Home / Politik

Rabu, 1 September 2021 - 21:24 WIB

Tinggal Tunggu Jadwal Sidang, Gugatan Makmur HAPK Sudah Diterima Mahkamah Partai Golkar

Makmur HAPK, Ketua DPRD Kaltim/kabarkaltim.co.id

Makmur HAPK, Ketua DPRD Kaltim/kabarkaltim.co.id

Kaltimminutes.co, Samarinda – Makmur HAPK melalui tim penasihat hukumnya melayangkan surat keberatan ke Mahkamah Partai Golkar.

Surat tersebut saat ini sudah diterima panitera Mahkamah Partai Golkar tanggal 26 Agustus 2021 lalu.

Gugatan Makmur HAPK, terdaftar dengan nomor 39/PI-GOLKAR/VIII/2021. Surat tersebut ditandatangani Achmad Taufan, selaku Panitera.

Kuasa hukum Makmur HAPK, Asran Siri Selasa (31/8/2021) dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Saat ini pihaknya menunggu jadwal persidangan kliennya tersebut.

Karena kondisi Covid-19 saat ini melandai panitera baru merespon.

“Karena Mahkamah Partai Golkar itu sudah mulai bersidang lagi. Kemarin kan PPKM jadi mereka tidak melakukan sidang,” ujarnya.

Karena kondisi pandemi, kemungkinan sidang gugatan tersebut dilakukan secara online. Ia pun telah menyiapkan bukti-bukti pendukung jika Makmur HAPK telah bertugas sebagai kader Golkar.

“Kami persiapkan aja sesuai dengan gugatan, persiapkan bukti-bukti segala macam, kami persiapkan saksi. Persiapan lainnya biasa seperti kami bersidang,” ucapnya.

Baca Juga :  30 Ribu Kader dan Simpatisan Partai Gelora Kaltim Siap Menangkan Zairin-Sarwono di Pilwali Samarinda

Hal senada juga dijelaskan Sinar Alam, Kuasa Hukum Makmur HAPK. Ia menyampaikan gugatan sengketa telah terigistrasi di Mahkamah Partai Golkar.

Selanjutnya tinggal menunggu sidang yang akan digelar secara virtual.

“Gugatan kita sudah teregistrasi di Mahkamah Partai Golkar. Saat ini tinggal menunggu jadwal sidang, lewat aplikasi Zoom,” ujar Sinar Alam, saat dikonfirmasi, Selasa (31/8/2021) kemarin.

Beberapa persiapan dilakukan menghadapi sidang di Mahkamah Partai Golkar, mulai dari alat-alat bukti, menyiapkan saksi, hingga pertimbangan menyiapkan saksi ahli jika diperlukan.

“Kami persiapkan beberapa bukti dan saksi. Tapi untuk saksi ahli kami liat perkembangan sidang. Kalau memang harus dihadirkan, maka akan kami hadirkan,” ungkapnya.

Belum diketahui kapan persidangan akan dilakukan kepaniteraan mahkamah partai, namun diperkirakan sidang akan digelar pada pekan depan.

“Setelah ada pemberitahuan,  terkait jadwal sidang dari panitera paling lama seminggu,” sambungnya.

Baca Juga :  Perpustakaan Sempat Disorot Lantaran Dana Bengkak, Andi Harun Tawarkan Konsep

Sesuai aturan, setelah disidangkan hasil gugatan sengketa di Mahkamah Partai Golkar akan keluar paling lambat 60 hari usai sidang.

“Proses sengketa waktu enam puluh hari setelah disidangkan. Harus ada putusan dalam jangka waktu 60 hari,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Makmur HAPK menyebut segala persiapan menuju persidangan di mahkamah partai telah disiapkan tim kuasa hukumnya.

Untuk itu, dirinya belum bisa berkomentar banyak.

“Persiapan nanti kuasa hukum saya yang mempersiapkannya. Ada undangan sidangnya nanti, online biasanya,” terangnya melalui sambungan telepon.

Bila diperlukan Makmur HAPK mengaku siap menghadiri persidangan.

Namun saat ini dirinya mengaku lebih memilih melihat kondisi terlebih dahulu.

“Kalau dibutuhkan, saya akan hadir di persidangan,” imbuhnya.

Terkait persiapan menghadirkan saksi ahli, Makmur HAPK mengaku belum mengetahui apakah akan dihadirkan atau tidak. (*)

Share :

Berita Terkait

Politik

Klaim Kumpulkan 42 Ribu Dukungan, Agus Laksito Siap Majju di Jalur Perseorangan Pilwali Balikpapan

Politik

Kunjungi Andi Harun-Rusmadi, Guru Udin Beri Dukungan dan Doa

Politik

Sempat Berkelit, Isran Akhirnya Ambil Formulir Calon Ketua Golkar Kaltim

Politik

Partai Gelora Sah Jadi Partai Politik, Hadi Mulyadi: Kami Siap Bekerja Bangun Kaltim dan Indonesia

Politik

Verifikasi Berkas Dukungan Calon Perseorangan, Bawaslu Samarinda Temukan Suket Kadaluarsa

Politik

Sinyal Dukungan Jaang ke Barkati di Pilwali Samarinda 2020

Politik

Safaruddin Buka Musancab PDIP Samarinda, Ingatkan Fraksi PDIP Rajin Serap Aspirasi Masyarakat

Politik

Ada Warga Akui Tak Beri Dukungan ke Bapaslon Perseorangan, Tim Verifikasi Faktual Temukan Data Dukungan Fiktif