Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Ragam

Pantau Progres Pembangunan Terowongan, Sekda Samarinda bersama Dinas PUPR Lakukan Tinjauan Lapangan

19
×

Pantau Progres Pembangunan Terowongan, Sekda Samarinda bersama Dinas PUPR Lakukan Tinjauan Lapangan

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Hero Mardanus bersama Kepala Dinas PUPR Kota Samarinda, Desy Damayanti melakukan peninjauan progres pembangunan terowongan (IST)

Kaltimminutes.co, Samarinda – Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Hero Mardanus Satyawan melakukan peninjauan progres pembangunan terowongan di Jalan Sultan Alimudin pada Rabu (22/5/2024).

Dalam kunjungan tersebut, Hero didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Desy Damayanti.

Example 300x600

Hero Mardanus Satyawan menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memantau sejauh mana progres pembangunan terowongan tersebut serta mengidentifikasi potensi kendala yang mungkin terjadi ke depannya.

“Ya, sebetulnya kunjungan hari ini adalah untuk memonitor pekerjaan sejauh mana yang sudah dicapai progres dari terowongan dan kita juga melihat apa saja yang menjadi kendala yang kita prediksi nantinya akan terjadi terhadap pekerjaan terowongan ini,” ujar Hero.

Saat ini, panjang terowongan telah mencapai 137 meter dari sisi Alimudin dan direncanakan akan bertambah 9 meter lagi. Hero berharap pekerjaan ini dapat selesai sesuai target pada bulan November mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Samarinda, Desy Damayanti, menjelaskan bahwa peninjauan rutin oleh Sekda ini dilakukan untuk memastikan kemajuan pekerjaan terowongan.

“Secara rutin Pak Sekda mau melihat kemajuan pekerjaan di terowongan ini. Posisi galian saat ini sudah mencapai 137 meter dari sisi Hasanuddin dan 10 meter dari sisi Kakap. Jadi, ini hanya tinjauan,” jelas Desy.

Desy juga menyebutkan bahwa panjang total terowongan akan mencapai 200 meter di kedua sisi, yakni sisi Alimudin dan sisi Kakap. Estimasi penyelesaian seluruh terowongan ini diperkirakan pada bulan Oktober.

“Kalau dari sisi Kakap, panjangnya akan mencapai 200 meter, begitu juga dari sisi Alimudin. Estimasi selesainya kalau menurut kontraktor tembusnya itu di Oktober. Kalau rampung semua di Oktober untuk tembusnya utama ini,” tuturnya.

Desy menegaskan bahwa analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) untuk proyek ini telah selesai dan tidak ada kendala berarti dari segi dampak lingkungan dan sosial, terutama di sisi Kakap dan Alimudin.

“Untuk Amdalnya sudah selesai, posisi di DLH itu proses sudah selesai. Untuk dampak lingkungan dan dampak sosialnya kalau di sisi Kakap sudah selesai, kalau di sisi Alimudin juga sudah selesai,” terang Desy.

Terkait dengan akses dan arus lalu lintas di sekitar proyek, ia menjelaskan bahwa saat ini belum ada keputusan final apakah jalan di depan Rumah Sakit akan dijadikan satu arah atau dua arah setelah terowongan selesai dibangun.

“Terkait dengan beberapa arus yang bisa melewati terowongan, dari perencanaan awal itu cuma bisa satu jalur. Untuk lalu lintas di depan rumah sakit nanti kita bahas setelah proses pembangunan ini selesai. Apakah nanti di depan rumah sakit satu arah atau dua arah, itu prosesnya b apakah pekerjaannya terowongan ini dulu,” ujarnya.

Desy juga menyampaikan bahwa proyek terowongan ini sempat mengalami hambatan akibat keterlambatan pembebasan lahan di sisi Kakap. Namun, pihaknya optimistis proyek ini dapat selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Kalau menurut pelaksana, schedule terhambat karena sisi Kakap kan terlambat pembebasan lahannya,” pungkasnya.

(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *