Home / Hukrim

Senin, 18 September 2023 - 19:38 WIB

Kasus Pembuangan Bayi di Pos Ronda Gegerkan Warga Balikpapan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Bayi malang yang ditemukan dibuang di sebuah pos ronda oleh warga Kelurahan Muara Rapat, Kecamatan Balikpapan Utara

Bayi malang yang ditemukan dibuang di sebuah pos ronda oleh warga Kelurahan Muara Rapat, Kecamatan Balikpapan Utara

Kaltimminutes.co, Balikpapan – Kasus pembungan bayi yang membuat geger warga Jalan Klamono 3, Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Sabtu (16/9/2023) kemarin masih terus diselidiki pihak kepolisian.

“Kami masih melakukan penyelidikan terkait temuan bayi perempuan ini,” ucap Kapolsek Balikpapan Utara, AKP Bitab Riyani, Senin (18/9/2023).

Diketahui, bayi berjenis kelamin perempuan itu dibuang di sebuah pos ronda mengenakan bungkusan hadiah dengan selimut merah yang menarik perhatian.

Bayi malang itu awalnya ditemukan seorang warga yang tengah menjemur pakaian di halaman rumah dan mendengar tangisan bayi yang awalnya dikira suara ayam. Namun saat diperiksa, rupanya suara itu muncul dari seorang bayi.

Baca Juga :  Jelang Turnamen Pramusim 2022, Persiapan Stadion Segiri Samarinda Capai 95 Persen

Warga yang sigap mendapati bayi malang itu segera menyelamatkannya. Saat ini bayi tersebut telah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beriman Gunung Malang setelah sempat dirawat di puskesmas sekitar.

Dari perawatan medis, pihak kepolisian menduga kalau bayi malang itu lahir secara prematur dengan berat badan 1,6 kilogram.

Baca Juga :  Aniaya Jurnalis Tempo, Dua Polisi Divonis 10 Bulan Penjara 

“Tali pusar bayi itu diduga diputus secara paksa menggunakan tangan,” tambahnya.

Dari hasil penyelidikan awal, Bitab bersama timnya pun telah memeriksa sejumlah saksi dilokasi ditemukannya bayi malang tersebut.

Dilokasi tersebut, kepolisian juga turut mengamankan sejumlah barang bukti seperti tas kain merah tempat yang digunakan pelaku meninggalkan bayi tersebut kemudian baju peremluan bewarna coklat yang digunakan membungkus bayi serta satu selimut bayi bewarna pink.

“Masih terus kami selidiki. Termasuk mencari keberadaan pelaku yang tega membuang bayi tersebut,” tandasnya.

(*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Bekuk Dua Pelaku Ilegal Logging, Polres Kutim Amankan Kayu Ulin Sebanyak Tiga Kubik

Hukrim

Soal Kasus Asusila Santri di Bandung, Menag Akan Lakukan Investigasi Menyeluruh di Lembaga Pendidikan

Hukrim

Dua Terdakwa Penambang Ilegal di Samarinda Dituntut 2 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Hukrim

Terungkap Motif Pembunuhan di TPU Kober, Dilatarbelakangi Rasa Cemburu

Hukrim

Putri Candrawathi Akan Diperiksa sebagai Tersangka Jumat Besok, Kuasa Hukum Sebut Bakal Kooperatif

Hukrim

Kasus Binomo, Indra Kenz Divonis Pidana 10 Tahun Tenjara

Hukrim

Dua Pria Pengedar Narkoba di Samarinda dan Kukar Diamankan Polisi, Begini Kronologisnya

Hukrim

Lagi-lagi Mengeluh Sakit, Kasus Rasuah Iwan Ratman Kembali Ditunda PN Samarinda