Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Hukrim

Keberadaan Harun Masiku Masih Menjadi Tanda Tanya, Dewas KPK Terus Pantau Upaya Pencarian

30
×

Keberadaan Harun Masiku Masih Menjadi Tanda Tanya, Dewas KPK Terus Pantau Upaya Pencarian

Sebarkan artikel ini
Buron KPK, Harun Masiku

Kaltimminutes.co — Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memantau proses pencarian buron KPK, Harun Masiku.

Keberadaan Harun Masiku bagai ditelan bumi. Bagaimana tidak, hingga saat ini keberadaannya masih menjadi tanda tanya.

Example 300x600

Diketahui Harun Masiku ditetapkan menjadi tersangka korupsi karena diduga menyuap bekas anggota KPU Wahyu Setiawan agar bisa ditetapkan sebagai anggota DPR dari Fraksi PDI-P dengan Daerah Pemilihan I Sumatera Selatan periode 2019-2024, menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Namun demikian, Harun Masiku diduga melarikan diri ke luar negeri sehingga namanya masuk dalam daftar pencarian KPK.

Ketua Dewas KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean menegaskan pihaknya terus menanyakan perkembangan terkini terkait pencarian Harun Masiku di setiap rapat antara Dewas dan pimpinan KPK.

Menurut dia hal itu akan menjadi pengingat kepada pimpinan KPK bahwa masih memiliki PR yang belum selesai.

“Mengenai Harun Masiku, Dewan Pengawas di dalam rapat koordinasi pengawasan beberapa kali telah menanyakan kepada pimpinan tentang update kemajuan-kemajuan penangkapan terhadap Harun Masiku,” jelasnya.

“Jadi kami juga mendorong tiap rapat koordinasi pengawasan kami selalu tanyakan,” ucap Tumpak.

Ia menyebut pihaknya terus mendapatkan informasi terkait perkembangan pencarian Harun Masiku.

Bahkan, lanjut Tumpak dari keterangan yang Dewas terima, tim penyidik KPK bahkan telah memperluas pencarian eks kader PDI-P tersebut ke Filipina.

Namun, kata dia, hingga saat ini pencarian di Fiilipina pun tak membuahkan hasil.

Sebelumnya  Ketua sementara KPK Nawawi Pomolango menegaskan penanganan kasus dugaan suap yang melibatkan Harun Masiku akan tetap menjadi prioritas lembaga anti korupsi yang kini dipimpinnya.

“Semua perkara-perkara yang masih dan berstatus seperti itu (mendapat pembaharuan surat tugas) menjadi prioritas daripada KPK,” kata Nawawi di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/11/2023).

(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *