Home / Hukrim

Rabu, 6 September 2023 - 20:51 WIB

Pegawai Kemenkumham Dikeroyok OTK, Kini Masih Diselidiki Polisi

Ilustrasi  pengeroyokan / Foto: HO

Ilustrasi pengeroyokan / Foto: HO

Kaltimminutes.co – Kasus pengeroyokan dialami Seorang pegawai Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) bernama Kevin.

Kevin dikeroyok orang tak dikenal di Kantor Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kalimantan Timur (Kaltim).

Peristiwa tragis ini berlangsung di Kantor DPW Perindo Kaltim yang terletak di Jalan Juanda, Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda pada Selasa sore (5/9/2023). Kevin, yang hadir untuk menemui dua rekannya yang merupakan kader Perindo Kaltim, mengalami pemukulan brutal hingga mengakibatkan dirinya terkapar.

“Korban dikeroyok oleh sekitar empat orang. Orang lain hanya datang dan melihat saja. Dia dipukul sampai tersungkur parah, baru kemudian mereka pergi menggunakan sepeda motor dan mobil,” ungkap Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perindo Kalimantan Timur, Hamdani, Rabu (6/9/2023).

Menurut Hamdani, peristiwa ini terjadi setelah Kevin makan siang bersama dua temannya yang merupakan anggota Perindo Kaltim. Namun, motif dari penyerangan tersebut masih menjadi misteri.

Baca Juga :  Penipuan Bermodus Sumbangan untuk Pondok Pesantren, Dua Pria di Paser  Gunakan Uangnya Buat Beli Sabu

“Sebenarnya kami tidak tahu apa yang menjadi penyebabnya. Karena korban itu kebetulan habis makan siang bersama dua temannya yang merupakan anggota Perindo,” jelasnya.

Setelah makan siang, sejumlah orang tak dikenal tiba-tiba masuk ke kantor tersebut dan melakukan pemukulan. Meskipun ada upaya penjaga keamanan untuk meredakan situasi, pemukulan terhadap Kevin terus berlanjut hingga ke luar gedung kantor.

“Setelah makan siang, dia duduk-duduk di kantor itu. Karena dua temannya mengikuti rapat bersama saya, Kevin bersembunyi di belakang kami yang sedang rapat di lantai 3. Dia dipukul di dalam gedung tersebut, lalu berlari ke lantai 2, namun pemukulan masih berlanjut hingga dia keluar gedung,” ungkap Hamdani.

Sementara itu, Kapolresta Samarinda, Kombes Ary Fadli, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait serangan terhadap pegawai Kemenkumham tersebut. Saat ini, Kevin masih dirawat di rumah sakit dan belum dapat dimintai keterangan.

Baca Juga :  Kembali Terjadi, Kapal Tongkang Tabrak Pilar Jembatan Mahakam 

“Korban masih berada di rumah sakit dan belum dapat memberikan keterangan. Kami telah melakukan upaya-upaya untuk mengumpulkan barang bukti dan mencari pelakunya,” kata Ary.

Ary juga menyebut bahwa polisi telah memeriksa saksi-saksi, terutama pegawai Perindo yang berada di lokasi saat pengeroyokan terjadi.

“Kami telah mengambil keterangan dari saksi-saksi yang ada di tempat kejadian perkara. Namun, jumlah pelaku belum dapat dipastikan karena informasi masih simpang siur. Ada yang menyebutkan 20 pelaku, ada yang mengatakan 15. Kami masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan untuk menentukan jumlah pelaku yang sebenarnya,” tambahnya.

Meski begitu, polisi telah berhasil mengidentifikasi sebagian pelaku pengeroyokan dan tengah melakukan pengejaran terhadap mereka.

“Anggota kami sedang mencari identitas para pelaku dan beberapa di antaranya sudah berhasil diidentifikasi, meskipun masih dalam pengejaran,” tandas Ary.

(*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Kelengkapan Berkas Perkara Kasus Korupsi Bupati AGM  Telah Terpenuhi, Siap Dipersidangkan di PN Tipikor Samarinda

Hukrim

11 Tahanan Polres Balikpapan Melarikan Diri, Tiga Diantaranya Telah Ditangkap

Hukrim

Pemuda Lakukan Aksi Cabul ke Tetangga Kost, Mengaku Akibat Birahi Liat Foto Seksi

Hukrim

Ditangkap Polisi Kasus Dugaan Penistaan Agama, Ini Profil Yahya Waloni

Hukrim

Pria di Bulungan Rudapaksa dan Bunuh Lansia, Pelaku Dibekuk Usai Tiga Hari Melarikan Diri

Hukrim

Terlibat Kasus Korupsi Proyek Septic Tank, 4 Orang Tersangka Diamakan Kejari Nunukan

Hukrim

Lelaki di Samarinda Diciduk Polisi Lantaran Menyamar Jadi Polisi, Diduga Lakukan Pemerasan

Hukrim

Dalami Kasus Persetujuan Pengurusan Dana Insentif Daerah, KPK Periksa Eks Bupati Tabanan