Home / Ragam

Selasa, 9 November 2021 - 16:46 WIB

Cegah Adanya Perbedaan Putusan Fatwa, Ma’ruf Amin Minta MUI Konsisten Tetapkan Fatwa Sesuai Sistem dan Prosedur

Ma'ruf Amin/pikiran-rakyat.com

Ma'ruf Amin/pikiran-rakyat.com

Kaltimminutes.co – Guna mencegah adanya perbedaan putusan fatwa antara komisi fatwa di MUI,Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia, Ma’ruf Amin minta komisi fatwa MUI bisa konsisten menetapkan fatwa MUI dengan sistem dan prosedur (SISDUR).

Ma’ruf mengatakan, sisdur penetapan fatwa tersebut dirumuskan sebagai hasil kajian komisi fatwa selama ini.

Hal tersebut merujuk berbagai referensi serta berpegang teguh pada prinsip moderat (tawassuthi) yang dianut oleh MUI dan tidak mengambil sikap keras (tasyaddudi) serta tidak mengambil sikap mempermudah (tasaahuli).

“Jangan sampai ada komisi fatwa MUI yang menetapkan fatwa tanpa berlandaskan SISDUR tersebut. Jika hal itu terjadi, maka tindakan tersebut menyalahi manhaj (mukhalafatul manhaj) MUI yang sudah disepakati, dan keputusan hukumnya tidak punya legitimasi secara organisasi,” kata Ma’ruf saat memberikan sambutan dan membuka Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa MUI dalam saluran virtual, Selasa(9/11).

Dia menjelaskan dalam komisi fatwa sudah terdapat panduan yang sudah disepakati serta menjadi acuan bersama. Khususnya, kata dia, terkait dengan sistem dan prosedur penetapan fatwa yang merupakan kesepakatan dan acuan bersama dalam penetapan fatwa.

Baca Juga :  Kapasitas 500 Sampel Perhari, Lab Fakultas Kedokteran Unmul Segera Lakukan Pengujian PCR Covid-19

“Sisdur penetapan fatwa tersebut dirumuskan sebagai hasil kajian Komisi Fatwa selama ini, dengan merujuk berbagai referensi serta berpegang teguh pada prinsip moderat (tawassuthi) yang dianut oleh MUI, dan tidak mengambil sikap keras (tasyaddudi) serta tidak mengambil sikap mempermudah (tasaahuli),” bebernya.

Ma’ruf juga menilai komisi fatwa juga telah menghadirkan pandangan keagamaan yang sifatnya makhariji, yaitu pandangan keagamaan yang berorientasi pada pencarian solusi terbaik terhadap permasalahan saat ini dihadapi umat Islam. Berbagai langkah kata dia telah dilakukan untuk kepentingan tersebut, termasuk melakukan telaah ulang terhadap rumusan hukum yang dipandang sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi dan situasi yang ada pada saat ini.

“Misalnya rumusan hukum yang umumnya ditetapkan dalam kondisi dan situasi normal pada saat pandemi dilakukan telaah ulang serta disesuaikan dengan kondisi saat ini, yang dalam fikih dianggap sebagai kondisi dan situasi darurat atau setidaknya kondisi dan situasi keterdesakan,” bebernya.

Rumusan hukum kata dia awalnya ditetapkan berdasarkan pertimbangan azimah yaitu hukum yang dirumuskan untuk kondisi normal dan dijalankan dengan cara normal, dalam situasi pandemi. Hal tersebut kata Ma’ruf adanya rumusan hukum yang bisa dialihkan kepada yang dirumuskan untuk kondisi tidak normal dan dijalankan dengan cara lebih ringan).

Baca Juga :  Tinjau Langsung Vaksinasi di Balikpapan, Kapolri Sarankan Masyarakat Mau Dirawat di Tempat Isolasi Terpadu 

“Sehingga dengan begitu Fatwa MUI telah menggambarkan fleksibilitas hukum Islam (murunatu al-fiqh al-islami) yang merupakan salah satu prinsip dari ajaran Islam. Dan oleh karenanya Fatwa MUI bisa menjadi panduan bagi umat Islam dalam menjalankan kehidupan keagamaannya dengan baik di saat pandemi,” bebernya.

Ma’ruf juga yakin keputusan Ijtima’ Ulama yang akan ditetapkan juga telah melalui berbagai tahapan yang panjang. Kemudian melalui pengkajian yang mendalam terhadap berbagai referensi kitab-kitab fikih otoritatif. Lalu kata dia mempertimbangkan aspek kemashlahatan umat dan bangsa, dan telah didiskusikan oleh para pakar di bidang agama.

“Sehingga keputusan ijtima ulama ini akan mempunyai legitimasi kuat dan dapat menjadi masukan berharga bagi pemerintah dan menjadi pedoman umat Islam,” pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di merdeka.com dengan judul “Ma’ruf Minta MUI Konsisten Tetapkan Fatwa Sesuai Sistem dan Prosedur”. https://www.merdeka.com/peristiwa/maruf-minta-mui-konsisten-tetapkan-fatwa-sesuai-sistem-dan-prosedur.html

Share :

Berita Terkait

Ragam

Cerita Nostalgia Andi Harun Kenang Masa SMA, Pernah Jadi Petugas Paskibra hingga Juara Cerdas Cermat

Ragam

Kapal Pengangkut Batubara Tabrak Tiang Jembatan Mahakam, DPRD Samarinda Kritik Sikap Pemprov Kaltim

Ragam

Pasien Reaktif Covid-19 Tak Jujur Saat Dirawat, 64 Tenaga Medis RSUD AWS Samarinda Terpaksa Diisolasi

Ragam

Jubir Satgas Covid-19 Kaltim Minta Warga Waspadai Penularan Virus di Lingkungan Keluarga, Ini Alasannya

Ragam

Resmi Legal Formal, Peneliti LSI Denny JA & JIP Sudah Dapat Sertifikat dari KPU Samarinda Tanggal 6 November

Ragam

Soal Pancasila,  Mahfud MD Sebut Penetapan Dasar Negara Merupakan Hasil Kesepakatan Suci

Ragam

Terkait Kendaraan Listrik, PLN Berharap Pemerintah Beri Insentif seperti LCGC

Ragam

Usai Melewati Tahapan Seleksi, Andi Harun Lantik Dua Direksi Baru PDPAU