Home / Ragam / Ringan

Selasa, 11 Februari 2020 - 22:32 WIB

Belajar Panah, Anjuran Rasul Hingga Persiapan Akhir Zaman

Sseeetttt…. Anak busur itu melesat membelah udara, kencang!. Sesaat kemudian menancap meski tak tepat sasaran. Hampir!. Begitulah suasana kegiatan panahan sore hari di lapangan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Jalan Abdul Wahab Syahranie, Samarinda.

 

 

Irwan Wahidin

 

Kaltimminutes.co, Samarinda – Papan bantalan yang menjadi target anak panah itu berwarna hitam, dengan gambar target yang berwarna-warni. Titik utamanya bulat berwarna kuning. Agakl kecil memang dibanding garis lingkar target yang lainnya. Karena kecil itulah, ketika anak panah menancap di sana. Hati puas bak cinta diterima kekasih.

Kegiatan memanah tengah populer di Samarinda. Meski tidak terlalu familiar memang ketika seseorang mendengar kata archery atau yang lebih akrab dengan sebutan pemanah.

Nama-nama seperti Katniss Everdeen dari film Hunger Games, Merida dari Brave, serta Hawkeye di film The Avengers, adalah tokoh film yang berperan dengan menggunakan panah. Meski terdengar tradisional, alat itu dikemas dengan apik sehingga terlihat modern dan mengerikan ketika mengenai musuh.

Dulu, busur dan panah digunakan para prajurit kerajaan sebagai senjata untuk berperang. Namun kekinian, aktivitas itu beralih fungsi, tidak hanya dari kalangan atlet olah raga saja yang menggemari, tapi juga menjadi daya tarik tersendiri sebagian khalayak untuk memuaskan hobi.

Di Samarinda, kegiatan panahan tidak lagi hanya menjadi salah satu cabang olahraga yang pertandingan. Sekarang, ada juga yang menjadikan panahan sebagai hobi. Seperti di salah satu tempat latihan yang terletak di lapangan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di jalan Abdul Wahab Syahranie, Samarinda.

Tiap Jumat sore selepas waktu Asar, sekitar pukul 16.30 Wita. Para pemanah yang tergabung dalam Elang Borneo Archery Club (EBAC) berlatih memanah mengisi waktu luang. Selain EBAC, ada juga komunitas lain bernama One Day One Juz (Odoj) juga ikut berlatih memanah bersama.

Dari namanya saja, sudah bisa diterka kalau komunitas ini punya kegiatan positif. Menariknya, sebelum memulai aktivitas panahan, selama kurang lebih 10 menit mereka mengaji bersama. Setelah selesai, dilanjutkan dengan pemanasan yang dipimpin langsung oleh pelatih. Tak pandang usia dan gender, mulai dari anak seumuran sekolah dasar hingga dewasa, semua ada.

Menonton mereka saja rasanya memancing saya untuk mencoba dan merasakan langsung memanah target. Penasaran saya tidak akan terbayar jika hanya diam dan melihat mereka memainkan busur. Saya coba mendekati dan sedikit bertanya-tanya kepada seseorang yang beristirahat.

Seperti tidak asing ketika melihatnya dari dekat, masih memegang gagang panahnya, dengan selembar handuk kecil tangan kanannya menghapus keringat di dahi membasahi hingga hidung. Kelihatan lelah tapi sesekali ia tertawa saat bercanda dengan rekan di sebelahnya, yang tidak lain adalah pelatih. Benar saja, ternyata pria tersebut Zainuddin Fanani, salah satu tokoh di Kaltim.

Mantan direktur utama Bankaltimtara yang baru saja pensiun itu mengaku baru pertama kali mendatangi tempat latihan panahan. Sebelumnya, ia pernah diberi bingkisan kelengkapan alat panah, target, dan beberapa busur dari sahabatnya. Hal itu membuatnya terkejut dan sempat kaget diberikan bingkisan yang tidak diduga-duga.

“Hampir 6 bulan yang lalu dikasih tapi tidak pernah saya gunakan, karena kan masih aktif bekerja jadi agak sulit mengalokasikan waktu. Nah, hari ini saya punya kesempatan. Kebetulan ada pelatih, jadi saya coba sekalian,” katanya ramah.

Pria paruh baya itu menceritakan sedikit keluh kesahnya yang kurang berolahraga selama hampir 12 tahun bekerja di perusahaan daerah ternama di Kaltim itu. Memanfaatkan waktu pensiunnya, kini mantan dirut dua periode itu lebih memanfaatkan waktu renggangnya untuk berolahraga. Meski beberapa kali tembakannya meleset dari target, seketika menarik busur untuk kali pertama, dirinya sangat tertarik untuk menekuni kegiatan yang belum pernah dilakukannya sebelumnya.

“Saya coba sekarang memanfaatkan waktu luas ini, dulu saya sangat menggemari olahraga tapi karena tugas negara yang harus dijalankan dengan waktu yang lama, jadi agak berkurang, nah berpengaruhlah ke badan saya,” ujar Fanani dengan tawanya usai menjalani latihan panahan di lapangan KNPI.

Baca Juga :  Terkait Polemik SMA 10 dan Yayasan, DPRD Kaltim Minta Gubernur  Ambil Kebijakan Penyelesaian

Dengan kehadirannya, Fanani berharap tidak hanya ia saja yang bisa mendapat keuntungan, tapi juga bisa memberikan minimal menambah semangat para kawan-kawan pemanah lainnya yang ikut latihan dan bisa mengakomodasi jika sewaktu ia dibutuhkan. Mengingat panahan juga masuk ke salah satu cabang olahraga hingga ke tingkat internasional.

“Ini kan termasuk cabang olahraga yang diperlombakan juga, ya sampai ke manca negara, kalau anak-anak sudah dibina sejak dini kan bisa jadi atlet. Apalagi ini juga olahraga favorit Rasullullah, 14 abad yang lalu sudah diajarkan untuk umatnya,” tuturnya.

 

Manfaat Memanah untuk Tubuh

Umumnya, panahan tidak setenar cabang olahraga lainnya seperti sepak bola, basket, ataupun bola voli. Meski demikian, panahan tidak sepi peminat. Meskipun panahan terlihat minim gerakan karena hanya berdiri dan membidik target, olahraga ini sebenarnya memiliki manfaat bagus untuk tubuh dan psikologi seseorang.

 

Menguatkan Tubuh Bagian Atas

Olahraga panahan menempatkan tekanan pada otot-otot kedua lengan serta dada, bahu, dan punggung. Mirip dengan angkat beban, tekanan ini akan ditahan selama beberapa detik sebelum pemanah melepaskan anak panahnya. Dengan pengulangan, tekanan menarik dan melepaskan tali busur, dapat menguatkan otot tubuh bagian atas.

 

Mengontrol Keseimbangan

Keseimbangan sangat penting dalam menembak target, karena pemanah harus dapat menahan tubuh saat membidik dan bersiap melepas tembakan. Berlatih memanah membantu seseorang untuk mendapatkan kontrol atas keseimbangan saat sedang fokus membidik target. Semakin banyak berlatih, semakin otot inti terbiasa untuk menyeimbangkan tubuh.

 

Melatih Koordinasi dan Kecepatan

Koordinasi paling utama dalam memanah adalah mata dan tangan. Panahan melatih tangan untuk bekerja bersama saat melakukan tugas yang berbeda, yaitu membidik dan menembakkan panah berdasarkan apa yang mata lihat. Cerebellum yang ada di belakang otak akan mengirim sinyal pada otot untuk menjaga kondisi tubuh supaya seimbang. Selain akan menghasilkan pembidikan yang baik, peningkatan koordinasi dan kecepatan juga bisa membantu seseorang dalam aktivitas lainnya.

 

Melatih kesabaran dan konsentrasi

Karena dituntut untuk membidik target dari jauh se-akurat mungkin, maka fokus dan konsentrasi sangat berperan penting dalam olahraga panahan. Gerakan harus sesuai dengan pikiran, sehingga secara tidak langsung dapat melatih daya fokus antara pikiran emosi dan gerak psychomotoric. Terus berlatih konsentrasi saat memanah juga akan melatih untuk bisa berkonsentrasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan fokus, seseorang bisa meredam kekhawatiran dan terbantu untuk lebih fokus pada tugas. Belajar tetap fokus melalui olahraga panahan akan mengatasi gangguan dan penundaan pekerjaan.

 

Melatih Fokus

Fokus penting untuk kesuksesan sebagai pemanah dan mengembangkan fokus dapat berdampak positif pada kesehatan mental seseorang. Semakin terfokus pada target, semakin mudah untuk menjernihkan pikiran dan membidik secara tepat, baik dalam praktik maupun dalam pertandingan. Keterampilan ini juga akan membantu seseorang menghadapi situasi-situasi stres dan tertekan dalam hidup.

 

Menyehatkan Jantung

Dalam pertandingan, pemanah dapat berjalan sejauh 8 km saat melakukan pengecekan hasil tembakan. Meski aktivitas berjalan ini dilakukan dalam interval pendek, efek kumulatif dari berjalan di seluruh kompetisi dapat meningkatkan kesehatan jantung, kekuatan otot, dan kekuatan kaki. Beberapa manfaat ini bahkan bisa didapat selama latihan, karena pada saat itu juga akan menghabiskan banyak waktu untuk berjalan mengambil kembali panah.

 

Meningkatkan Kepercayaan Diri

Dalam panahan, seseorang bisa bersaing dengan yang lain atau melawan diri sendiri. Akan tetapi, olahraga ini bukan hanya tentang melepaskan busur panah. Meningkatkan performa dengan latihan yang rutin dan disiplin juga membangun kepercayaan diri.

 

Relaksasi

Danika Yarosh, seorang aktris asal Amerika Serikat yang menggeluti olahraga panahan, mengatakan bahwa panahan bisa menenangkan dan menghilangkan stres. Melepaskan panah, melihat busur terbang, dan mendengarnya sampai di bulatan target dinilainya dapat membantu menghilangkan stres.

Baca Juga :  Pengesahan APBD Perubahan Kaltim 2021 Hampir Dipastikan Tak Dapat Dilakukan, Ini Imbasnya

 

Pernah Menjadi Senjata untuk Menguasai Dunia

Melihat ke belakang, kembali ke masa di mana dunia dalam pertempuran besar. Semua kerajaan saling berebut kekuasaan untuk menguasai dunia, termasuk bangsa Mongol yang menjadi sejarah bangsa penguasa peradaban lebih dari sepertiga dunia. Mereka adalah bangsa nomaden yang menghabiskan hidupnya dengan berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Menurut cerita yang berkembang, prajurit Mongol dikenal dengan kebengisannya dalam memusnahkan musuh dan siapa saja yang tidak mau tunduk pada kerajaannya. Yang lebih mengejutkan lagi, tidak hanya kaum pria saja yang terkenal kekuatan berperangnya. Mandhuhai, seorang wanita pejuang yang pernah menjadi pengatur taktis yang tajam dari bangsa Mongol, beberapa diantaranya juga pernah ada yang memimpin, mengatur kestabilan ekonomi dan memegang beberapa posisi tertinggi lain dikerajaan.

Ketika terjadi perang dengan bangsa lain, panah adalah senjata utama para prajurit Mongol untuk menghabisi lawannya selain pedang melengkung saat menunggang kuda atau berjalan kaki. Keahlian memanah pasukan Mongol adalah yang terbaik dizamannya. Sejak belia, keturunan mereka sudah diajarkan untuk berkuda dan memanah, ketika terbiasa dengan alat, kedewasaan mereka teruji menjadi pemanah handal. Pasukan Mongol biasanya memiliki dua anak panah, ringan dan berat. Panah ringan digunakan untuk membidik target yang jauh, sedangkan yang berat untuk jarak tembak dekat yang bisa efek mematikan musuh seketika. Teknik inipun konon sangat ditakuti pasukan di seluruh dunia.

Beberapa jenis panah yang digunakan sesuai situasi yang terjadi, yang paling terkenal adalah panah peluit, panah berongga yang mengeluarkan suara siulan keras saat ditembakkan. Gunanya untuk menakuti musuh atau memberi isyarat kepada prajurit lain.

Ada lagi panah api dan senjata jarak jauh seperti busur komplit. Senjata yang berukuran kecil itu memiliki dua kali jangkauan busur inggris. Kepala busur yang menusuk akan sangat mematikan jika tepat mengenai musuh, ada yang bebahan besi dan bisa meluncur sangat jauh.

 

Anjuran Nabi Muhammad SAW

Sejarah peradaban islam tidak terlepas kaitannya dengan aktivitas memanah. Bagi umat muslim dewasa ini, sebagian kaumnya mungkin kini telah melupakan panahan. Padahal kegiatan ini merupakan kunci keberhasilan pasukan dalam beberapa peperangan dimasa lalu dan salah satu anjuran yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW. Secara tidak langsung, banyak sumbangsih yang bisa didapat dari keterampilan memanah.

Dalam sebuah hadist dari sahabat Sa’ad bin Abi Waqqash radhiallhu’anhu, Rasulullah mengatakan, “Hendaknya kalian latihan memanah karena itu permainan yang paling baik bagi kalian.”

Hadist lain yang diriwayatkan Bukhari/Muslim, Rasulullah mengatakan, “Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang serta memanah,” lalu ada pula, “Lemparkanlah (panah) dan tunggangilah kuda.” (HR Muslim).

 

Persiapan Akhir Zaman

Konon, ketika dunia ini berada di akhir zaman, perang berkecamuk dimana-mana, peradaban akan kembali seperti sedia kala dimana teknologi musnah seluruhnya. Ketika masa itu tiba, panah, pedang, kuda, dan sejenisnya menjadi senjata utama dalam mempertahankan diri.

Apakah begitu demikian ? bukankah saat ini peralatan perang sudah modern dengan teknologinya ? Tentu ada maksud dari hadits yang diturunkan oleh Rasulullah kepada umatnya untuk bisa memanah, berenang dan berkuda. Mungkin saja akan ada perang dunia yang akan kembali terjadi, yaitu perang dunia jilid III yang disebut-sebut sebagai perang nuklir.

Setelah berakhir, maka perang akan berlanjut dengan senjata manual, ketika semua teknologi sudah musnah dan tidak bisa digunakan lagi. Saat itulah, pemenang diukur dari siapa yang memiliki nafas panjang. Sudah kah kita mempersiapkan dimasa itu ? Tertarik untuk berlatih memanah?

 

 

Ditulis oleh:

Irwan Wahidin, Jurnalis Kaltimminutes.co

Share :

Berita Terkait

Ragam

Sabar! Beasiswa Kaltim Tuntas Ditunda Gegara Corona

Ragam

Update Covid-19 Kaltim: Pasien Positif Tambah 10 Kasus, 1 Pasien Meninggal di Balikpapan

Ragam

Update Covid-19 Balikpapan, Pasien Positif Tambah 5 Kasus, Total 71 Kasus

Ragam

Buntut Dugaan Tambang Ilegal di Loa Janan, Mahasiswa Seruduk Kantor ESDM Kaltim

Ragam

Kabar Baik!! Per Selasa (12/5/2020) Tiga Pasien Lagi Dinyatakan Sembuh dari Corona, Berikut Data Lengkap dan Sebarannya

Ragam

Kapasitas 500 Sampel Perhari, Lab Fakultas Kedokteran Unmul Segera Lakukan Pengujian PCR Covid-19

Ragam

Kabar Duka, Dahri Yasin Politisi Senior Partai Golkar Kaltim Meninggal Dunia

Ragam

Polisi Tambah Dua Saksi Selidiki Kecelakaan Maut di Jalan Suryanata