Home / Ragam

Kamis, 4 Februari 2021 - 15:08 WIB

Benahi Longsor di Samarinda Seberang, PUPR Kaltim Akan Bangun Dinding Penahan Tanah

Aji Muhammad Fitra Firnanda, Kepala Dinas PUPR Kaltim saat melakukan koordinasi dengan pihak terkait tak jauh dari lokasi longsoran tanah menutupi jalan di Samarinda Seberang, Rabu (3/2/2021)

Aji Muhammad Fitra Firnanda, Kepala Dinas PUPR Kaltim saat melakukan koordinasi dengan pihak terkait tak jauh dari lokasi longsoran tanah menutupi jalan di Samarinda Seberang, Rabu (3/2/2021)

Kaltimminutes.co, Samarinda – Dinas PUPR Kaltim mulai melakukan pembenahan terkait longsoran tanah menutupi jalan di Samarinda Seberang.

Penanganan jangka pendek dan jangka panjang disiapkan, menbenahi akses jalan milik provinsi ini.

Untuk jangka pendek, Jalan Pattimura yang menghubungkan Samarinda Seberang dan Palaran ini akan ditutup total selama 5 hari, sejak tanggal 5 Februari 2021.

Tujuannya untuk perbaikan cor beton jalan yang rusak akibat longsoran tanah.

Hal tersebut dijelaskan Aji Muhammad Fitra Firnanda, Kepala Dinas PUPR Kaltim, saat melakukan peninjauan di lokasi longsor.

“5 hari ditutup total, kami mengerjakan cor beton yang ada cacat di area longsoran. 5 hari itu cor betonnya selesai langsung dibuka. Tapi 5 hari itu juga kami gali tanah longsoran,” kata Aji Firnanda, Rabu (3/2/2021).

Baca Juga :  Masih Tunggu SK dari Mendagri, Pemprov Kaltim Jadwalkan Pelantikan Pjs Pada 26 September

Usai 5 hari perbaikan cor beton, selanjutnya dilakukan pengangkatan dan pembuangan tanah longsoran selama 10 hari. Selama 10 hari itu, dilakukan buka tutup jalan.

“Sebenarnya untuk waktu pelaksanaan kami belum bisa memastikan, karena tanah itu sangat labil. Setiap hujan memang tanah turun. Selama ini memang kami angkat, tapi hujan turun lagi, gitu terus,” jelasnya.

Tidak ingin terjadi longsoran lagi, Dinas PUPR Kaltim telah mengalokasikan dana Rp 8 miliar, untuk pembangunan konstruksi dinding penahan tanah.

Aji Firnanda membangunan dinding penahan tanah tersebut membutuhkan waktu 6 bulan konstruksi.

“Kami sudah alokasikan bangunan permanen dinding beton atau diturap berupa dinding penahan tanah. Saat ini dalam proses lelang sudah mulai. Anggaran sudah ada sekitar Rp 8 miliar,” tegasnya.

Baca Juga :  Syaharie Jaang, Walkot Samarinda Positif Covid-19, Suhu Tubuh Sempat 37 Derajat

Meski dinding penahan tanah akan dibangun dengan biaya miliaran rupiah, rupanya konstruksi tersebut bukan jaminan bisa berkelanjutan menahan tahan longsor dari lereng gunung tepat berada di samping badan jalan.

Dirinya mengungkap, dengan kondisi tanah yang begitu labil, bila seluruh tanah gembur di atas turun. Tidak menutup kemungkinan akan melimpas di atas dinding beton atau bisa tidak kuat menahan beban tanah yang longsor.

“Makanya perlu antisipasi penanganan di atas, jangan sampai ada air yang mengalir ke lokasi longsoran. Jalur air harus dipotong di atas perbukitan itu,” imbuhnya.

“Karena itu lahan warga, bukan pemerintah, seharusnya warga pemilik tanah bisa melakukan lengerjaan dari atas, dibantu Camat dan Lurah setempat,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Kabar Baik!! Dua Pasien Covid-19 di Samarinda dan Balikpapan Dinyatakan Sembuh, Kasus Sembuh Bertambah Jadi 8 Orang

Ragam

Pemprov Kaltim Tetapkan Zona Pesisir, Nelayan dan Sektor Industri Tetap Diakomodir

Ragam

Sasar ODP Potensial, Dinkes Kaltim Lakukan Rapid Test Skala Besar

Ragam

Jalani Karantina di Gudang Kosong, 3 Pemudik Menangis Didatangi Hantu

Olahraga

Target Kaltim Capai 50 Medali di Ajang PON Papua 2021, Andi Harun Siapkan Pelatih Bersertifikasi

Ragam

Lahan Belum Dibayar Lunas Selama 14 Tahun, Waga Blokir Jalur Tol Balsam Km 13

Ragam

Andi Harun Bertemu Sandiaga Uno, Nasi Kuning Lambung Mangkurat Jadi Bahan Perbincangan Keduanya

Ragam

Pangdam Mulawarman dan Kapolda Kaltim Bagi-bagi Masker ke Pasar Pagi, Imbau Warga Tak Keluar Rumah Hari Sabtu dan Minggu