jumadi, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv PAS) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kaltimtara, Kamis (20/5/2021) sore tadi.

Upaya menelusuri napi yang ditengarai menjadi dalang peredaran di Lapas Tarakan pun ikut ditelusuri.

Jumadi mengaku hingga kini dirinya yang masih berada di Lapas Tarakan terus mencari tahu keberadaan pelaku. Termasuk meminta pengetatan di setiap Lapas dan Rutan yang ada di bawah Kemenkumham Kaltimtara.

Baca Juga :  Parah!! Demi Beli Sabu, Seorang Pemuda Nekat Curi Sepeda Motor

“Saya juga lagi di Tarakan ini, habis dari Nunukan juga untuk memonitoring dan memberi arahan ke seluruh petugas soal pengawasan.

Saya juga tanya soal napi di Tarakan itu, tapi sampai sekarang belum diketahui, tapi saya tegaskan ke teman-teman untuk ikut serta membantu BNN,” tegasnya.

Disinggung soal penyelundupan alat komunikasi, Jumadi tak menyangkal jika hal tersebut bisa terjadi.

Dirinya menerangkan ada dua kemungkinan cara penyelundupan alat komunikasi dilakukan.

Dapat melalui pembesuk atau bisa diselundupkan oleh oknum petugas lapas atau rutan itu sendiri.

“Makanya yang ditekankan itu soal alat komunikasi, karena dilarang. Ini yang harus diperkuatkan integritas teman-teman (Lapas dan Rutan).

Jika ada petugas yang terlibat bisa disanksi. Sudah banyak yang kena sanksi bahkan bisa dipecat,” tukasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Pemberkasan Tahap 1 Tambang Ilegal Selesai Pekan Ini, Polisi Selidiki Kasus Tambang Lain

Hukrim

Video Emak-emak Bertelanjang Dada Viral di Media Sosial, Ternyata Mereka Tuntut Ini

Hukrim

Lanjutan Sidang Kasus Korupsi Kutim, 3 Orang Saksi Ringankan Ismunandar dan Encek UR Firgasih

Hukrim

Persetubuhan Anak di Bawah Umur, Remaja Pelaku Persetubuhan Tak Ditahan, Hanya Dikenakan Wajib Lapor

Hukrim

Beragendakan Tanggapan Eksepsi JPU, Sidang Kasus Rasuah PT MGRM Kembali Dilanjutkan

Hukrim

Wow!! Udin Balok Temani Bahar Bin Smith yang Baru Bebas dari Lapas Cibinong, Menuju Ponpes Tajul Alawi

Hukrim

Balai Gakkum Ciduk Pelaku Penjualan Burung Enggang di Kaltim, Harga Menggiurkan 1 Burung Dihargai Rp 9 Juta di Luar Negeri

Hukrim

Baru 3 Hari Bebas, Habib Bahar bin Smith Kembali Masuk Penjara, Kenapa?