Home / Advertorial

Kamis, 27 Oktober 2022 - 18:48 WIB

Pemkot Tutup Dua Apotek Karena Menjual Obat Sirup yang Dilarang, DPRD Samarinda Beri Apresiasi

Sekretaris Komisi IV DPRD  Samarinda, Deni Hakim Anwar

Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar

Kaltimminutes.co, Samarinda  – Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang bergerak cepat mengantisipasi sebaran gagal ginjal akut misterius.

Langkah cepat Pemkot Samarinda tersebut dengan menggelar sidak kesejumlah apotek di Kota Tepian pada Rabu (26/10/2022) kemarin.

Deni mengatakan kalau atensi terhadap temuan sidak terkait apotek-apotek yang masih memajang dan menjual obat sirop yang tak masuk daftar rekomendasi BPOM dan Kemenkes RI harus terus menjadi perhatian serius.

Deni pun mengatakan mendukung langkah pemkot dalam menghentikan penjualan obat sirop yang diduga menjadi penyebab kasus gagal ginjal akut misterius.

Baca Juga :  Wali Kota Andi Harun Bertemu Komandan Danlanud Dhomber, Pastikan Samarinda Siap Dukung Pembangunan IKN di Kaltim

“Yang pasti kami mendukung langkah pemkot untuk menghentikan obat sirop yang diduga jadi penyebab gagal ginjal akut pada anak dengan menggelar sidak,” ungkap Deni, Kamis (27/10/2022).

Terlebih, lanjut dia, dari sidak itu pemerintah menindak tegas dua apotek yang kedapatan masih memajang obat yang dilarang.

Dengan temuan itu, Deni pun berharap kalau kegiatan pengawasan oleh pemerintah juga bisa terus dilakukan kepada apotek yang berada di pinggiran Kota Tepian.

Tujuannya, agar regulasi yang telah dikeluarkan Kemenkes RI melalui Surat Edaran Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak bisa diikuti secara taat.

Baca Juga :  Tinjau Rehabilitasi Pagar SMKN 1 Anggana, Reza Fachlevi Sebut Bakal Terus Bersinergi dengan Dunia Pendidikan

“Betul-betul apotek di Samarinda melaksanakan SE Kemenkes RI,” tambahnya.

Ia pun tak mau Pemkot Samarinda kecolongan sehingga muncul kasus gagal ginjal misterius pertama di Samarinda, musbab masih diedarkannya obat sirop yang tak masuk dari 133 obat sirop yang dianggap aman oleh Kemenkes RI.

“Tentu kita tidak ingin kasus ini terus terjadi apalagi di Samarinda itu sendiri,” pungkasnya.
(Advetorial)

Share :

Berita Terkait

Advertorial

BPJS Kesehatan Percantik Taman Bintang Samarinda, Andi Harun Ajak Perusahaan Lain Tiru Pelaksanaan CSR untuk Nilai Kemanfaatan

Advertorial

Maksimalkan Kepesertaan BPJS Kesehatan, Komisi IV DPRD Samarinda Dukung Langkah Pemkot

Advertorial

Tingkatkan Kinerja Pegawai Pemkot, Wali Kota Andi Harun Rencana Mengadakan ASN dan Non ASN Award Setiap Bulannya

Advertorial

Hasanuddin Mas’ud Hadiri Pembukaan Turnamen Bulu Tangkis Piala Ketua DPRD Kaltim, Harap Bisa Lahirkan Bibit Unggul

Advertorial

DPRD Samarinda Soroti Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kilogram, Dorong Pertamina Buka Tempat Aduan Warga

Advertorial

Tempat Pemakaman di Samarinda Over Kapasitas, DPRD Segera Godok Perda TPU

Advertorial

Sidak Dua OPD di Pemkot Samarinda, Andi Harun Duga Ada Oknum Sabotase Absensi Kepegawaian

Advertorial

Soal Wacana Pemerintah Menaikan Harga BBM, DPRD Kaltim Bahas Peluang Alokasi Anggaran di APBD untuk Subsidi