Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Hukrim

Motif Menantu di Samarinda Nekat Sewa Teman untuk Habisi Nyawa Mertua, Pelaku Dendam Dituduh Sebagai Pecandu Narkoba

36
×

Motif Menantu di Samarinda Nekat Sewa Teman untuk Habisi Nyawa Mertua, Pelaku Dendam Dituduh Sebagai Pecandu Narkoba

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi penganiayaan pada seorang mertua di Samarinda (HO)

Kaltimminutes.co, Samarinda – Gegara dendam, seorang pria bernama S (39) di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) nekat menyewa temannya bernama IS (32) untuk menghabisi nyawa mertuanya. Namun beruntung nyawa korban masih berhasil terselamatkan. Meski dirinya harus menjalani perawatan serius di RSUD AW Syahranie.

Diinformasikan Kapolsek Samarinda Kota, Kompol Tri Satria Firdaus, kalau aksi keji sang menantu alias pelaku itu terjadi di kediaman korban di Jalan Jelawat Gang 10, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir pada Senin (27/5/2024) lalu.

Example 300x600

Sebelum aksi kedua pria itu, S yang bertindak sebagai otak pelaku lebih dulu menghubungi rekannya IS. Saat itu S bercerita kalau dirinya dendam karena telah dituduh mertuanya sebagai pecandu narkoba dan kerap mengambil uang korban.

“Pelaku (S) kemudian kemudian bertemu pelaku (IS) membahas tentang perencanaan untuk menghilangkan nyawa korban dan menjanjikan imbalan sebesar Rp 15 juta,” ucapnya, Selasa (18/6/2024).

Setelah sepakat dengan tawaran tersebut, S kemudian membonceng IS dan mengantarkannya ke kediaman korban. Singkat cerita, pelaku eksekutor lantas duduk bersama dengan korban di dalam ruang tamu kediamannya.

Tak lama berselang, keduanya terlibat cekcok dan saat korban lengah, pelaku dengan cepat mengambil besi pipa dan langsung dihantamkannya hingga membuat si mertua tak sadarkan diri dengan bersimbah darah. Setelah korban tak berdaya, IS lantas mengambil uang Rp 300 ribu di dompet korban.

IS pun kemudian kabur, dan kejadian itu membuat geger warga sekitar. Pelarian IS kala itu terungkap saat dirinya terjerat kasus lain, yakni penggelapan pada Jumat (14/6/2024). Saat diinterogasi petugas, perlahan IS mulai mengaku kalau dirinya juga terlibat kasus penganiayaan yang terjadi pada akhir Mei 2024 kemarin.

“Setelah diinterogasi, IS mengakui semua perbuatannya dan mengatakan bahwa dia bertindak atas perintah menantu korban,” jelas Kompol Tri Satria.

Akibat perbuatannya IS langsung dibekuk petugas, begitu juga dengan S selaku menantu korban dan otak utama kasus penganiayaan yang nyaris menghilangkan nyawa korban.

Kedua pelaku kini dipastikan mendekam dibalik kurungan besi. Sementara korban dipastikan masih menjalani perawatan intensif.

“Korban kini telah dirawat di Rumah Sakit A.W Syahranie. Sementara itu, kedua tersangka bersama barang bukti telah kami amankan di Polsek Samarinda Kota,” tutup Kapolsek.

(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *