Home / Ragam

Rabu, 29 April 2020 - 15:46 WIB

30 Orang Lakukan Push Up dan Nyanyikan Lagu Kebangsaan, Gegara Kedapatan Nongkrong saat Pandemi Covid-19

Beberapa orang terlihat tengah melakukan push up, sambil dipantau oleh salah satu petugas

Beberapa orang terlihat tengah melakukan push up, sambil dipantau oleh salah satu petugas

Kaltimminutes.co, Samarinda – Hampir setiap malam Tim Gugus  Penanganan Covid-19 terus menyisir ruas jalan guna memastikan masyarakat Samarinda tak lagi membandel.

Penerapan physical distancing tak henti-hentinya disuarakan oleh pemerintah guna memutus mata rantai pandemi Covid-19 yang kian masif di Kota Tepian.

Puluhan petugas unsur gabungan TNI/Polri, BPBD, Basarnas, Damkar, Dishub dan Satpol PP Samarinda menggunakan kendaraan roda dua dan empat mulai menyusuri jalan dari pukul 22.00 Wita, Selasa (28/4/2020) malam tadi.

Jika malam sebelumnya sasaran utama petugas di Kecamatan Palaran, malam tadi petugas menyusuri ruas-ruas jalan utama di Samarinda seperti, Belatuk, M. Yamin, Dr. Soetomo, seputaran GOR Segiri, kawasan Citra Niaga hingga Gatot Subroto dan Ahmad Yani.

Hasilnya, petugas menjaring sekira 30 orang yang didominasi para remaja dan pemuda, sedangkan sedikit diantaranya merupakan pria dewasa. Ke 30 orang yang terjaring kegiatan malam tadi dikumpulkan petugas dan digelandang menuju Posko Induk tepatnya di kantor BPBD Samarinda, Jalan Sentosa Dalam, Sungai Pinang guna mendapatkan pembinaan akan bahayanya Covid-19.

Baca Juga :  Dinkes Kaltim Maklum Rapid Test Dikomersialisasi Rumah Sakit, Surat Keterangan Negatif Covid-19 Jadi Syarat Penumpang Penerbangan

“Jadi kegiatan ini adalah patroli untuk membubarkan massa atau pun kerumunan warga untuk mengimbau warung makan untuk di bungkus atau take away dan membagikan masker kepada warga yang ditemui dan tak memiliki masker,” beber Kepala BPBD Samarinda, Plt Hendra AH, Rabu (29/4/2020).

Orang yang terjaring kegiatan malam tadi, lanjut Hendra, terdiri dari berbagai macam orang, yang mana sebagian besar bermain di warung internet (Warnet) dan sisa lainnya kebanyakan didapati petugas di sebuah warung kopi.

“Karena sudah dilarang tetapi masih membandel jadi kami beri pembinaan,” tegasnya.

Walhasil, mereka yang membandel malam tadi diberikan edukasi akan bahaya Covid-19 hingga diberi sanski push-up dan terakhir menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di halaman kantor BPBD Samarinda. Informasi dihimpun, pembinaan yang dilakukan secara bertahap lantaran tak semua yang terjaring bisa langsung digiring petugas, lantaran sebagain mereka merupakan pemilik warung kopi yang harus lebih dulu membersihkan lapak mereka sebelum menuju kantor BPBD.

Baca Juga :  Hilang 3 Hari, Pria Paruh Baya di Samarinda Ditemukan Meninggal di Saluran Drainase

“Yang terjaring hari ini ada sekitar 40-50 orang,” terangnya.

Mereka yang terjaring, nanti akan didata sesuai kartu tanda penduduk (KTP) masing-masing. Bagi yang masih membandel dan kembali didapati Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di lain hari maka sanksi yang menanti tentu akan lebih berat dari sebelumnya.

“Kalau ini kan cuma kami data saja, kalau nanti didapati lagi maka kami siapkan sanksi lain yang lebih berat. Misalnya kami panggil orangtua mereka bagi yang remaja,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Kabar Baik!! Per Selasa (12/5/2020) Tiga Pasien Lagi Dinyatakan Sembuh dari Corona, Berikut Data Lengkap dan Sebarannya

Ragam

Bakri Hadi Jadi Ketua HIPMI Kaltim, Siap Dotong Peningkatan Ekonomi

Ragam

Edaran Gubernur Tak Berlaku di Kota Tepian, Ini Penjelasan Kadinkes Samarinda

Ragam

Dubes Jerman Pertimbangkan Investasi dan Bangun Kantor di IKN

Ragam

Unjuk Rasa UU Omnibus Law Berpotensi Jadi Klaster, Dinkes Samarinda Belum Berencana Lakukan Rapid Test Massal

Ragam

Besok!! KPU Samarinda Gelar Pleno Penetapan Wali Kota Terpilih

Ragam

Banjir di Jalan Juanda Samarinda, Pengendara Motor Terjebak hingga Menginap di Musala SPBU

Ragam

Tidak Dilibatkan Bahas Tarif Tol, Komisi II DPRD Kaltim Akan Panggil BPJT