Home / Ragam

Rabu, 5 Februari 2020 - 22:01 WIB

Ada Kucuran 3 Triliun di Tol Balsam, Kaltim Diharap Dapat Bagi Hasil

Kaltimminutes.co, Samarinda – Bila sesuai rencana, tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) akan mulai bertarif pada Maret mendatang.

Saat ini pihak Kementerian PUPR RI tengah mengkaji berapa harga tarif yang akan diberlakukan tiap kilometernya.

Kaltim turut menginvestasikan duit di tol Balsam, melalui APBD sebesar Rp 3 triliun. Dengan tarif tol yang mulai diberlakukan, diharap Kaltim turut mendapat pendapatan daerah dari pengelolan tol pertama di Kalimantan tersebut.

Hasanuddin Masud, Ketua Komisi III DPRD Kaltim, menyatakan, Kaltim harus mendapatkan keuntungan dari pengelolaan tol Balsam. Sebab, Kaltim ikut melakukan penyertaan modal pembangunan tol.

“Terkait pengelolaannya saya belum tahu bagaimana. Tapi yang jelas kita harus ada dapat bagi hasil keuntungan di tol Balsam itu,” kata Hasan.

Meski begitu, Hasan menyatakan pendapatan tol sepenuhnya menjadi kewenangan PT Jasa Marga Samarinda.

Baca Juga :  Dukung Konektivitas IKN, BPJN Akan Bangun Tol dari Tol Balsam ke Lokasi IKN Akhir Desember

Namun, Komisi III mendorong Pemprov Kaltim bisa berkoordinasi dengan pihak kementerian, agar ada bagi hasil yang diserahkan ke daerah. Hasan juga menegaskan perlu dibuat payung hukum guna memastikan Kaltim dapat pendapatan daerah dari tol.

“Mekanismenya kami belum tahu, karena kami juga belum pernah dilibatkan soal pendapatan tol itu. Perlu ditetapkan di pergub ataupun perda. Kami Komisi III ada rencana bertemu dengan Gubernur Kaltim, membahas kemungkinan Kaltim dapat pendapatan dari pengelolaan tol Balsam,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan, Aji Sofyan Effendi,  pengamat ekonomi Kaltim asal Universitas Mulawarman. Dirinya menekankan semestinya Pemprov Kaltim mendapat PAD dari tol, sebagai kompensasi dari penyertaan modal pada saat pembangunan awal tol .

Baca Juga :  Andi Harun Bertemu Sandiaga Uno, Nasi Kuning Lambung Mangkurat Jadi Bahan Perbincangan Keduanya

“Jangan juga ibarat orang panen, orang yang tanam modal malah dikesampingkan. Kan tidak benar,” paparnya.

Berbicara bisnis, gelontoran anggaran Rp 3 triliun APBD Kaltim yang mengalir ke tol Balsam, bisa dikatakan masuk entitas bisnis, juga disebut penyertaan modal. Bila peruntukan tol digunakan sebagai bisnis, tidak relevan bila APBD dan APBN masuk ke dalam proyek tersebut.

“Apalagi ini kombinasi dari entitas bisnis dan APBD. Dan jumlahnya tidak kecil. Kalau semua entitas bisnis, publik akan beri ganti rugi melalui bea masuk. Nah kalau ini APBD dan APBN tidak relevan kalau dibebankan kepada masyarakat. Jadi cara menghitung harga pokok produksi per kilometer itu tergantung dari investasi pengusaha,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Diduga Terjatuh Saat Bermain di Kolam Unmul, Bocah 9 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia

Ragam

Fobia Jarum Suntik, Pegawai Pemkot Samarinda Tak Sadarkan Diri Usai Divaksin Covid-19

Ragam

Kabar Baik!!, Kasus Pasien Sembuh Covid-19 Terus Bertambah, Total Sudah 3 Pasien Sembuh

Ragam

Dari Safari Pemenangan Pilkada PKS, Terjunkan Kader Menangkan Paslon Usungan Partai

Ragam

13 Institusi Pendidikan Bersaing di Gelaran Kompetisi Teknik Alat Berat Garapan Trakindo

Ragam

Kasus Covid-19 Makin Parah di Samarinda, Wali Kota Usul Berlakukan Jam Malam

Ragam

Pemkot Samarinda Siapkan Dua Lokasi Pemakaman Covid-19, Ini lokasinya

Ragam

Gelar Aksi, Warga Minta Paslon Akomodir Pembentukan DOB Samarinda Seberang