Home / Ragam

Kamis, 6 Februari 2020 - 20:42 WIB

Ada 14 Mahasiswa Kaltim Dikarantina di Natuna, Hasil Evakuasi dari Wuhan

Kaltimminutes.co, Samarinda – 243 warga negara Indonesia (WNI) berhasil dievakuasi dari Wuhan, China ke Natuna, untuk dikarantina selama 15 hari.

Dari dua ratusan WNI tersebut, terdapat 15 mahasiswa asal Kalimantan Timur yang turut dikarantina melewati masa inkubasi.

Hal tersebut, disampaikan oleh Andi Sri Juliarty, Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, saat rapat koordinasi kesiapsiagaan Novel Corona Virus (2019-nCoV) di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (6/2/2020).

Andi Sri Juliarty menyebut, dari 15 mahasiswa Kaltim ada satu mahasiswa asal Balikpapan yang tengah dikarantina di Natuna. Mahasiswa berjenis kelamin perempuan tersebut diketahui adalah mahasiswa kedokteran yang mengambil study di salah satu universitas di Wuhan.

“Info yang saya terima ada 15 mahasiswa asal Kaltim di Natuna, satu dari Balikpapan, perempuan, mahasiswa kedokteran di Wuhan. Hasil pemeriksaan, yang bersangkutan negatif terpapar corona virus,” kata Andi Sri, dikonfirmasi Kamis (5/2/2020).

Diskes Balikpapan juga tengah menyiapkan langkah-langkah ketika satu orang mahasiswa ini pulang ke Balikpapan. Pihak Diskes juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI.

Baca Juga :  Terus Bertambah, Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Bertambah 6 Kasus, Sembuh Tambah 5 Kasus

“Kami perlu persiapan ketika yang bersangkutan pulang ke Balikpapan. Tentu kami harus mengecek juga, memantau, dan melindungi dampak psikologis karena terdampak kasus ini,” jelasnya.

Diketahui, Mahasiswa Balikpapan yang tengah dikarantina di Natuna, bernama Marina Febriana Chariah, berusia19 tahun. Alumnus SMP 1 Balikpapan ini adalah mahasiswa Pendidikan Kedokteran dari Hubei Minzu University di Kota Enshizhou.

Sementara itu, Muhammad Sabani, Plt Sekprov Kaltim menyatakan, terkait informasi 15 mahasiswa asal Kaltim yang ada di Natuna, tengah dikoordiasikan ke pihak Kementerian Kesehatan RI. Dari informasi yang dihimpun Pemprov Kaltim, ada 14 mahasiswa asal Kaltim, sementara satu mahasiswa berasal dari Kalimantan Utara yang diduga salah input masuk ke data mahasiswa Kaltim.

“Sekarang mereka ditangani oleh pemerintah pusat. Setelah melewati masa inkubasi selama 15 hari, dan dinyatakan negatif corona virus, mereka akan dikembalikan ke daerah asal, termasuk Kaltim,” kata Sabani.

Baca Juga :  BKD Kaltim Batasi Layanan Kepegawaian Usai Didi Rusdiansyah Positif Covid-19, Seluruh Staf Isolasi Mandiri di Rumah

Sabani menyatakan ke 14 mahasiswa Kaltim di Natuna dalam keadaan sehat. Setelah melewati serangkaian pemeriksaan, seluruhnya dinyatakan negatif corona. Mahasiswa asal Kaltim ini berasal dari beberapa kabupaten/kota di Kaltim.

“Kami ada data-data ke 15 mahasiswa tersebut beserta kota asal, namun ini data masih rahasia. Mereka tersebar ada dari Samarinda, PPU, Paser, dan Bontang. Alhamdullilah, mereka semua dalam keadaan sehat, negatif terpapar corona virus,”

Terkait mekanisme pemulangan 243 orang di Natuna ini akan diatur oleh Kemenkes RI.

Diberitakan sebelumnya, Hadi Mulyadi, Wakil Gubernur Kaltim, menyampaikan ke awak media, bahwa tidak ada mahasiswa asal Bumi Etam yang terisolasi di Wuhan.

“Tidak ada laporan adanya warga dan mahasiswa Kaltim yang saat ini terisolasi di Wuhan, Tiongkok,” jelas Hadi. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Kabar Kilang Bontang Batal Dibangun, Pemkot Bentuk Tim Khusus

Ragam

Unmul Minim Bantuan dari Perusahaan, Wagub dan Rektor Unmul Siap Seruduk Perusahaan

Ragam

2 Bulan Lebih Terpapar Corona, Mahakam Ulu Akhirnya Nol Kasus Covid-19

Ragam

Lockdown Akhir Pekan Berpotensi Berlanjut, Akademi Minta Pemprov Sampaikan Evaluasi Pelaksanaan Pekan Lalu

Ragam

Mantap!!! Seksi 1 dan 5 Tol Balsam Sudah 99,93 Persen, Target Operasional Pertengahan 2021

Ragam

Kronologi Satu Pasien Baru Positif Covid-19 di Samarinda, Miliki Riwayat Perjalanan ke Depok dan Jakarta

Ragam

Kucuran DD Meningkat, Pembina Desa Diingatkan Jangan Nakal

Ragam

Presiden Jokowi Teken Keppres, Masukan Gubernur Dalam Dewan Pengarah Gugus Tugas Penanganan Covid-19