Home / Ragam

Selasa, 26 Oktober 2021 - 15:00 WIB

Bahan Bakar Minyak Langka, Ini Penyebabnya

spbu / wordpress.com

spbu / wordpress.com

Kaltimminutes.co – Akhir-akhir ini sejumlah daerah mengeluhkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Daerah yang mengalami kelangkaan BBM tersebut mulai dari Sumatra hingga Jawa.

Jenis BBM yang langka bukan hanya solar bersubsidi melainkan bensin non subsidi dengan merek pertalite (RON 90)  juga dikabarkan  mengalami kelangkaan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Soerjaningsih.

Dalam keterangannya Soerjaningsih membenarkan hal tersebut. Menurutnya hal tersebut dikarenakan lonjakan harga minyak, selain itu juga dipengaruhi meningkatnya  aktivitas perekonomian masyarakat saat pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM),

“Pasokan Solar dan Pertalite yang akhir-akhir ini terjadi antrian. Kalau kami amati bahwa kita tahu saat ini harga minyak naiknya cukup naik tajam. Kemudian, aktivitas masyarakat itu juga sudah kembali normal,” ungkapnya dalam konferensi pers, Senin (25/10/2021).

“Tadinya pada masa PPKM, sekarang jadi lebih longgar, kita kembali normal sama seperti kondisi sebelum Covid dari sisi konsumsi,” imbuhnya.

Soerja juga menjelaskan, kini harga bensin Pertalite (RON 90) di SPBU kini masih dipatok sebesar Rp 7.650 per liter. Namun, harga keekonomian sudah mencapai di atas Rp 11.000 per liter.

Baca Juga :  Diduga Terjatuh Saat Bermain di Kolam Unmul, Bocah 9 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia

Hal ini tak lain karena lonjakan harga minyak dunia yang telah menyentuh di kisaran US$ 85 per barel. Adapun asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada APBN 2021 hanya sebesar US$ 45 per barel.

“Pertamina masih tetap harus jual di harga Rp 7.650, ini kembali lagi agar supaya tidak terjadi keresahan di masyarakat karena kenaikan harga cukup tinggi, sehingga Pertamina sebagai BUMN diharapkan bisa support kelancaran pendistribusian BBM yang terjangkau,” paparnya.

Secara umum, dia menyebut saat ini kondisi sudah berangsur normal dan diupayakan segera kembali normal.Sebelumnya, Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman mengakui bahwa belakangan ini terjadi kelangkaan Solar bersubsidi di beberapa daerah, seperti Sumatera Utara, Jambi, dan Jawa.

“Jadi memang kita alami beberapa kejadian kelangkaan (Solar) di Sumatera Utara, Jambi, dan Jawa. Secara umum semua kondisi telah normal, diupayakan normal,” ungkapnya dalam wawancara bersama CNBC Indonesia, Senin (25/10/2021).

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika bercerita, bulan lalu saat dia melakukan kunjungan ke Dapil, banyak laporan dari masyarakat yang menyebut terjadi kelangkaan.

Baca Juga :  BINda Kaltim Gelar Vaksinasi Anak 6-11 Tahun, Sasar Ribuan Siswa SD di Samarinda

Mengenai kelangkaan ini dia mengaku sudah berkomunikasi dengan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan BPH Migas. Menurutnya, jawaban dari dua pihak ini adalah kelangkaan akibat adanya masalah cash flow di Pertamina.

“Masalah BBM ini pilarnya ada tiga yakni Menteri ESDM, Pertamina, dan BPH Migas. Waktu saya tanya satu-satu semuanya saling menghindar, Pertamina bilang dari BPH, BPH bilang karena Pertamina, saya ke Menteri juga komunikasi,” ucapnya dalam kesempatan yang sama.

Menurutnya, masalah utama energi yang tidak boleh terjadi adalah kelangkaan. Kejadian kelangkaan ini menurutnya terjadi karena kurangnya antisipasi pemerintah dan badan usaha.

Dia mencontohkan, di Jawa saat ini sedang musim panen, di mana petani sudah tidak lagi memanen padi dengan tangan, namun dengan mesin yang membutuhkan Solar. Kondisi ini dia sebut tidak diantisipasi, sehingga terjadi kelangkaan.

“Pelaut tidak melaut karena gak ada Solar karena keadaan yang begini,” sesalnya. (*)

Atikel ini telah tayang di cnbcindonesia.com dengan judul “Gak Cuma Solar, Bensin Pertalite Juga Langka!”. https://www.cnbcindonesia.com/news/20211025173715-4-286435/gak-cuma-solar-bensin-pertalite-juga-langka

Share :

Berita Terkait

Ragam

Bapenda Sebut Ada 4 Hotel di Samarinda Tunggak Pembayaran Pajak

Ragam

Waduh! Di Tengah Pandemi Covid-19, Pejabat Bontang Ramai-ramai Pergi Rapat di Bali, Nginap di Hotel Berbintang 

Ragam

Nah! 50 Peserta Ijtima Gowa Asal Balikpapan Akan Lakukan Rapid Test Ulang

Ragam

BREAKING NEWS – 8 ABK Asal Makassar Dinyatakan Positif Covid-19, Kasus Positif Baru di Masa Relaksasi Samarinda
FORUM KAPASITAS NASIONAL - Penerimaan negara dari sektor hulu migas diperkirakan capai USD 11,7 Miliar/ Dok narsum

Ragam

Penerimaan Negara Sektor Hulu Migas Diperkirakan Capai USD11,7 Miliar Hingga Akhir 2021

Ragam

Banyak Staf Labkes Positif Covid-19, Pemeriksaan Sampel Swab Dihentikan Sementara

Ragam

Lockdown Akhir Pekan Berlanjut, Hadi Mulyadi Ungkap Tetap Pikirkan Keinginan Warga

Ragam

Laporan Keuangan Dianggap Transparan dan Akuntable, Pemprov Kaltim dan 10 Kab/Kota Raih Opini WTP