Home / Pariwara

Jumat, 12 Februari 2021 - 14:28 WIB

Kaltim Steril Akan Berlanjut Pekan Ini, Dewan Sebut Terburu-buru, Perlu Evaluasi Komprehensif

Ely Hartati Rasyid, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim/Ho

Ely Hartati Rasyid, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim/Ho

KALTIMMINUTES.CO, SAMARINDA – Kabar akan dilanjutkannya kebijakan Kaltim Steril pada akhir pekan ini dinilai Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Ely Hartati Rasyid terkesan keputusan sepihak pemerintah, terburu-buru, serta minim sosialisasi kepada masyarakat, khususnya para pelaku usaha.

“Komisi IV DPRD Kaltim tidak ada dimintai pendapat, kemudian masyarakat terdampak juga tidak diajak diskusi. Jadi sepertinya keputusan itu adalah keputusan pemerintah sendiri. Kedua, itu buru-buru banget pelaksanaanya. Kami juga ingin mengetahui secara detail terkait teknis pelaksanaan, ujarnya saat dihubungi awak media, Jumat (12/2/2021)

Evaluasi secara komprehensif perlu dilakukan. Seluruh sektor terdampak perlu dikaji seberapa besar persentase efektifitas penerapan Kaltim steril selama dua hari di akhir pekan yang lalu.

“Efektif atau tidak. Di Tenggarong efektif, tapi itu karena jalan-jalan ditutup. Dampak sosial ekonominya ya tinggal bangkrutnya aja. Jadi logikanya Covidnya turun, mati kelaparannya tambah,” imbuhnya.

Baca Juga :  Komisi IV DPRD Kaltim Beri Dukungan ke Gubernur, Angkat Honorer Tanpa Tes

Mata pencaharian masyarakat khusus di bidang jasa dan kuliner, sebut politisi PDIP itu hampir lumpuh. Keadaan ini bertolak belakang dengan upaya pemerintah pusat untuk memulihkan kembali roda perekonomian masyarakat.

“Seperti restoran, cafe, UMKM, hotel, wedding organizer,dan catering itukan hampir mati. Benar-benar down mentalnya. Baru mau bangkit karena ada kebijakan new normal. Padahal pemerintah pusat sudah mengeluarkan CHSE, sertifikat untuk pelaksanaan new normal. Seakan-akan aturan di atas dan di bawah ini berantakan,” ujarnya.

Dari kunjungan lapangan yang dilakukan wakil rakyat Dapil Kutai Kartanegara ini, diketahui bahwa selama era New Normal, sektor pariwisata di daerah mengalami peningkatan jumlah pengunjung.

“Padahal selama pandemi ini wisata lokal itu hidup. Orang-orang tidak lagi bepergian ke luar daerah. Memanfaat potensi wisata di daerah masing-masing. Semua daerah berkembang wisata domestiknya,” bebernya.

Baca Juga :  Salurkan PKH, Andi Harun Komitmen Apresiasi Kerja-kerja Relawan

Menegaskan Kembali, kata Ely, Kaltim steril dengan pembatasan aktifitas secara massif sama dengan wilayah, yang dimana dalam peraturan perundang-undangan negara wajib bertanggungjawab atas hak dan kewajiban masyarakat.

“Kaltim steril ini sudah bicara karantina wilayah. Berarti negara melalui aturan harus bertanggungjawab. Kita evaluasi dampaknya. Konsekuensi kita melarang orang keluar rumah kemudian hak dan kewajibannya seperti apa,” tegasnya.

“Kita sangat menghormati upaya pemerintah dalam menekan angka penularan Covid-19. Tapi dibuat juga aturan supaya ekonomi bisa bernafas. Buatlah jurus-jurus jitu, kita duduk bareng sampai di mana win win solution-nya buat masyarakat. Kalau mau jangan Sabtu dan Minggu, Senin dan Selasa bisa,” pungkasnya. (advertorial)

Share :

Berita Terkait

Pariwara

Sasar Keluarga Kurang Mampu, Romadhony Pratama Sosialisasikan Perda LBH di Samarinda

Pariwara

Andi Harun Resmikan Pangan Murah, Sinergi Antara Pembangunan dan Ketahanan Pangan

Pariwara

Usai Dapat Suntikan Vaksin, Nidya Listiyono Ajak Warga Tak Takut Divaksin Covid-19

Pariwara

Jalan yang Koneksikan Kubar-Mahulu Alami Kerusakan, Dewan Sorot Hal Ini

Pariwara

Perbaikan dan Perawatan Jalan Samarinda Menuju Santan Butuh Tiga Tahun Anggaran, Ini Rancangannya
Sutomo Jabir, anggota DPRD Kaltim/ IST

Pariwara

Kaltim Jadi Lokasi IKN, Sutomo Jabir Minta Ada Peran Insinyur Lokal di Pembangunan

Pariwara

Pemkot Samarinda Bahas RKPD 2022, Andi Harun Ingatkan OPD, Lurah, dan Camat Berlari Kencang
Anggota DPRD Kaltim, Sutomo Jabir/infobenua.id

Pariwara

Banjir di Beberapa Daerah di Kaltim, Sutomo Jabir Ungkap Beberapa Faktor