Home / Politik

Jumat, 20 Agustus 2021 - 01:34 WIB

Hasanuddin Masud Terseret Kasus Penipuan, Anggota Komisi III DPRD Kaltim Bilang Begini

Hasanuddin Masud, Ketua Komisi III DPRD Kaltim/ IST

Hasanuddin Masud, Ketua Komisi III DPRD Kaltim/ IST

Kaltimminutes.co, Samarinda – Kasus dugaan penipuan cek kosong yang menyeret nama Hasanuddin Masud, berpotensi turut mengganggu kinerjanya sebagai Ketua Komisi III DPRD Kaltim.

Agar tidak mengganggu tugas fungsi kedewanan, jabatan Ketua Komisi III disampaikan ada kemungkinan dikocok ulang, atau dilakukan pergantian jabatan.

Syafruddin, Ketua Fraksi PKB, yang juga sebagai Anggota Komisi III DPRD Kaltim, menyampaikan, pergantian ketua komisi dapat dilakukan jika diusulkan oleh partai politik bersangkutan.

Dalam kasus Hasan Masud, dapat diganti jika ada usulan dari Partai Golkar.

Sementara untuk anggota komisi ataupun fraksi lain tidak dapat mengusulkan pergantian.

“Gak mungkin, gak ada. Gak ada aturannya itu,” kata Udin, sapaan akrabnya dikonfirmasi Kamis (19/8/2021).

“Kecuali partainya (Golkar) yang minta, mengusulkan pergantian, baru bisa diganti,” sambungnya.

Dengan berjalannya proses hukum yang dihadapi ketua komisi, Syafruddin mengaku tidak menggangu kinerja di Komisi III DPRD Kaltim

Baca Juga :  20 Februari, Zairin-Sarwono Serahkan Berkas Dukungan ke KPU

Pasalnya, komisi III menurutnya bekerja dengan kolektif sehingga pekerjaan kedewanan masih bisa dihandle oleh anggota yang lain.

“Ketua komisi yang terangkut masalah hukum saat ini tidak mengganggu kinerja di Komisi III. DPRD itu sifat kerjanya kolegtif kolegial, jadi tidak ada mempengaruhi apa-apa di sana. Kinerja aman saja,” jelasnya.

Dirinya menegaskan hingga saat ini secara internal komisi III, tidak ada menyinggung potensi pergantian ketua komisi.

“Kalau misalnya anggota komisi lain yang meminta pergantian tidak bisa dilakukan,” pungkasnya.

Perkembangan kasus dugaan penipuan cek kosong, pihak penyidik Polresta Samarinda, menjadwalkan pemanggilan kepada Hasanuddin Masud dan Nurfaidah (Istri Hasan Masud) untuk dimintai keterangan.

Pemanggilan dilakukan pada Selasa (24/8/2021) pekan depan.

Baca Juga :  Mulai Senin Depan, PTM di Balikpapan Akan Dibuka 100 Persen dengan Penerapan Prokes yang Ketat

Sebagai informasi, dikonfirmasi media melalui pesan singkat whatsapp, Hasanuddin Mas’ud pada tanggal 11 Agustus lalu membantah adanya dugaan penipuan cek kosong tersebut.

“Itu tidak benar, saya dizholimi,” ujar Hasan sapaannya.

Bahkan dirinya hemat berkomentar karena tak ingin suasana menjadi panas.

“Calming down aja dulu,” tuturnya.

Setelah status naik ke penyidikan, media ini mencoba mengkonfirmasi kembali hingga hari ini, Selasa (17/8/2021). Namun upaya mengkonfirmasi belum dapat dilakukan.

Bahkan media ini berusaha menyambangi kediamannya di Perum Pondok Alam Indah (PAI), Jalan AW Syahranie, Samarinda beberapa hari lalu.

Menurut penuturan penjaga rumah, Hasanuddin Mas’ud sedang urusan ke luar kota (Jakarta, red) selama dua minggu.

Sementara istrinya, NF sedang ke Bontang bersama anaknya, kemungkinan sedang liburan. (*)

Share :

Berita Terkait

Politik

Isu Bisnis PCR Luhut & Erick Thohir, Mahfud MD Persilahkan Rakyat Lakukan Audit

Politik

Rilis Survei JIP di 5 Daerah Pemilihan di Samarinda, Paslon Andi Harun-Rusmadi Unggul di Seluruh Dapil

Politik

Sarana Edukasi Politik ke Masyarakat, KPU Samarinda Buka Stand di PRS

Politik

Klaim Kumpulkan 42 Ribu Dukungan, Agus Laksito Siap Majju di Jalur Perseorangan Pilwali Balikpapan

Politik

Soal Usulan Penundaan Pemilu, PPP klaim Belum Diajak Diskusi Sama Jokowi
Pengurus Partai Gelora Kaltim, Hadi Mulyadi (Ketua) dan Sarwono (Sekretaris) saat berfoto dan memberikan dukungan ke H Toni-Syaid Faturrahman, di Pilbup Paser/IST

Politik

Ini Nama Paslon yang Didukung Partai Gelora di Pilkada 6 Daerah Kaltim

Politik

Bakal Deklarasi Tahun Ini, Gerindra Bulatkan Tekad Usung Prabowo di Pilpres 2024

Politik

Diduga Ada Kepentigan Politik, Proyek MYC Usulan Pemprov Dikritik Sejumlah Pihak