Home / Ragam

Kamis, 22 Desember 2022 - 19:25 WIB

Lakukan Aksi di Kejati Kaltim, Mahasiswa Minta Usut Proyek Drainase Balikpapan yang Dinilai Asal-asalan

FAM Kaltim saat menggeruduk kantor Kejati Kaltim dan meminta kejaksaan turun tangan mengusut sejumlah proyek asal-asal yang ada di Balikpapan dan diduga menimbulkan kerugian negara hingga miliaran rupiah.  (IST)

FAM Kaltim saat menggeruduk kantor Kejati Kaltim dan meminta kejaksaan turun tangan mengusut sejumlah proyek asal-asal yang ada di Balikpapan dan diduga menimbulkan kerugian negara hingga miliaran rupiah. (IST)

Kaltimminutes.co, Samarinda – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa (FAM) kembali menggeruduk kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur (Kaltim) pada Kamis (22/12/2022) tadi.

Kedatangan mahasiswa itu meminta agar Korps Adhyaksa bisa turun tangan melakukan pengusutan proyek drainase di Balikpapan dengan pagu Rp 2,8 miliar namun dikerjakan secara asal-asalan.

Lebih rinci disampaikan Nazarrudin selaku Koordinator Lapangan (Korlap) aksi bahwa proyek yang diduga asal-asalan itu meliputi pengerjaan badan jalan, drainase dan trotoar di kawasan Plaza Kebun Sayur Balikpapan.

“Jadi pengerjaan proyek ini diduga bermasalah. Proyek dengan nilai HPS Rp. 3.473.217.000 tersebut dimenangkan dan dikerjakan oleh CV. RJ dengan total pekerjaan Rp. 2.807.349.207,” ujar Nazaruddin.

Namun nahasnya, setelah proyek senilai miliar rupiah itu rampung dikerjakan justru mengalami masalah. Seperti pada bagian dinding drainase yang roboh dan kurang rapi, sehingga patut diduga kalau pengerjaan yang dilakukan itu secara asal-asalan dan telah membuat kerugian pada negara.

Baca Juga :  Soal Kelangkaan Minyak Goreng, YLKI Ingin KPPU Percepat Penyelidikan Terhadap Dugaan Adanya Kartel

“Atas kejadian tersebut, kami mempertanyakan peran dari PPTK proyek yang kami sinyalir tidak memeriksa serta mengawasi proyek tersebut secara penuh sehingga menjadi kerugian besar bukan hanya karena pekerjaan ini menggunakan uang rakyat tetapi hasil pekerjaanya pun tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal,” tegasnya.

Oleh sebab itu, mahasiswa yang tergabung dalam FAM Kaltim meminta agar penyidik kejaksaan turut memberikan perhatiannya, dan memulai langkah penyelidikan awal terkait proyek asal-asalan tersebut.

“Kami dari Front Aksi Mahasiswa Kalimantan Timur mendesak KPA serta PPK untuk tidak melanjutkan pekerjaan tersebut dan memutus kontrak CV. RJ karena dugaan pekerjaan yang tidak sesuai Spesifikasi tersebut agar dikemudian hari tidak membayakan serta meminta pertanggung jawaban dari CV. RJ baik perdata maupun pidana,” tegasnya.

Setelah menyampaikan berbagai poin tuntutannya di depan kantor Korps Adhyaksa, para demonstran pun dijumpa oleh Asisten Bidang Intelijen Kejati Kaltim, I Ketut Kasna Dedi di ruang kerjanya. Kasna menyampaikan jika apa yang menjadi laporan dan tuntutan FAM akan di pelajari dan ditelaah lebih dulu.

Baca Juga :  Hubungan Asmara Kandas, Seorang Pria di Berau Lakukan Aksi Tak Sononoh Pada Anak di Bawah Umur 

“Laporan sudah saya terima kemudian akan kami pelajari dan ditelaah lebih dulu sebelum kami serahkan ke pimpin kami,” singkat Kasna.

Untuk diketahui, FAM Kaltim memiliki empat poin tuntutan. Berikut daftarnya.

1.Mendesak Kejati Kaltim untuk turun dan melakukan Investigasi Terkait Dugaan Proyek Yang Dikerjakan Secara Asal – Asalan Pada Proyek Jalan, Drainase, dan trotoar di Plaza Kebun Sayur Balikpapan Tahun 2022 sebesar 2,8 M.

2.Panggil dan Periksa Kepala Dinas, KPA, PPK dan PPTK Proyek Jalan, Drainase, dan trotoar di Plaza Kebun Sayur Balikpapan yang diduga lalai dalam pengawasan proyek tersebut.

3.Panggil dan Periksa Kontraktor Pelaksana CV. RJ yang diduga mengerjakan secara Asal – Asalan dan Tidak Sesuai Spesifikasi.

4.Panggil dan Periksa Konsultan Pengawas proyek Jalan, Drainase, dan trotoar di Plaza Kebun Sayur Balikpapan Karena Lalai dalam Pengawasan.

(*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Soal Tawaran Putin Bangun Nuklir di Indonesia, Pemerintah Lakukan Kajian

Ragam

Tak Perlu Khawatir, Suntik Vaksin Saat Ramadan Tidak Membatalkan Puasa, Begini Penjelasan MUI dan Muhammadiyah

Ragam

Respon Keluhan Petani di Makroman, Wawali Rusmadi Pastikan Aliran Air Bakal Kembali Berfungsi

Ragam

KPU Beri Tanggapan Soal Presiden Boleh Kampanye dan Berpihak

Ragam

Cakupan Vaksin Booster Covid-19 di Balikpapan, Dinkes Sebut Sudah Capai 40,54% 

Ragam

Seorang Pria di Samarinda Diduga Alami Gangguan Jiwa Nyaris Bakar KM Prince Soya, Polisi Lakukan Observasi Kejiwaan

Ragam

Kerjasama dengan Bank Kaltimtara dan BRI, Pemprov Kaltim Segera Cairkan Bansos Dampak Covid-19

Ragam

Pertimbangkan Kasus Covid-19, Pemkot Samarinda Izinkan Berjualan pada Masa Pembatasan Hanya 27 Pedagang