Home / Hukrim

Minggu, 8 Agustus 2021 - 17:49 WIB

Tertangkap Basah Hendak Membobol Rumah Warga, Beruntungnya Tak Sampai Babak Belur dan Mendekam di Penjara

Tayomi Ramdan sesaat setelah diamankan warga sebab hendak melakukan perbuatan pencurian dengan cara mencongkel jendela/IST

Tayomi Ramdan sesaat setelah diamankan warga sebab hendak melakukan perbuatan pencurian dengan cara mencongkel jendela/IST

Kaltimminutes.co, Samarinda – Sungguh, nasib pemuda ini bisa dibilang sangat beruntung.

Meski tertangkap tangan sedang mencongkel jendela untuk mencuri di salah satu rumah warga.

Namun ia tak sampai diberi babak belur.

Tidak seperti pelaku tangan panjang lainnya ketika tertangkap basah, yang acap kali jadi bulan-bulanan warga.

Bahkan dikarenakan aksinya belum sempat terjadi, pemuda ini hanya ditahan 1×24 jam oleh kepolisian.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, pemuda yang diamankan oleh warga ini bernama Tayomi Ramdan (23).

Tertangkap basah oleh warga ketika hendak mencuri dibilangan Wiraswasta, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, pada Minggu (8/8/2021) dini hari, sekitar pukul 01.50 Wita.

Baca Juga :  Kasus Ibu Muda Siksa Bayinya di Samarinda, PPA Samarinda Periksa Psikologis Pelaku

Kapolsek Samarinda Ulu AKP Zaenal Arifin melalui Kanit Reskrim Iptu Fahrudi mengatakan, pemuda 23 tahun tersebut tertangkap basah saat hendak membobol rumah warga dengan cara mencongkel jendela.

“Saat dia mau masuk, langsung dipergoki warga dan diamankan, jadi belum sempat ambil apa-apa, masih percobaan,” ungkap Iptu Fahrudi saat dikonfirmasi Minggu (8/8/2021) siang.

“Cara dia mau masuk itu dengan mencongkel jendela, jadi belum sempat masuk itu dia langsung ditangkap,” sambungnya.

Warga yang mengamankan Tayomi Ramdan, untungnya tak langsung main hakim sendiri. Seperti peristiwa tertangkapnya maling yang banyak terjadi.

Baca Juga :  Mahasiswi Ini Divonis Seumur Hidup Oleh PN Nunukan Karena Jadi Kurir Sabu

Pemuda ini lantas langsung dibawa ke Polsek Samarinda Ulu, agar dapat di proses lebih lanjut.

“Saat kami periksa tidak ada barang bukti dan TKP lain juga tidak ada, saat dikembangkan,” terangnya.

Sehingga, pemuda ini hanya dapat diamankan selama 1×24 jam. Untuk kemudian akan dibebaskan dengan membuat surat pernyataan dan wajib lapor.

“Iya, kan baru percobaan dan saat dikembangkan tidak ada barang bukti, makanya hanya kami amankan 1×24 saja,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Diduga Curi Ponsel, Dua Remaja di Samarinda Babak Belur Dihakimi Warga

Hukrim

Waspada!! Produk Daging Babi Dikemas Mirip Daging Sapi Terjual Bebas, Ternyata di Kota Ini Juga Dijual

Hukrim

Diduga Lakukan Pelanggaran Disiplin, Kadis Pertanahan Samarinda Diberhentikan Sementara

Hukrim

Sakit Hati Sang Pacar Miliki Kekasih Lain, Ibu Muda di Samarinda Aniaya Bayinya yang Baru Lahir

Hukrim

Kasus Pemalsuan Surat Tanah, Seorang Ayah di Samarinda Laporkan Anak dan Menantunya ke Polisi

Hukrim

Kekasih Anak Kuras Uang Hasil Jual Tanah Rp800 Juta

Hukrim

Mengejutkan, Dua Pimpinan Komisi di DPRD Kaltim dan Samarinda Diserang Isu Tak Sedap, Ini Kasusnya

Hukrim

Kembangkan Kasus Dugaan Korupsi Dana PI Blok Mahakam, Kejati Kaltim Sita 4 Mobil, 8 Laptop, dan 2 Ponsel