Home / Ragam

Selasa, 3 Maret 2020 - 19:07 WIB

3028 Jemaah Asal Kaltim Terancam Batal Umrah Akibat Corona

 

Kaltimminutes.co, Samarinda – Hingga kini Pemerintah Arab Saudi masih melakukan penghentian sementara izin masuk pelaksanaan umrah dan ziarah bagi semua negara atas pertimbangan kesehatan. Menangkal masuknya COVID-2019 masuk ke Arab Saudi.

Penghentian sementara izin umrah ini dilakukan sejak 27 Februari 2020. Akibatnya, ada 3028 jemaah asal Kaltim yang terancam batal berangkat umrah, pada jadwal keberangkatan Maret-April 2020.

“Dari jemaah Kaltim itu yang terdaftar dari Januari-Maret ada 4898 jemaah. Dari jumlah itu, yang tertunda, bukan dibatalkan, sejumlah 3028 jemaah, yang mestinya berangkat pada bulan Maret-April,” kata Ahmad Ridani, Kabid PHU Kemenag Kaltim, saat diwawancarai di Kantor Kemenag Kaltim, Selasa (3/3/2020).

Berikut rincian daftar jemaah yang terancam batal berangkat umrah dari Kaltim.

Saat ini pihak Kementerian Agama RI tengah melakukan koordinasi dengan pihak kedutaan besar Arab Saudi, guna melobi agar visa jemaah yang gagal berangkat tidak hangus, dan diperpanjang hingga masa keberangkatan mendatang.

Baca Juga :  Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Tolak Pengesahan UU Cipta Kerja Ricuh di Balikpapan

“Soal visa kami masih melakukan koordinasi dari Kementerian Agama RI dengan Kedutaan Besar Arab Saudi. Diharapkan visa itu tidak hangus, tapi bisa diperpanjang,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk kompensasi terhadap jemaah yang batal berangkat umrah, jemaah tidak akan dikenakan biaya tambahan hingga waktu keberangkatan, ketika Pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali izin umrah.

“Kompensasi untuk jemaah yang tertunda keberangkatannya adalah tidak ada tambahan biaya untuk keberangkatan yang akan datang, dan juga visa sedang diupayakan agar bisa diperpanjang,” paparnya.

Kemenag Kaltim berharap penutupan izin umrah ini tidak berdampak pada proses keberangkatan haji, yang mulai dilakukan pada April 2020 mendatang.

Terkait informasi izin umrah kembali dibuka pada 14 Maret 2020, oleh Pemerintah Arab Saudi. Ahmad Ridani menyebut kabar tersebut hoaks, karena hingga kini belum ada informasi resmi dari Pemerintah Arab Saudi.

“Kabar penundaan ini sampai 14 Maret 2020, adalah kabar hoaks. Hingga saat ini Pemerintah Arab Saudi juga belum bisa memastikan sampai kapan penundaan ini dilakukan,” tegasnya.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid-2019, Farmasi Unmul Produksi Hand Sanitizer

Isran Noor Ikut Gagal Berangkat Umrah

Dari data yang dimiliki oleh Kemenag Kaltim, dari 3028 jemaah yang gagal berangkat umrah, masuk di dalamnya nama Isran Noor, Gubernur Kaltim.

Isran Noor dijadwalkan akan berangkat umrah pada pertengahan Maret 2020. Ahmad Ridani menerangkan semua yang terdaftar dari 27 Februari 2020, tidak bisa berangkat, termasuk Isran Noor.

“Pak Isran juga didaftarkan berangkat tapi harus tertunda, semua yang terdaftar dari 27 Februari hingga batas waktu yang belum ditentukan itu, keberangkatannya akan ditunda,” ungkap Ridani.

Redaksi Diksi.co pun ingin memastikan jadwal keberangkatan Isran Noor, berangkat umrah, ke Syafranuddin, Kepala Biro Humas Setprov Kaltim.

Tapi hingga berita ini ditulis, tidak ada pernyataan resmi dari Humas Setprov Kaltim mengenai hal ini. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Update Covid-19 Kaltim 27 Maret: PDP Bertambah Lima Orang, Kukar Terbanyak

Ragam

Kritik Densus 88, Fadli Zon : Hanya Lawan Kotak Amal dan Kurma

Ragam

Tol Balsam Disebut Tuntas Akhir Juli Ini, Target Operasional Bulan Agustus Mendatang

Ragam

Ringankan Beban Masyarakat di Tengah Kesulitan Covid-19, Polresta Samarinda Bagikan Bantuan 10 Ton Beras

Ragam

8 Juta Vaksin Merek Sinovac Tiba di Tanah Air, Percepatan Vaksinasi Akan Lebih Optimal

Ragam

Wali Kota Beri Waktu Tambahan kepada Pemilik Usaha di Citra Niaga untuk Kosongkan Barangnya, Ini Alasannya

Ragam

200 Personel Satpol PP Samarinda Siaga Lakukan Pengawasan Lapangan, Larang Kegiatan Open House

Ragam

Dinas PU Mulai Kerjakan Perbaikan Fisik Waduk Telaga Sari Balikpapan, Ditarget Selesai Tahun Ini