Home / Politik / Politik

Kamis, 9 September 2021 - 21:50 WIB

Mahkamah Partai Gelar Sidang Pendahuluan, Asran Siri Sebut Pengurus DPD Golkar Tak Pernah Ajak Makmur Dialog, Tiba-tiba Usul PAW

Sidang pendahuluan yang digelar secara virtual pada Kamis (9/9/2021)

Sidang pendahuluan yang digelar secara virtual pada Kamis (9/9/2021)

Kaltimmintes.co, Samarinda – Kamis (9/9/2021) Mahkamah partai Golkar menggelar sidang pendahuluan.

Sidang tersebut digelar secara virtual untuk penggugat, Makmur HAPK.

Sementara tergugat, DPD Golkar Kaltim secara ofline di ruang sidang Mahkamah partai Golkar, Jakarta.

Sidang pendahuluan itu dipimpin tiga majelis hakim, dengan Ketua Majelisnya Supriansyah.

Agenda memperdengarkan pokok-pokok dalam pembahasan yang disampaikan pemohon terkait surat pergantian Ketua DPRD Kaltim dari DPP Golkar, melalui tim PH pemohon Makmur HAPK, Asran Siri.

“Ya, hari ini sidang pendahuluan, belum masuk ke pokok perkara,” ujarnya seusai sidang virtual atau daring di Rumjab, Ketua DPRD Kaltim, Jalan Basuki Rahmat 1, Samarinda Kota.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid-19, PDIP Ajak Paslon Usungannya Perbanyak Lakukan Kampanye Virtual

Dalam argumentasinya, Asran memaparkan terkait pergantian pimpinan DPRD Kaltim itu kliennya tidak pernah diajak bicara.

Secara tiba-tiba, surat usulan PAW Makmur HAPK tersebut muncul digantikan Hasanuddin Mas’ud dan disetujui DPP Golkar.

“PAW ini menjadi dasar kami, karena klien kami sebelumnya tidak pernah diajak dialog terlebih dahulu,” imbuhnya.

Alasan lainnya lanjut dia, konstituen Makmur HAPK tidak terima dengan PAW tersebut secara tiba-tiba tanpa ada pembicaraan atau kompromi sebelumnya.

Demokrasi internal partai Golkar ini disebutnya menciderai konstituen mantan Bupati Berau tersebut.

“Konstituen Pak Makmur menganggap PAW ini menciderai,” terangnya.

Baca Juga :  Kabar Duka, Muharram Bupati Berau Meninggal Dunia di RS Pertamina Balikpapan

Sidang pertama gugatan surat DPP partai Golkar nomor B-600/Golkar/VI/2021 tanggal 16 Juni 2021.

Perihal persetujuan PAW pimpinan DPRD Kaltim sisa masa jabatan 2019-2024 itu dimulai pada pukul 16.00 WITA tidak menemui titik temu.

Pasalnya majelis Majelis Hakim membuka ruang mediasi kepada pemohon dan termohon, tidak menemui kata sepakat, sehingga akan dilanjutkan pada hari Senin (13/9/2021) sidang pokok perkara dengan agenda jawaban termohon.

Asran sapaan itu mengaku siap mengikuti sidang pokok perkara tersebut. Ia didampingi, Abdul Rohim dan Riki Afandi.

“Untuk agenda selanjutnya giliran termohon menanggapi,” terangnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Politik

Makmur HAPK Lakukan Gugatan ke Mahkamah Partai, DPD Golkar Kaltim Siapkan Kuasa Hukum dan Bukti di Sidang

Politik

Siswadi Sebut PDIP Tidak Akan Dukung Andi Harun-Rusmadi, AH: Etika Politik Harus Dikedepankan

Politik

KPU Samarinda Akan Coret Bila Temukan Dukungan Ganda di Berkas Calon Perseorangan

Politik

Partai Gelora Indonesia Daftar Kepengurusan Secara Virtual ke Kemenkumham

Politik

Pelatih Saksi Paslon Nomor 02, Korban Intimidasi Oknum Tak Dikenal Ceritakan Kronologis Kejadian, Ini Dugaan Foto Pelaku

Politik

Jelang Musda Golkar Kaltim, Pengamat Politik Ini Sebut Partai Harus Patuhi AD/ART

Politik

Koalisi Besar Mulai Terbentuk, Hanura Resmi Dukung Andi Harun-Rusmadi di Pilwali Samarinda 2020

Politik

Dugaan Politik Tak Sehat di Berau, Ketua Umum HMI Kecam Tindakan Money Politic-Tindak Premanisme