Home / Ragam

Jumat, 24 April 2020 - 16:37 WIB

Akui Tak Efektif Pantau Kendaraan dari Balikpapan, Pos Pemantauan Covid-19 di Pintu Masuk Samarinda Ditutup Sementara

Pembongkaran pos lapangan BPBD Samarinda di pintu masuk Tol Balsam

Pembongkaran pos lapangan BPBD Samarinda di pintu masuk Tol Balsam

Kaltimminutes.co, Samarinda – Memasuki bulan suci Ramadan, Jumat (24/4/2020) Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 resmi menutup sementara pos lapangan mereka yang berada di dua titik, yakni di Jalan HAMM Rifadin, Kecamatan Loa Janan Ilir dan Pos Lapangan di depan pintu gerbang Tol Balsam segmen Palaran. Dua poslap akan dibuka kembali nantinya, saat empat hari menjelang hari raya Idulfitri.

Plh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Hendra AH yang ditemui di kantornya siang tadi mengatakan, penutupan sementara juga telah mendapat rekomendasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda. Menurut pria yang tergabung Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Covid-19 itu, pelaksanaan pengawasan masuknya kendaraan ke Kota Tepian kurang efektif saat Bulan Suci Ramadhan.

“Pertimbangannya karena jumlah arus lalu lintas saat bulan puasa seperti ini akan jauh berkurang dari bulan sebelumnya, penutupan itu juga sudah dapat rekomendasi dari Dinkes Samarinda,” kata Hendra.

Baca Juga :  Update Covid-19 Kaltim: Positif Tambah 2 Kasus Total 329, Pasien Sembuh Tambah 4 Kasus, Total 210 Kasus

Meski dua Poslap dihentikan sementara, Hendra menerangkan untuk Posko Induk di halaman kantor BPBD Samarinda, Jalan Sentosa Dalam, Kecamatan Sungai Pinang akan tetap berjalan. Hendra menegaskan kalau posko induk ini akan terus berjalan selama 24 jam penuh. Sedangkan Imbauan yang kerap dilakukan akan terus dijalankan, walaupun saat Bulan Suci Ramadhan.

Disinggung upaya pencegahan ini nantinya bisa kecolongan saat penutupan dua Poslap ini, Hendra mengaku kalau pihaknya telah menyiapkan siasat lain. Yakni dengan meminta bantuan dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa di setiap Kelurahan se Kota Tepian. Hal itu dinilai karena Babinsa dan Bhabinkamtibmas lebih mengetahui keluar masuknya warga di ruang kerjanya. Walaupun setiap Kelurahan hanya dibekali satu personel saja.

“Kami akan memberdayakan Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Dari laporan mereka baru posko induk yang akan menindak lanjuti,” terangnya.

Mengulik data operasi poslap selama tiga minggu beroperasi, mulai 3-22 April 2020, BPBD Kota Samarinda mencatat ada sekitar 7.045 orang yang ingin masuk ke Kota Tepian. 201 diantaranya memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat celcius.

Baca Juga :  Rilis Survei JIP di 5 Daerah Pemilihan di Samarinda, Paslon Andi Harun-Rusmadi Unggul di Seluruh Dapil

“Untuk yang suhu tubuhnya mencapai 38 derajat celcius. Kami data, dan meminta untuk karantina mandiri setibanya di tempat tujuan,” imbuh Hendra.

Bahkan tiga diantara pendatang, petugas gabungan menemukan 3 pengendara yang masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP). Ketiganya berasal dari Kota Minyak yang notabene menjadi zona merah di Kaltim karena telah ditemukannya penularan secara lokal di wilayah tersebut.

“Jadi kami suruh kembali,” tegaanya.

Kembali ke penutupan sementara poslap. Pembukaan yang akan dilakukan empat hari sebelum Idul Fitri dikarena untuk mengawasi masyarakat yang melaksanakan mudik.

“Kami akan awasi juga, karena dari pemerintah pusat juga sudah ada larangan mudik,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Pemprov Kaltim Tak Perpanjang IUP Habis di IKN, Fokus di Wilayah Inti Ibu Kota

Ragam

Samarinda Tak Masuk Daftar Boleh Lakukan Relaksasi Covid-19, di Kaltim hanya Mahulu yang Diperbolehkan New Normal

Ragam

Jalan PM Noor Kerap Makan Korban Jiwa, Andi Harun: Segera Ditindak Lanjuti

Ragam

Kamis Pagi, Data Penghitungan Suara KPU Samarinda Telah Masuk 55 Persen, Andi Harun-Rusmadi Unggul Tipis

Ragam

Mantap!!, Tiongkok Klaim Temukan Vaksin Covid-19

Ragam

Dinkes Samarinda Gelar Rapid Test Bagi Korban Banjir Kota Tepian, Ini Alasannya

Ragam

Satu Orang Dinyatakan Hilang, Diduga Kecelakaan Kapal di Sungai Mahakam

Ragam

Perempuan Berstatus PDP Meninggal Dunia di Kukar, Hasil Rapid Test Negatif, Pemakaman Dilakukan Sesuai Protokol