Home / Ragam

Minggu, 26 April 2020 - 16:18 WIB

BPTD Kaltimra Larang Seluruh Moda Transportasi Darat dan Air Angkut Penumpang Masuk atau Keluar Balikpapan

Aktivitas di Pelabuhan Semayang Balikpapan

Aktivitas di Pelabuhan Semayang Balikpapan

Kaltimminutes.co, Samarinda – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVII, Kemenhub RI, mengeluarkan edaran bernomor: UM.002/III/6/BPTD-KALTIMRA/2020.

Surat edaran tersebut berisi tentang pengendalian transportasi bidang darat selama masa mudik Idulfitri, tahun 1441 hijriah (2020 masehi).

Dalam edaran yang ditandatangani olah Kepala BPTD Wilayah XVII Kaltimra, Husein Saimima, tertanggal 25 April 2020, tertulis Balikpapan ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI, sebagai zona merah penyebaran Covid-19 di Kaltim.

Untuk itu, BPTD Kaltimra mengambil kebijakan melarang transportasi darat mengambil penumpang, menuju atau keluar Balikpapan.

Pelarangan pengangkutan transportasi darat:

1. Kendaraan bermotor umum, dengan jenis mobil bus, dan mobil penumpang.
2. Kendaraan bermotor perseorangan, dengan jenis mobil penumpang, mobil bus, dan sepeda motor.

Pelarangan kapal angkutan penyeberangan

Baca Juga :  Isran Noor Berkelakar, Sebut Corona Tidak Mau Masuk Indonesia Karena Birokrasinya Susah

1. Kariangau – Penajam.
2. Kariangau (Kalimantan Timur) – Mamuju (Sulawesi Barat).
3. Kariangau (Kalimantan Timur) – Taipa (Sulawesi Tengah).

Selain itu, dilakukan juga pelarangan untuk transportasi angkutan sungai yang beroperasi di lintas masuk dan keluar Balikpapan. Serta kendaraan umum yang beroperasi di trayek masuk dan keluar Balikpapan.

Surat edaran BPTD Kaltimra ini mulai berlaku sejak ditetapkan (25 April 2020) hingga ada pemberitahuan selanjutnya.

Dikonfirmasi terkait edaran ini, Hafid Lahiya, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kaltim menyampaikan, pihaknya akan mendukung pelaksanaan edaran tersebut. Dishub Kaltim ke depan akan melakukan koordinasi guna monitoring penerapan pelaksanaan edaran ini di daerah.

“Dishub Kaltim mendukung, karena edaran ini mengacu pada PM 25, dari Kementerian Perhubungan RI. Hingga saat ini BPTD belum berkoordinasi dengan Dishub Kaltim, jadi kami fungsinya nanti hanya monitoring. Kalau nanti diminta BPTD, kami kemungkinan terlibat juga di pengawasan, kata Hafid, dikonfirmasi Minggu (26/4/2020).

Baca Juga :  Gegara Covid-19, Seluruh Aktivitas Kilang Minyak di Balikpapan Akan Disetop Mulai Mei 2020

Hafid juga menjelaskan, dengan pelarangan akses dan moda transportasi ke dan dari Balikpapan, diprediksi akan berpengaruh ke aktifitas Tol Balikpapan-Samarinda. Hafid menyampaikan, Tol Balsam kemungkinan besar akan ditutup. Termasuk penutupan seluruh akses masuk maupun keluar Kota Minyak.

“Jalan tol Balsam kemungkinan ditutup. Karena menurut PM 25 itu kan, berlaku di wilayah PSBB atau zona merah. Kalau Balikpapan zona merah berarti orang dari Samarinda gak boleh masuk atau gak boleh keluar dari Balikpapan,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Sempat Hebohkan Warga Samarinda Seberang, Lansia Asal Gowa Negatif Covid-19

Ragam

Pintu Masuk Darat ke Balikpapan Diperketat, Rapid Test Dilakukan ke Pengendara

Ragam

Ini Cara Menghindari Virus Corona Menurut Dokter RSUD AWS Samarinda

Ragam

Peduli Negeri, PW KBBKT Bagikan Ribuan Takjil dan Masker ke Warga Samarinda, Upaya Bantu Pemerintah Lawan Covid-19

Ragam

Klaster Ijtima Gowa Jadi Penyumbang Terbanyak Kasus Covid-19 di Kaltim, Total 152 Kasus, 48 Pasien Menunggu Kepastian

Ragam

Waspadai Negatif Palsu Hasil Rapid Test, Pembukaan Aktivitas Bandara Jadi Ancaman Penularan Covid-19 di Kaltim

Ragam

Duh! Bayi 10 Bulan Jadi PDP Covid-19 di Kutim

Ragam

[BREAKING NEWS] Update Nasional Per 30 April Capai 10.118 Kasus, Kaltim Hari Ini Tambah 15 Kasus, Total 134 Pasien Positif Covid-19