Home / Ragam

Sabtu, 30 Oktober 2021 - 17:48 WIB

Aksi Gerakan Bunga Terung Kaltim,  Singgung  Pembongkaran  Hutan dan Pembakaran Energi

Aksi Gerakan Bunga Terung Kaltim

Aksi Gerakan Bunga Terung Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Aksi digelar Gerakan Bunga Terung Kaltim pada Sabtu pagi (30/10/2021).

Aksi dilakukan dengan menyuarakan perubahan iklim yang dilakukan di dua lokasi, yakni di depan Kantor Gubernur Kaltim, serta di area Jembatan Mahakam Samarinda. ‘

Pihak dari Bunga Terung Kaltim membawa poster bertuliskan hal-hal yang berkaitan dengan perubahan iklim, sekaligus juga mengkritisi COP.

Narahubung Bunga Terung Kaltim, Maulana Yhudistira jelaskan bahwa pada tanggal 31 Oktober-12 November akan terselenggara Konferensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB Yang juga di sebut Conference of the Parties (COP) ke-26 di Glaslow Scotland yang dihadiri oleh 196 negara penandatangan.

Tujuan konferensi tersebut di setiap tahunnya adalah agar para pemimpin negara berkomitmen untuk menahan laju pemanasan global dengan mengurangi pengeluaran gas rumah kaca (GRK), tapi sejak diselenggarakan, emisi gas rumah kaca terus meningkat dan keadaan bumi makin memprihatinkan.

Baca Juga :  1000 Sertifikat Tanah dari Program PTSL Diserahkan Kepada Warga Samarinda, Andi Harun Beri Pesan Begini

“Sayangnya dengan jalur yang sekarang, dimana para politisi terus membawa konflik kepentingan para pemain industri ekstraktif di seluruh dunia, COP26 tidak akan bisa menyelesaikan krisis iklim dan hanya akan menjadi latihan greenwashing terbesar yang pernah dilakukan oleh pemerintah dunia,” ujarnya.

Ia lanjutkan bahwa jika COP bisa mengatasi krisis Iklim mengapa dibutuhkan sampai 26 kali pertemua dan membahas yang itu-itu saja.

“Dimana kata kata besar dan janji palsu terus diutarakan, akan tetapi tanpa aksi nyata dan seakan tidak mengerti sains sambil terus membiarkan keadaan makin memburuk,” katanya.

Baca Juga :  Waduh!! 213 Desa di Kalimantan Timur Belum Teraliri Listrik, Syafruddin: Kami Akan Bantu Tuntaskan

Maulana melanjutkan bahwa Kaltim sendiri terus menjadi wilayah pengerukan dan Penghancuran hutan yang massif dari tahun ke tahun.

“Padahal kita tahu penyebab utama Krisis iklim adalah pembongkaran  Hutan dan Pembakaran Energi dan 71% penyebab krisis Iklim hanya disebabkan oleh 100 Perusahaan dan sebagian diantaranya ada di Kaltim,” katanya.

“Yang kita butuhkan adalah memastikan adanya kedaulatan masyarakat dalam sistem pembuatan kebijakan dan penentuan pembangunan para negara, melalui adanya balai masyarakat yang berdaulat, acak, adil dan representatif, terbebas dari kekuasaan terpusat dan konflik kepentingan,” lanjutnya lagi. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Andi Harun Sampaikan Pesan Prabowo, Pengurus Gerindra Diminta Aktif Cegah Covid-19

Ragam

Update Terbaru, Ada 10 Orang Positif Corona di Kaltim

Ragam

Bahas UMK Jateng, Ganjar Pranowo Ajak KSPI untuk Berdialog

Ragam

Rhoma Irama Tegaskan Nasip Soneta Jika Dirinya Meninggal Dunia

Ragam

Setiap Hari Call Mural Fest 2021, Anda  Bisa Memberikan Penilaian dari ke-9 Potret Hasil Karya Mural 

Ragam

Tolak Gugatan Buruh, MK Minta UU Cipta Kerja Diperbaiki

Ragam

Perayaan Hari Raya Idulfitri, Wali Kota Samarinda Terus Imbau Masyarakat Tegakkan Prokes Covid-19

Ragam

Tunggu Hasil Perampingan Struktural OPD, Eks Gedung Golkar Samarinda Akan Beralih Fungsi