Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Kaltim

Jelang Diselenggaranya Pemilu 2024, KPU Balikpapan Gelar Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Suara

16
×

Jelang Diselenggaranya Pemilu 2024, KPU Balikpapan Gelar Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Suara

Sebarkan artikel ini
Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Serta Penggunaan Sirekap KPU Balikpapan

Kaltimminute.co, Balikpapan — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan, menggelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Serta Penggunaan Sirekap. Dalam Pemilihan Umum Tahun 2024, di Gedung Parkir Klandasan, Rabu (31/1/24).

Simulasi kali ini adalah lanjutan dari simulasi kedua yang melibatkan seluruh PPS, dan PPK se kota Balikpapan, dan pemilihan di TPS Balikpapan Kota, Bawaslu, dan stakeholder terkait.

Example 300x600

“Simulasi hari ini untuk memantapkan seluruh penyelenggaran kita PPK dan PPS dalam pelaksanaan 14 Februari, ada beberapa kekurangan evaluasi di silusmasi yang pertama, kita sempurnakan hari ini,” kata Ketua KPU Kota Balikpapan, Noor Thoha, kepada awak media.

Pada simulasi kali ini dilakukan, seperti pemilihannya ril, dan tidak ada rekayasa. Partai politik dapat menyaksikan saat pemilih masuk dan keluar.

“Nanti teman-teman parpol kita minta saat pengisian plano itu betul-betul angka sudah tepat lalu ditanda tangani, tidak ada yang protes untuk hitung ulang surat suara,” katanya.

Surat suara akan digeser ke gudang, yang masuk ruang pleno hanya plano atau C hasil yang bentuk nya besar, salinan itu dibagi ke sejumlah saksi sebanyak 40 orang.

“Hari ini ditekanan agar teman-teman paham betul mekanisme pemungutan di PPK, memang pemungutan perhitungan itu melelahkan, mengacu pada UU no 7 mekanisme nya sama tahun 2019, salinan C hasil kita siapkan anggaran untuk tiap TPS untuk sewa printer yang ada foto kopinya,” katanya.

Dijelaskan bawah pada kendala di simulasi pertama masih ada petugas KPPS lengah surat suara yang masuk harusnya di DPRD Kota, masuk ke presiden, nanti kalau dihitung tidak cocok.

“Harapannya KPPS ini nanti teliti, karena surat suara dihitung harus sama dengan pengguna hak pilih, yang sah dan tidak sah juga dihitung,” ujarnya.

(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *