Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Ragam

Pemkot Samarinda Lakukan Pertemuan dengan KKJT, Bahas Persetujuan Pembangunan Terowongan

10
×

Pemkot Samarinda Lakukan Pertemuan dengan KKJT, Bahas Persetujuan Pembangunan Terowongan

Sebarkan artikel ini
Pemkot Samarinda saat melakukan rapat bersama Tim KKJT

Kaltimminutes.co, Samarinda — Program Pembangunan Terowongan yang akan direalisasikan pada Tahun 2024 untuk mengurangi kemacetan yang terjadi di Jalan Sungai Dama

Saat ini proyek tersebut prosesnya sedang membahas permohonan rekomendasi persetujuan desain terowongan.

Example 300x600

Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Hero Mardanus Satyawan mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan rapat bersama tim Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJT) dari kementerian PUPR  dalam rangka persetujuan tanel.

“Sebetulnya kami sambil berjalan kita tetap memproses biasanya persetujuan itu tidak langsung diberi perlu proses beberapa kali ketemuan,”kata Hero pada Rabu (1/11/2023)malam.

Ia menjelaskan bahwa masih ada beberapa lagi proses dalam mendapatkan persetujuan dan mendapatkan surat rekomendasi.

“Ini masih pertama kali  sudah ada pendekatan non formal dulu  tanya ke KKJT apa yang diperlukan  nanti karena ini masih awal secara tidak langsung kita masih perlu untuk melengkapi persyaratan yang lain seperti contoh  perhitungan, atau perencanaan standar yang dipake apa kita menyamakan persepsi baru,”jelasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Desy Damayanti mengatakan bahwa untuk secara teknis tadi bersama  KKJT membahas tentang mereka akan menganalisa secara teknis dan administrasi jadi ada beberapa tahapan termasuk dalam tahapan teknis ada  hal-hal yang dipertanyakan tentang persamaan persepsi  jadi karena ini perlu dilakukan di  pemerintah kota jadi mereka komplikasi dengan aturan yang kita gunakan dengan aturan yang mereka punya.

“Jadi Kami sama-sama sedang  mencari kesamaan tadi apakah  dasar yang kita gunakan sama dengan  yang mereka gunakan diposisi yang pernah melakukan  atau kita menggunakan hal-hal yang belum bersama,”kata Desy.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya diminta waktu untuk menyiapkan dalam waktu satu minggu  dan nanti akan ada lagi pertemuan membahas tentang tentang perbedaan standar teknis .

“Jadi bukan standar keamanan tapi bagaimana cara kita mendesain sesuatu itu terkadang itu berbeda dasar, tapi dasar yang kita gunakan pasti dasar yang mempunyai standar  sudut pandang masing-masing,”jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa ada beberapa yang diminta oleh KKJT ada bentuk administrasi yang menyatakan analisa mana yang dipakai apakah analisa awal atau analisa yang digunakan setelah adanya desain awal yang harus  dievaluasi  dari hasil penilaian kondisi eksisting  sehingga harus membuat surat pernyataan bahwa  penggunaan desainnya itu  melalui evaluasi eksisting  itu yang mereka perlukan.

“Kalau contohnya pasti desain  kita gunakan hampir sama dengan desain yang diselesaikan di bandung tadi kalau ada sampai sama, hanya saja metodenya teknisnya masih belum sampai disitu tadi baru desainnya hampir sama pembuatan MRT jadi sama jadi kita mengacu disitu,” pungkasnya.

(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *