Home / Ragam

Rabu, 25 Maret 2020 - 18:25 WIB

Akibat Wabah Covid-19, Perekonomian Kaltim Melambat, Diprediksi Hingga 1,5 Persen

Aji Sofyan Effendi, Pengamat Ekonomi Kaltim

Aji Sofyan Effendi, Pengamat Ekonomi Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Wabah Covid-19 membuat perekonomian Kaltim terpukul hingga mengalami pelambatan.

Hingga minggu ke tiga Maret 2020 ini, perekonomian Kaltim, terkoreksi sekitar 0,8 persen.

Hal tersebut disampaikan oleh Aji Sofyan Effendi, Pengamat Ekonomi asal Universitas Mulawarman.

“Saya memprediksi dengan asumsi di akhir Maret, atau awal April nanti Covid-19 ini sudah mereda, dalam kata terjadi penurunan kasus ODP, PDP, maupun konfirmasi, maka perekonomian Kaltim kembali reborn atau membaik,” katanya, dikonformasi Rabu (25/3/2020).

Namun, bila tiga bulan ke depan (April, Mei, Juni), wabah Covid-19 ini masih mengganas dan korban semakin banyak. Maka Aji Sofyan menyakini pertumbuhan ekonomi Kaltim bisa terkoreksi 1,5 persen lebih, dari pertumbuhan ekonomi sekarang 4,7 persen.

“Pediksi saya jika dalam waktu tiga bulan ke depah wabah Covid-19 ini makin mengganas. Maka pertumbuhan ekonomi Kaltim berada di angka 3,2 persen,” jelasnya.

Meski terpukul telak, prediksi angka pertumbuhan terburuk itupun masih dianggap positif, meski dengan pertumbuhan yang melambat.

Baca Juga :  Mall dan Bioskop Segera Buka, Ini Rekomendasi Dinkes Samarinda Terkait Penerapan Kehidupan New Normal

Penurunan ini diakibatkan oleh terganggunya sektor barang secara serius, selain sektor pariwisata yang juga mengalami masalah yang serius. Sektor barang terkena dampak serius karena Kaltim selama ini untuk bahan-bahan dan barang sektor perdagangan masih impor dari daerah lain atau dari luar negeri. Akibat terjadinya wabah ini, proses arus impor dan ekspor menjadi terhambat.

“Karena sektor barang ini kan yang berkaitan langsung masyarakat dengan masyarakat. Untuk kebutuhan pangan saja Kaltim masih impor kok,” tegasnya.

Hal-hal penanganan yang bisa dilakukan oleh Pemprov Kaltim, adalah mempelajari kondisi wabah ini dengan kondisi Bumi Etam. Bahwa ketahanan pangan Kaltim itu ternyata rapuh.

“Pemprov dan Bulog, wajib membuat report berkala terkait ketahanan dan persediaan pangan kita. Sebab, dengan penetapan status social distancing ini, membuat kebutuhan warga akan bahan pokok menjadi meningkat,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Kaltim, Tutuk SH Cahyono, menerangkan pelambatan ekonomi telah menjadi tradisi Kaltim, di awal tahun. Selain corona, ini juga diakibatkan oleh permintaan batu bara yang turun. Lalu hal itu diperparah dengan wabah. Status social distancing juga mengganggu transaksi masyarakat.

Baca Juga :  SK Disebut Sudah Terbit, Golkar Dukung Barkati-Darlis di Pilwali Samarinda 2020

“Bahwa kalau ada perlambatan ekonomi. Itu pasti. Tanpa corona, memang bagaimana pun triwulan I ekonomi melambat. karena banyak faktor. Kalau kita lihat tanpa corona, harga batubara dan permintaan sudah turun,” ungkap Tutuk.

“Keramaian juga dibatasi bahkan dilarang. Maka tentu akan menurunkan konsumsi. Tapi bagus dari sisi kesehatan. Bahwa ekonomi lambat, ya nggak apa-apa. Secara alamiah, tanpa corona ekonomi melambat.Tapi akan pulih,” lanjutnya.

Perwakilan BI Kaltim, mengimbau agar masyarakat tidak panik menghadapi wabah Covid-19 ini. Terlebih melakukan panic buying membuat harga barang di pasaran menjadi tidak terkontrol.

“Kalau ekonomi kacau. Semuanya harga naik . Naiknya harga itu bukan karena fundamental, tapi karena sesuatu yang membuat kita panik membuat permintaan melebihi kebutuhan yang normal,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Insentif Ketua RT Naik, Andi Harun Berharap Begini 

Ragam

Pemprov Minta Perusahaan dan Kab/Kota Siapkan Mobil PCR Bantu Percepat Proses Tracing Covid-19
Sigit Wibowo, Wakil Ketua DPRD Kaltim/ IST

Ragam

Pemberian Gaji di Perusda MMP Hasil Pengelolaan PI 10 Persen, Disorot DPRD Kaltim, Siap Panggil hingga Lakukan Audit Investigasi

Ragam

Dosen Kedokteran Unmul Sebut Cuaca Panas Bisa Bunuh Virus Corona

Ragam

Update Nasional Kasus Covid-19 Per Minggu (20/4): Ada Penambahan 4 Kasus Positif di Kaltim, Total 63 Kasus

Ragam

Akhmed Reza Fahlevi Reses ke Kenohan Kukar, Warga Mengeluh Soal Listrik dan Jaringan Komunikasi

Ragam

Cegah Penyebaran Covid-19, RSUD AWS Tiadakan Jam Besuk
Zairin Zain (kiri)/ IST

Ragam

Survei LSI Denny JA dan JIP Ungulkan Andi Harun-Rusmadi, Zairin Zain Mendoakan