Home / Politik / Politik

Rabu, 19 Februari 2020 - 21:30 WIB

Tak Penuhi Syarat Pencalonan Ketua Golkar Kaltim, Mahyunadi Sebut Peluang Isran Cuma Lewat Diskresi

Kaltimminutes.co, Samarinda – Jelang gelaran Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kaltim, yang rencananya digelar akhir Maret mendatang kian memanas. Nama-nama seperti Makmur HAPK, Rudi Mas’ud, dan Isran Noor, digadang-gadang siap bertarung di Musda.

Belakangan, nama Isran Noor terganjal oleh syarat pencalonan yang tertera dalam AD/ART Golkar.

Sedikitnya, Isran Noor terganjal dua syarat dari 10 syarat pencalonan Ketua DPD Partai Golkar Kaltim. Ganjalan tersebut antara lain, secara terus menerus menjadi anggota Partai Golkar minimal selama 5 tahun dan tidak pernah menjadi anggota partai lain, dan sebagai kader sekurang-kurangnya lima tahun.

Isran diketahui pernah bernaung dalam Partai Demokrat dan PKPI, sebelum akhirnya maju di Pilgub Kaltim melalui perahu Gerindra dan PKS.

Mahyunadi, Wakil Ketua DPD Golkar Kaltim yang membidangi desa, menyebut Isran Noor masih berpeluang menjadi ketua partai berlambang pohon beringin tersebut. Meski terganjal beberapa persyaratan calon, Isran Noor masih bisa melobi DPP Golkar untuk diskresi.

Baca Juga :  Alhamdullilah!! Pasien Covid-19 Sembuh Bertambah Lagi 3 Orang, dari PPU dan Samarinda, Total Pasien Sembuh 34 Orang

“Ya boleh-boleh saja saya pikir Pak Isran maju di Musda Golkar. Tapi kan di Golkar ini ada aturan bahwa salah satu syarat pencalonan itu harus menjadi kader selama lima tahun, tidak boleh pindah partai. Cuma di Partai Golkar juga berlaku yang namanya diskresi. Perlakuan khusus DPP Partai Golkar. Diskresi itu harus diurus oleh Isran Noor bila hendak maju di Musda Golkar,” kata Mahyunadi, saat dikonfirmasi usai dialog di RRI Samarinda, Rabu (19/2/2020).

Mahyunadi juga menjelaskan, ada keuntungan bagi Golkar, bila memiliki ketua seorang Gubernur Kaltim. Meski begitu, Anggota DPRD Kaltim ini menilai, jangan sampai Partai Golkar hanya menjadi kendaraan politik.

“Cuma, jangan sampai partai itu hanya menjadi perahu, kemudian perahunya bocor dibiarkan bocor itu kan. Karena yang paling utama di partai itu bukan cuma tunggangan politik, tapi memberikan pembangunan bagi masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Membaca Peluang Isran Noor Jadi Ketua Golkar Kaltim

Siapapun nanti yang memimpin Golkar Kaltim, hal mendesak yang harus dilakukan ketua terpilih selanjutnya adalah melakukan konsolidasi partai. Sebab Mahyunadi menilai, Golkar Kaltim dalam dua tahun terakhir hanya dipimpin oleh Plt, membuat konsolidasi antar kader berjalan kurang baik.

“Selama ini konsolidasi Partai Golkar tidak berjalan baik, karena hampir dua sampai tiga tahun Partai Golkar di Kaltim ini diisi oleh Plt. Jadi yang pertama jelas konsolidasi partai, membangkitkan kembali semangat kader-kader di bawah, agar semangat dalam berpartai,” paparnya.

“Ini cuma pandangan saya, karena saya kan jujur gak punya gak suara,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Politik

Usai Blusukan di Citra Niaga, Giring Bertemu Rusmadi Bahas Pemenangan di Pilwali Samarinda

Politik

KPU Kukar Gelar Rakor Jelang Verifikasi Faktual Jalur Perseorangan di 18 Kecamatan, Petugas Verifikasi Akan Gunakan APD

Politik

Jokowi Resmi Lantik Syarifuddin Jadi Ketua Mahkamah Agung

Politik

Kode Keras Pasangan Barkati dan Darlis di Pilwali Samarinda, Suparno: SK Tinggal Diambil di DPP PAN
Andi Harun Wali Kota Samarinda saat diwawancara awak media, Rabu (16/6/2021)

Politik

Soal Aset Kantor DPD Golkar Kaltim di Kota Tepian, Pemkot Samarinda Beri Perpanjangan Waktu hingga 27 Juli 

Politik

Laporan Bapaslon Parawansa-Markus Dikembalikan, Bawaslu Samarinda Anggap Objek Sengketa Tak Ada

Politik

Massa Kampanye Rapat Umum Dibatasi 100 Orang, Bawaslu Kaltim Khawatir Sulit Terjadi

Politik

Fraksi Golkar Ngotot Ganti Ketua DPRD Kaltim, Pengamat Politik Unmul Bilang Begini