Home / Politik

Rabu, 10 November 2021 - 21:46 WIB

Menghadapi Pilpres 2024, PKS Usul Ambang Batas Pencalonan Presiden Diturunkan 10 Persen

Presiden Partai Keadilan Sejahtera / bisnis.com

Presiden Partai Keadilan Sejahtera / bisnis.com

Kaltimminutes.co – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu memberika usulan terkait ambang batas pencalonan presiden-wakil presiden diturunkan dari 20 persen menjadi 10 persen kepemilikan kursi DPR hal demikian bisa di lakukan di lewat revisi UU Pemilu.

Ia menilai bila hal itu di turunkan pasangan yang maju di Pilpres 2024 mendatang tidak hanya dua pasangan tetapi bisa lebih.

Selain itu ia berharap dengan demikian keterbelahan  di masyarakan juga tidak akan terjadi

“Dengan adanya penurunan presidential threshold ya bisa 10 persen, ini kemungkinannya calon-calonnya enggak hanya 2. Dengan itu, mudah-mudah keterbelahan di tengah masyarakat juga tidak akan terjadi,” kata Syaikhu kepada wartawan di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Rabu (10/11).

Syaikhu berkaca pada Pilpres 2014 dan 2019 lalu di mana ambang batas presiden terlampau tinggi. Menurutnya, itu mengakibatkan jadi hanya ada dua pasangan calon presiden.

Baca Juga :  Deklarasi Isran Noor Jadi Calon Presiden di Pilpres 2024 Ditunda,  FRKB Tak Beri Alasannya

Implikasinya berupa polarisasi dan keterbelahan di tengah masyarakat sampai saat ini.

“Kandidat-kandidat untuk Pilpres saya kira juga, akan lebih banyak. Dan kita yakin kok bahwa tokoh-tokoh negeri ini juga banyak yang punya kemampuan dan penerimaan publiknya juga bagus ya,” kata dia.

Mengenai parliamentary threshold, dia menilai tak perlu direvisi dan tetap seperti saat ini sebesar 4 persen. Dengan demikian, partai politik tetap bisa masuk parlemen jika meraih suara nasional minimal 4 persen dalam pemilu.

“Kalau Parliamentary Threshold sekarang sudah memadai 4 persen. Itu juga udah sesuatu hal yang berat itu bagi partai-partai,” kata

Diketahui, UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu mengatur ambang batas parlemen sebesar 4 persen. Sementara itu, ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen.

Baca Juga :  5 Kombinasi Sarapan untuk Anda yang Lagi Diet, Apa Saja?

Sebelumnya, PDIP dan Golkar sempat mengusulkan adanya peningkatan ambang batas parlemen menjadi 5 persen.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto beralasan sistem presidensial membutuhkan sokongan sistem multipartai sederhana. Menurutnya, peningkatan ambang batas parlemen perlu dilakukan secara terus-menerus

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia juga sepakat jika ambang batas parlemen dinaikkan menjadi 5 persen.

“Idealnya partai politik di Indonesia ini pada akhirnya sekitar 6, 7, atau 8. Jadi, kita tidak melarang siapapun untuk punya hak mendirikan partai politik karena itu dijamin oleh UUD 45, tetapi ada juga proses seleksi yang cukup ketat” ujar Doli. (*)

Artikel ini telah tayang di CNN Indonesia dengan judul “PKS Usul Ambang Batas Pencalonan Presiden Diturunkan”. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20211110154736-32-719286/pks-usul-ambang-batas-pencalonan-presiden-diturunkan.

Share :

Berita Terkait

Politik

Pilkada Serentak Sepakat Dilaksanakan Desember 2020, Bakal Ada Anggaran Tambahan Lagi
Zairin Zain (kiri)/ IST

Politik

30 Ribu Kader dan Simpatisan Partai Gelora Kaltim Siap Menangkan Zairin-Sarwono di Pilwali Samarinda

Politik

Hari Ini DPP PDIP Umumkan Nama Bacalon yang Diusung Pilkada Serentak 2020, Salah Satunya Samarinda

Politik

Rudi Masud Ramaikan Pencalonan Ketua Golkar Kaltim

Politik

Kemana Arah Dukungan AMPG di Musda Golkar Kaltim

Politik

Sempat Daftarkan Diri di Pilbup Kukar, AYL Tuding Ada Konspirasi Jahat DPW PAN Kaltim dan PAN Kukar

Politik

Proyek RS Korpri Terkesan Dipaksakan, Pengamat Politik: Fenomena Sekretaris Daerah Masuk Dunia Politik Biasa Terjadi di Kaltim

Politik

Sarwono Beri Penjelasan Terkait Kesamaan Tagline Kampanyenya Dengan Calon Pilkada Mamuju