Home / Ragam

Kamis, 30 Januari 2020 - 23:10 WIB

Bencana Virus Corona Sudah Tertulis di Alquran dan Hadist

Kaltimminutes.co, Samarinda – Wabah virus corona yang berasal dari Wuhan, China, sudah menjadi permasalahan global. Jumlah korban meninggal akibat virus mematikan ini diketahui sudah mencapai lebih dari 100 orang pada Selasa, 28 Januari 2020.

Ramai diberitakan, virus ini diketahui berasal dari sup kelelawar dan katak yang biasa dikonsumsi orang-orang di sana. Sedangkan, menurut ajaran agama Islam, kelelawar dan katak merupakan dua hewan yang dilarang untuk dibunuh apalagi dimakan.

Melalui tayangan di channel Youtube Permana Cuy, dikutip VIVA, ada sebuah hadis yang membahas kedua binatang tersebut. Dalam hadis itu tertulis:

“Dari ‘Abdullah bin ‘Amru, ia berkata, “Janganlah kalian membunuh katak, karena suaranya adalah tasbih. Jangan kalian pula membunuh kelelawar, karena ketika Baitul-Maqdis roboh ia berkata : ‘Wahai Rabb, berikanlah kekuasaan padaku atas lautan hingga aku dapat menenggelamkan mereka,” (HR. Al Baihaqi dalam Al-Kubraa 9: 318 dan Ash-Shughraa 8: 293 No. 3907, dan Al-Ma’rifah hal. 456. Al Baihaqi berkata bahwa sanad hadis ini shahih).

Baca Juga :  Nah! 50 Peserta Ijtima Gowa Asal Balikpapan Akan Lakukan Rapid Test Ulang

Video yang memuat penjelasan tentang bahaya membunuh katak dan kelalawar lalu dikaitkan dengan virus corona ini pun menjadi viral. Dari hadis yang ditampilkan tersebut dapat disimpulkan bahwa kedua hewan ini dilarang untuk dibunuh, apalagi dikonsumsi. Para ulama berpandangan, larangan membunuh suatu hewan menunjukkan keharaman bagi kita untuk mengonsumsinya. Karena logikanya, hewan tersebut sudah pasti dibunuh terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Jika membunuhnya saja diharamkan, tentu memakannya pun akan haram.

Dalam ajaran agama Islam, katak merupakan salah satu hewan yang larang untuk dibunuh. Dan masyarakat di Tiongkok menggunakan katak sebagai sumber pangan yang digemari dan diyakini bahwa katak merupakan sumber makanan yang lezat dan bergizi.

Hal ini bukan tanpa alasan, peneliti dari IPB juga menjelaskan bahwa katak mengandung cacing nematoda atau cacing gelang yang terdapat pada sistem pencernaan katak. Apabila cacing tersebut masuk ke dalam sistem pencernaan manusia, maka akan mengganggu metabolisme tubuh.

Selain itu, akan lebih berbahaya lagi ketika cacing tersebut masuk ke dalam pencernaan manusia dan memakan apa yang telah kita makan. Akibatnya, kita akan terus merasa lapar walaupun sudah makan banyak.

Baca Juga :  Bertambah Satu, Kasus Positif Covid-19 di Kaltim Kini 297 Kasus, Pasien Asal Balikpapan, Miliki Riwayat Perjalanan ke Kalsel

Walaupun pada katak mengandung banyak gizi baik, namun gizi tersebut sudah dihabiskan oleh cacing nematoda yang ada dalam pencernaan katak. Dan yang kita makan hanya racun yang berbahaya.

Terkait kehalalan dalam mengonsumsi katak atau kodok memang ada perbedaan pendapat. Tapi, mayoritas mengatakan bahwa memakan katak adalah haram.

Video penjelasan mengenai haramnya katak atau kodok dan dikaitkan dengan virus corona ini sudah ditonton lebih dari 6 juta kali. Bahkan menjadi trending ke dua hingga hari ini, Kamis, 30 Januari 2020. Video dengan judul “Masya Allah! Ternyata Virus Corona Sudah Tertulis Di Alquran & Hadist” ini pun sudah diupload sejak 26 Januari 2020 dan hingga kini, masih menarik perhatian publik. (rkm//)

 

Artikel ini dikutip dari laman Viva.co.id, berjudul; Viral Video Virus Corona Sudah Tertulis di Alquran dan Hadist

 

Share :

Berita Terkait

Ragam

Menang Pilwali Samarinda Versi Hitung Cepat, Andi Harun Ucapkan Terima Kasih untuk Warga Samarinda

Ragam

Paripurna Istimewa HUT Prov Kaltim ke-63, Gubernur Tegaskan Untuk Bersinergi Membangun Kalimantan Timur

Ragam

Disampaikan Lewat Video Singkat, Bupati Berau Akui Terkonfirmasi Positif Covid-19

Ragam

Satu Orang Dinyatakan Hilang, Diduga Kecelakaan Kapal di Sungai Mahakam

Ragam

Sampaikan Lewat Medsos, Samsun Sebut Postingan Sisi Positif UU Cipta Kerja Atas Nama Pribadi, Bukan Sebagai Anggota Dewan

Ragam

Dinas Pertanahan Diusulkan Dibubarkan, Wali Kota Ungkap Harus Didasari Kajian Teknis

Ragam

Terjadi Kebakaran di Jalan Jelawat Samarinda, Bocah 10 Tahun Jadi Korban Usai Terjebak di Lantai 2

Ragam

Wali Kota Rizal Effendi Beri Penjelasan Terkait 1 Pasien Positif Covid-19 Meninggal di Balikpapan