Home / Ragam

Senin, 30 Maret 2020 - 19:31 WIB

Baru 354 Peserta Ijtima Didata, Peserta Lain Masih Dicari

Andi M. Ishak, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim

Andi M. Ishak, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim

 

Kaltimminutes.co, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, memfokuskan perhatiannya pada peserta Ijtima Asia di Gowa Sulsel yang pulang ke Kaltim.

Hal ini dilakukan, lantaran ditemukannya satu kasus konfirmasi positif di Balikpapan, adalah dari peserta Ijtima Asia Gowa.

Dinkes Kaltim telah mendapat laporan dari 8 kabupaten/kota, yang melakukan tracing peserta Ijtima. Hasilnya 354 orang berhasil ditracing. Dari angka tersebut 61 orang dinyatakan orang dalam pemantauan (ODP), karena memiliki gejala medis, seperti batuk, pilek, dan demam.

Dinkes Kaltim tengah berupaya melakukan tracing ke seluruh peserta asal Kaltim yang mengikuti Ijtima Asia 2020 di Gowa. Diperkirakan, sesuai data dari panitia acara, total peserta asal Kaltim mencapai 1.642 orang.

Baca Juga :  [BREAKING NEWS] Tembus 100 Kasus, Konfirmasi Positif Covid-19 di Kaltim Tambah 8 Kasus, Seluruhnya dari Klaster Ijtima Gowa

“Artinya yang mampu ditacing oleh kabupaten/kota baru 354 orang. Kami masih upayakan mencari seluruh peserta Ijtima di Kaltim,” kata Andi M. Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Senin (30/3/2020).

 

Sementara itu, pasien dalam pengawasan (PDP) dari peserta Ijtima Asia 2020, sebanyak empat orang. Ke empatnya dari Berau (2), Balikpapan (1) warga Banjarmasin, Kubar (1).

“Hasil tracing terbanyak peserta Ijtima berasal dari Samarinda, sebanyak 200 orang. Sementara ODP di Samarinda berjumlah 40 orang,” jelas Andi.

Baca Juga :  Kabar Duka, Yusriansyah Syarkawi Bupati Paser Meninggal Dunia Selasa Dini Hari

Ada dua daerah yang belum melaporkan hasil tracing peserta Ijtima Asia 2020, yakni Kukar dan Balikpapan.

Sementara itu, untuk kendala tracing di kabupaten/kota, pihak Dinkes Kaltim terkendala karena peserta Ijtima enggan melapor dan tidak ada keterbukaan dari peserta itu sendiri.

“Tidak mau melapor dan keterbukaan warga. Kami mau menggali kadang-kadang tidak mau menyampaikan secara rinci siapa saja yang berangkat ke Ijtima,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Ibadah Natal, Warga Dilarang Berkumpul Orang Banyak di Tempat Ibadah

Ragam

Kerap Dianggap Lubang Maut, Lubang Bekas Tambang Bisa Bernilai Ekonomis dan Sumber Air Bersih

Ragam

Penyelenggara Pilkada Diminta Tegas Jika Ada Pelanggaran, Ini Deteksi Dini Oleh Pihak Kepolisian

Ragam

Kamis Pagi, Data Penghitungan Suara KPU Samarinda Telah Masuk 55 Persen, Andi Harun-Rusmadi Unggul Tipis

Ragam

Sah!! Seno Aji Dilantik Jadi Wakil Ketua DPRD Kaltim Gantikan Andi Harun

Ragam

Jalan PM Noor Kerap Makan Korban Jiwa, Andi Harun: Segera Ditindak Lanjuti

Ragam

Kota Tepian Dapat Label Kota Layak Anak, Tapi Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Samarinda Justru Tertinggi di Kaltim

Ragam

Waduh!! 50an Petugas Medis di RSUD AWS Samarinda Diisolasi Terkait Covid-19, Ada Apa?