Home / Ragam

Kamis, 26 Maret 2020 - 19:45 WIB

2400 Kit Rapid Test Disiapkan Dinkes Kaltim, ODP, PDP, dan Keluarga Pasien Positif Covid-19 Jadi Sasaran Prioritas

Andi M Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim

Andi M Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim mendapat jatah kit rapid test Covid-19 sebanyak 120 box, isi 20 kit, atau sebanyak 2400 kit rapid test.

Rapid test adalah alat pemeriksaan cepat anti bodi yang berkaitan dengan Covid-19.

Andi Muhammad Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, menerangkan rapid test tidak digunakan untuk mendiagnosa penyakit Covid-19, namun hanya mendeteksi awal  apakah seseorang tengah terpapar virus atau tidak, harus diinterpretasikam dengan hati-hati.

Hasil positif bukan patokan, jadi perlu pemeriksaan lanjutan. Digunakan untuk pengamatan lokasi, pemetaan sebaran, dan tingkat sebaran,” kata Andi, dalam rilis media Kamis (26/3/2020).

Baca Juga :  Korban Meninggal ke 38 dan 39 di Lubang Tambang Terjadi di Paser, ESDM Kaltim Beri Penjelasan

Andi menegaskan bila nantinya seseorang melakukan rapid test dan hasilnya positif. Itu artinya tubuh terdapat anti bodi, karena masuknya virus.

Untuk memastikan virus tersebut adalah Covid-19, perlu dilakukan pengecekan lab di Kemenkes RI.

Dikonfirmasi terkait kapan pelaksanaan rapid test, Andi Ishak menyatakan dalam waktu dekat akan dilaksanakan. Pihaknya saat ini tengah menyiapkan protokol dan list prioritas siapa saja yang akan mendapat rapid test.

Baca Juga :  Diduga Miliki Penyakit Penyerta Hipertensi, 1 Pasien Covid-19 Klaster Kampung Baru Balikpapan Meninggal Dunia

“Secepatnya, kami siapkan dulu protokol, termasuk juga prioritas sasaran rapid test, secepatnya kami distribusikan, dan siapa nanti yang melakukan rapid test,” paparnya.

Tenaga medis dan ODP menjadi sasaran utama rapid test di Kaltim. Tenaga medis pasalnya menjadi garda terdepan menghadapi Covid-19, termasuk keluarga dari tenaga medis bersangkutan.

“Kami targetkan keluarga dari pasien positif. Kemungkinan PDP  maupun OPD yang berpotensi terjadap penularan ini, terutama tehadap daerah yang sebarannya tinggi,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Per 23 Mei 2020, Kasus Covid-19 di Kaltim Tambah 3 Pasien, Kabar Baik Kasus Sembuh Juga Tambah 3 Kasus

Ragam

Fase Pertama Vaksinasi, Belum Semua Nakes di Kaltim Dapat Jatah Vaksin

Ragam

Pemkot Balikpapan Kendorkan Waktu Penutupan Jalan, Warga Diminta Disiplin

Ragam

Waduh!! Kukar Tambah 8 Kasus Positif Covid-19, Seluruh Pasien Berkaitan dengan Klaster Ijtima Gowa

Ragam

Kapolresta Samarinda Ingatkan Polisi Tetap Netral di Pilwali, Jika Ketahuan Terancam Sanksi Pidana

Ragam

49 Siswa Terjaring Satpol PP Samarinda di Warnet

Ragam

Tak Terapkan Lockdown, Jokowi Malah Pilih Tetapkan PSBB untuk Atasi Penyebaran Covid-19

Ragam

Komisi II Minta DPRD Jalankan Rekomendasi BPK, Soal Temuan Pengelolaan Penerimaan Blok Mahakam