Home / Hukrim

Selasa, 10 Agustus 2021 - 19:35 WIB

Utang Tak Mampu Dibayar, Cucu Seorang Kakek di Bogor Jadi Jaminan

Ilustrasi uang pinjaman.(Dok. Kredivo)

Ilustrasi uang pinjaman.(Dok. Kredivo)

Kaltimminutes.co – Berita Nasional yang dikutip Kaltimminutes.co tentang seorang anak usia lima tahun jadi jaminan utang.

Seorang kakek dan nenek di Bogor tidak mampu untuk membayar utangnya kepada seseorang yang bernama Nurhalimah, akibatnya cucu mereka berinisial MR dibawa pergi oleh Nurhalimah sebagai jaminannya.

Peristiwa tersebut terjadi pada 16 Juli 2021.

Saat itu Nurhalimah datang ke kediaman Yanto, kakek korban terkait urusan utang piutang.

“Menanyakan terkait dengan MR, cucunya pak Yanto untuk dibawa bersama ibu Nurhalimah dan sejak saat itu pak Yanto dan ibu Mardiyah ini tidak bisa menemui cucunya kurang lebih sekitar 20 hari dari sejak tanggal 16 Juli sampai dengan 6 Agustus,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro dalam rekaman suara yang diterima, Selasa (10/8).

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Baru Samarinda Diduga Terjangkit di Penyebaran Lokal Bogor

Yanto selaku kakek dari MR lantas melaporkan kejadian itu ke Polresta Bogor Kota.

Laporan itu lantas ditindaklanjuti oleh Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA).

Hasilnya, kata Susatyo, MR berhasil ditemukan dan langsung diserahkan kembali kepada pihak keluarga.

Setelahnya, kepolisian berkoordinasi dengan pihak P2TPA2 untuk memeriksa sekaligus memulihkan kondisi psikologi dari MR.

Susatyo berujar pihaknya juga memeriksa sebanyak lima orang saksi untuk menyelidiki kasus ini, termasuk pemeriksaan terhadap Nurhalimah.

“Dan (Nurhalimah) kami tetapkan sebagai tersangka dengan persangkaan Pasal 88 UU perlindungan anak dan atau Pasal 330 KUHP, yang pada intinya adalah mengambil alih penguasaan atas anak atau belum cukup umur secara melawan hukum,” katanya.

Susatyo menerangkan kasus ini berkaitan utang Yanto dan Mardiyah kepada Nurhalimah senilai Rp15,4 juta.

Baca Juga :  Dinkes Samarinda Rilis Dua Klaster Covid-19 di Kota Tepian, Yakni Perusahaan Tambang dan Pelabuhan Balikpapan

Nurhalimah kemudian mengambil cucu Yanto dan Mardiyah sebagai jaminan.

“Seolah-olah bapak Yanto ini berpindah-pindah rumah sehingga sebagai jaminan yaitu adalah cucunya, pak Yanto dan ibu Mardiyah ini di dalam tekanan untuk pasrah menerima cucunya itu diambil oleh Nurhalimah,” kata Susatyo.

Selama berada di bawah penguasaan Nurhalimah, kata Susatyo, Yanto dan Mardiyah pun tak bisa bertemu dan berkomunikasi dengan cucunya.

Sehingga, peristiwa itupun dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Kami fokus terhadap penanganan untuk pengambilalihan anak atau belum cukup umur secara melawan hukum,” pungkas Susatyo. (*)

Artikel ini telah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Cucu Jadi Jaminan Utang Kakek, Pemberi Utang Jadi Tersangka”  https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210810074921-12-678523/cucu-jadi-jaminan-utang-kakek-pemberi-utang-jadi-tersangka.

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Gegara Masalah Ini, Perumahan Alaya Gugat Perumdam Tirta Kencan di Pengadilan Negeri Samarinda

Hukrim

Kasus Korupsi PT AKU, Dua Mantan Petinggi Perusda Dituntut Penjara 15 Tahun

Hukrim

Polisi Amankan Tiga Pengedar di Samarinda, Masih Satu Jaring dan Terus Didalami

Hukrim

Sudah 7 Kasus Penjualan Satwa Dilindungi Diungkap BPPHLHK selama 2020

Hukrim

Tanggapi Postingan Viral Perlakuan Kasar Oknum Sopir Angkot, Polisi Beri Imbauan Begini

Hukrim

Lagi-lagi Mengeluh Sakit, Kasus Rasuah Iwan Ratman Kembali Ditunda PN Samarinda

Hukrim

Sempat Jadi Kuasa Hukum Dosen AL, Agus Wijayanto Mengundurkan Diri

Hukrim

Pengedar Narkotika di Samarinda Ditangkap, Polisi Amankan Ganja dengan Berat 188,26 Gram Brutto