Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Ragam

Penuhi Layanan KTP El, Pemprov Kaltim Beri Bantuan Alat Cetak dan Rekam ke Kab/Kota

12
×

Penuhi Layanan KTP El, Pemprov Kaltim Beri Bantuan Alat Cetak dan Rekam ke Kab/Kota

Sebarkan artikel ini

Kaltimminutes.co, Samarinda – Mempercepat pelayanan pembuatan KTP elektronik bagi warga, Pemprov Kaltim menyerahkan bantuan operasional ke kabupaten/kota.

Total bantuan yang diberikan senilai Rp 8,7 miliar, dengan rincian satu koma sekian miliar untuk alat rekam dan cetak, dan sisa anggaran untuk pembelian kendaraan operasional perekaman KTP elektronik, untuk menjangkau daerah-daerah terdalam tiap kabupaten/kota.

Example 300x600

“Rp 8 miliar untuk alat rekam, cetak KTP elektronik, dan mobil operasional. Pengadaan mobil akan dilelang tahun ini,” kata Sabani, Plt Sekprov Kaltim, dikonfirmasi Senin (27/1/2020).

Nantinya dari bantuan Pemprov Kaltim ini, tiap kabupaten/kota akan mendapat satu alat rekam, satu alat cetak dan satu mobil operasional. Sabani meminta, tiap disdukcapil kabupaten/kota tidak menunggu tersedianya blanko KTP elektronik untuk melakukan perekaman.

“Satu kabupaten/kota dapat satu alat rekam, satu alat cetak dan satu mobil operasional. Perekaman tidak harus ada blanko, yang penting rekam saja dulu. Harapannya ini akan mempercepat pelayanan dan tidak ada lagi yang ketinggalan terkait perekaman dan kepemilikian KTP elektronik,” jelasnya.

Sementara itu, Halda Arsyad, Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim menjelaskan, mobil operasional saat ini menunggu dilelang. Rencananya mobil operasional akan diserahkan ke kabupaten/kota, ditargetkan pada Juni atau Juli mendatang. Seremoni penyerahan bantuan itu akan dilakukan pada rapat koordinasi disdukcapil se Kaltim.

“Untuk mobil pelayanan kami akan serahkan nanti. Mudahan tidak ada hambatan mungkin Juni atau Juli, saat kami rapat koordinasi dukcapil se Kaltim di Bontang. Sekarang untuk mobil masih dalam proses. Kami berarap mobil itu double gardan, karena kami tahu kondisi geografis kabupaten kota sulit di jangkau. Sehingga ada kabupaten kota karena mereka tidak ada fasilitas mobil pelayanan sehingga susah jangkau daerah sulit. Dengan adanya mobil pelayanan . Kalau anggaran tidak cukup akan dimodifikasi,” jelas Halda.

DKP3A Kaltim berharap kinerja KTP elektronik dapat meningkat dengan bantuan ini. Ditargetkan akhir 2020, 97 warga Kaltim telah memiliki KTP elektronik. Halda mengakui kendala layanan KTP elektronik saat ini karena kerap kehabisan blanko yang menjadi kewenangan pusat.

“Kami punya target kinerja untuk KTP el sudah capai 97 persen. Akta kelahiran tidak ada masalah. Karena KTP agak susah harus rekam, konfirmasi pusat. Blanko ini ada SK Menteri Dalam Negeri. Selama ini dikeluhkan, pusat ada keterbatasan. Kami sempat audiensi ke pusat supaya urusan blanko ini diserahkan ke daerah. Tapi karena aturannya di pusat . Akhirnya dibuat aturan Permendagri. Apabila daerah ingin cetak itu hibahkan kepada pusat untuk pencetakan KTP el. Tapi prosesnya cukup panjang sementara perlu ada juknis dulu, yang jelas takutnya salah langkah malah berakibat hukum ini yang masih kami pelajari,” pungkas Halda. (yd//)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *