Home / Ragam

Senin, 22 November 2021 - 16:33 WIB

Ikuti Pelatihan Penanggulangan Bencana, 160 Personil Satpol PP Samarinda Dikirim ke Beberapa Daerah di Kaltim

Satpo-PP Samarinda / Twitter  @PolPPSamarinda

Satpo-PP Samarinda / Twitter @PolPPSamarinda

Kaltimminutes.co , Samarinda – Sebanyak 160 personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda mendapat pelatihan penanggulangan bencana, dapur umum, dan marching band.

Pelatihan ini dibagi menjadi 3 kloter. Peserta pelatihan dikirim ke beberapa kabupaten/kota di Kaltim. Masing-masing kloter terdiri dari 45 orang ke Kutai Timur (Kutim), 55 orang ke Bontang dan 60 ke Penajam Paser Utara (PPU).

Masing-masing regu didampingi pejabat struktural beserta jajaran. Kegiatan berlangsung selama 3 hari, dimulai sejak Senin (22/11/2021) pagi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Samarinda Muhammad Darham menekankan, pelatihan dan studi tiru ini untuk memahami tentang metode penyelamatan korban bencana terutama saat diinstruksikan untuk mendirikan tenda pengungsi maupun dapur umum, baik saat terjadinya banjir maupun musibah lainnya.

Baca Juga :  Penertiban PKL Berjalan Tertib, Anggota DPRD Samarinda Acung Jempol Pemerintah Kota

“Sebagai contoh, saat terjadinya bencana banjir di Kota Samarinda Tim Reaksi Cepat (TRC) Satpol PP langsung turun dan memantau titik mana saja yang tergenang serta mana saja terindikasi genangan itu lambat turun,” ungkap Darham.

Lanjut Darham, dari laporan tersebut sesegera mungkin tim melaporkan kepada pimpinan, yang nantinya pimpinan akan berkoordinasi dengan Dinas Terkait serta TNI-Polri. Bila intruksi untuk mendirikan tenda pengungsian serta dapur umum, pihaknya sudah membagi tugas dengan OPD terkait dimana saja titik yang akan dibangun.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid-2019, Farmasi Unmul Produksi Hand Sanitizer

“Juga titik mana yang akan diberikan tanggung jawab ke Satpol PP,” imbuhnya.

Menambahkan, Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (SDA) Satpol PP Kota Samarinda Rustam menyampaikan, pendidikan yang diberikan simulasi diantaranya tenda darurat, dapur umum serta pendalaman marching band mulai dari anggotanya, pelatihnya serta penganggarannya.

“Setiap anggota perwakilan di setiap kabupaten/kota yang dikunjungi bahwa studi tiru ini akan membuat setiap anggota makin lebih siap ketika diperlukan kapan saja saat terjadi bencana maupun sebelum terjadinya dan menguatkan mental setiap anggota,” ujarnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Gelar Aksi Bakti Sosial, Komunitas Samarinda Muda Dipimpin Afif Harun Sambangi Yayasan JAMS

Ragam

Serahkan Bantuan Probebaya di Sambutan, Wali Kota Andi Harun: Semoga Membantu Mengurangi Persoalan Masyarakat

Ragam

Ikuti Assessment di BKN, 6 Peserta Seleksi Sekprov Kaltim Diuji dengan Berbagai Materi

Ragam

Penuhi Kebutuhan Pangan IKN, Pemprov Kaltim Kembangkan Food Estate Berbasis Korporasi Petani

Ragam

Sosialisasikan Tahapan Pemilu 2024, KPU Kaltim Bakal Gandeng Media Massa

Ragam

Perempuan 20 Tahun Meninggal Dunia di Kukar, Status PDP dan Hasil Rapid Test Reaktif Covid-19

Ragam

Dewas KPK Belum Bisa Pastikan Lili Pintauli Siregar Hadiri Sidang Etik Pada 11 Juli 2022

Ragam

Tangkal Covid-2019, Wartawan Diminta Beri Jarak 3 Meter Saat Wawancara Narsum di Kantor Gubernur