Home / Ragam

Minggu, 29 Agustus 2021 - 19:24 WIB

Cek Bodong Hasanuddin Masud, Pengamat Sosial Sebut Jika Terbukti Akan Ada Sanksi Selain Pidana

Jumintar Napitupulu kuasa hukum Irma Suryani saat memperlihatkan alat bukti cek bodong yang diberikan pihak Hasanuddin Masud dan Nurfadiah

Jumintar Napitupulu kuasa hukum Irma Suryani saat memperlihatkan alat bukti cek bodong yang diberikan pihak Hasanuddin Masud dan Nurfadiah

Kaltimminutes.co, Samarinda – Kasus dugaan penipuan cek kosong pejabat publik, Hasanuddin Masud dan Nurfadiah terus menjadi sorotan.

Hal ini kembali mendapat tanggapan pengamat sosial, Sri Mulyani.

Menurut wanita yang juga sebagai dosen di Universitas Mulawarman menyebut jika kasus ini menjadi sorotan sebab Hasanuddin Masud merupakan figur publik sebagai Ketua Komisi III DPRD Kaltim.

Namun demikian, Sri Mulyani menekankan jika Korps Bhayangkara dalam menangani perkara harus bersikap objektif.

“Masalah pidana biarkan kepolisian bekerja. Saya kira penting bagi kita untuk bersikap objektif. Menganut asas praduga tak bersalah,” ujar Sri sapaan dosen Fisip Unmul Samarinda itu saat dikonfirmasi, Minggu (29/8/2021).

Baca Juga :  Lakukan Perlawanan Saat Ditangkap, Pelaku Pembunuhan di Gunung Lingai Dihadiahi Timah Panas

Lanjut Sri, jika laporan Irma Suryani mampu dibenarkan dan terbukti Hasanuddin Masud dan Nurfadiah nantinya bersalah, maka sanksi hukum maupun sosial akan menghampiri pasangan suami istri ini.

“Jika memang terbukti ya harus menerima konsekuensi pidana. Imbas politik jelas, konsekuensi seorang wakil rakyat cacat hukum ya pasti akan turun kepercayaan publik, tidak terpilih dan kehilangan kesempatan-kesempatan politis yang lain,” bebernya.

Menurutnya hal itu konsekuensi sangat logis yang harus ditanggung.

Akan tetapi jika tidak terbukti, maka harus segera dibersihkan nama baik Hasanuddin dan Nurfadiah.

Dengan begitu masyarakat luas juga akan menilainya dengan fair.

“Intinya, ya biarkan proses hukum bekerja dengan seobjektif mungkin,” tandasnya.

Baca Juga :  Hilal Belum Terlihat Saat Pemantauan, Idulfitri Diprediksi Jatuh Pada Hari Minggu, 24 Mei 2020

Diwartakan sebelumnya, nama Hasanuddin Masud yang saat ini digadang-gadang akan maju sebagai pimpinan Gedung Karang Paci menggantikan Makmur hapk diterpa permasalahan.

Diketahui permasalahan tersebut bermula dari urusan bisnis solar laut antara Irma Suryani dengan Nurfadiah istri Hasanuddin Masud.

Dengan penyertaan modal Rp2,7 miliar nantinya Irma akan mendapatkan bagi hasil 40 persen.

Namun hingga dipolisikan pada April 2020 silam, uang pengusaha wanita ini tak kunjung dikembalikan.

Berbagai upaya pasalnya telah coba diupayakan Irma, namun hingga laporan diberikan kepada polisi, pihak Hasanuddin Masud dan Nurfadiah tak kunjung memberikan niat baiknya dengan cara melakukan pelunasan piutang. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Pemda Tarik Surat Edaran, Warga Balikpapan Diimbau Laksanakan Salat Idul Fitri di Rumah Masing-masing

Ragam

Dikabarkan Positif Covid-19, Tetangga Sampaikan Zairin Zain Kurang Enak Badan dan Tak Diperbolehkan Keluar Rumah

Ragam

LPADKT-KU Beri Dukungan ke Penegak Hukum Usut Tuntas Kasus Dugaan Penghinaan Adat Dayak di Kalbar

Ragam

[Siaran Pers] Soal Drama Polemik Perpanjangan Izin IUPK PT Arutmin, PWYP Indonesia Sebut Pemberian SK IUPK Tidak Mengejutkan

Ragam

Relawan Tiap Kecamatan Ikut Pelatihan Pemulasaran Jenazah Pasien Covid-19, Andi Harun: Peserta Langsung Praktik

Ragam

Masuk Daftar Lokasi Karantina Pasien Covid-19, Ini Fasilitas di Asrama BPSDM Kaltim

Ragam

Kabar Baik! 1 PDP di IA Moeis Samarinda, Dinyatakan Negatif Covid-19

Ragam

Diskes Akui Belum Terima Informasi Kapan Pemulangan 14 Warga Kaltim di Natuna