Home / Ragam

Sabtu, 11 September 2021 - 12:27 WIB

70 Persen Banjir Samarinda Disebut Akibat Tambang Batubara, Dewan Berencana Bentuk Pansus Pencemaran Lingkungan

Samri Shaputra, Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda/tribunnews.com

Samri Shaputra, Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda/tribunnews.com

Kaltimminutes.co, Samarinda – Hampir sepekan terakhir Samarinda terendam banjir di sejumlah titik.

Bahkan banjir hingga kini masih merendam pemukiman warga.

Komisi III DPRD Samarinda memanggil sejumlah pihak terkait untuk menangani persoalan klasik Samarinda ini diantaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Dinas Perizinan, Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kaltim, pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) serta Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) yang beroperasi di Samarinda.

Namun dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Kamis (9/9/2021) kemarin tidak semua pihak memenuhi undangan.

Baca Juga :  Melalui Surat Edaran Pemkot Samarinda, DLH Minta Warga Simpan Sampah selama 2 Hari saat Lebaran

Bahkan pemilik PKP2B tidak ada satupun yang hadir.

“Kita sayangkan ya mereka tidak hadir padahal menurut data mereka paling banyak menyumbang banjir di Samarinda,” ujar Samri Shaputra, Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda.

Dalam pertemuan ini Komisi III DPRD Samarinda mendapat informasi jika 70 persen banjir di Samarinda disebakan aktivitas pertambangan batubara.

“Persentasinya cukup mengejutkan hingga 70 persen banjir disebabkan tambang batubara,” lanjutnya.

Mengingat tanggung jawab pertambangan batubara diambil alih Provinsi dan Pusat, Samri berharap ada tindakan tegas dari pemerintah.

Baca Juga :  Galau Sanksi di Pembatasan Sosial, Pasar Ramadan di Jalan Lambung Mangkurat Masih Ramai

“Evaluasi izinnya, kalau perlu cabut saja. Ini jelas merugikan masyarakat Samarinda, terang di depan mata,” tegasnya.

Menyikapi hasil RDP ini Komisi III DPRD Samarinda berencana membentuk Panitia Khusus (Pansus) Pencemaran Lingkungan Hidup.

“Kalau memungkinkan kami akan bentuk itu (Pansus). Tidak sedikit kerugian akibat pencemaran lingkungan di Samarinda, bukan hanya banjir, ada juga polusi udara, limbah berbahaya dan banyak lagi lainnya,” pungkas Samri. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Musala Dinsos Samarinda Dibangun Swadaya, Andi Harun Ikut Menyumbang

Ragam

Kabar Baik, 1898 Tenaga Medis di Balikpapan Akan Diberikan BPJS Ketenagakarjaan

Ragam

Seksi 5 Tol Balsam Longsor, Komisi III Agendakan Panggil BPJT dan Jasa Marga

Ragam

[BREAKING NEWS] Tambah Lagi!! Pasien Positif Covid-19 Bertambah 4 Kasus di Kaltim, dari PPU dan Balikpapan

Ragam

Cegah Penyebaran Covid-19, Fasilitas Stadion Sempaja dan Palaran Ditutup Sementara

Ragam

Kloter Pertama 1,2 Juta Dosis Vaksin Covid-19 untuk Indonesia, Kaltim Berharap Dapat Jatah

Ragam

Andi Harun Bertemu Perwakilan Dubes Singapura, Bahas Peluang Investasi di Kaltim

Ragam

Jelang Akhir Tahun, Hotel di Samarinda Wajibkan Pengunjung dari Luar Daerah Tunjukan Hasil Rapid Test