Home / Ragam

Minggu, 12 April 2020 - 11:31 WIB

Corona Berbahaya, Tapi DBD Lebih Mematikan, Hingga April 2020 Ada 10 Kematian Akibat DBD

_____

 

Kaltimminutes.co, Samarinda – Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai saat musim hujan adalah demam berdarah dengue (DBD). Terdengar klasik dibanding Covid-19 yang belakangan heboh.

Nyatanya di Kaltim, DBD lebih berbahaya dari Covid-19. Data menunjukan, hingga 11 April 2020, ada 35 pasien positif corona di Kaltim, 6 di antaranya sembuh, dan satu pasien harus direlakan, lantaran meninggal dunia. Itu Covid-19.

Mari lihat data DBD di Kaltim. Dikutip dari data Dinkes Kaltim, dari Januari hingga Maret 2020, tiap bulannya ratusan orang terkena penyakit ini.

Di bulan Januari, total ada 521 pasien yang dirawat karena DBD. Dari jumlah itu, korban meninggal dunia mencapai 3 orang.

Bulan Februari, DBD lebih ganas. 7 orang tercatat meninggal dunia, dari 480 pasien DBD yang dirawat.

Baca Juga :  Terkait Polemik SMA 10 dan Yayasan, DPRD Kaltim Minta Gubernur  Ambil Kebijakan Penyelesaian

Maret, ada 224 pasien DBD. Tidak ada kasus kematian di bulan ini.

Memasuki April 2020, tercatat baru ada 8 kasus pasien DBD, dengan nol kasus kematian.

Berikut data rinci, penyebaran pasien dan kasus meninggal dunia akibat DBD. (dalam bentuk tabel)

 

Tabel Kasus DBD di Kaltim

 

Melihat ancaman nyata dari penyakit ini, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi Muhammad Ishak, mengingatkan ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD) ditengah pandemi Covid 19 di Kaltim.

“Ketika saat ini kita sedang berada di rumah, maka tetaplah menjaga kebersihan lingkungan. Bersihkan genangan-genangan air, selalu pel lantai dengan disinfektan. Terpenting laksanakan 3M Plus,” kata Andi Ishak, saat menyampaikan rilis pada Sabtu (11/4/2020).

Baca Juga :  Vaksinasi Digelar Pekan Ini, 38 Ribu Vaksin Mulai Didistribusikan ke 8 Kabupaten/kota

Andi menjelaskan 3M Plus yaitu menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air. Menutup rapat tempat-tempat penampungan air. Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas tempat perkembangbiakan nyamuk.

Pencegahan lain, menaburkan bubuk larvasida atau bubuk abate, pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk.

Selain itu, kata Andi, warga juga dapat menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, dan menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.

“Kondisi pandemi corona saat ini, jangan sampai masyarakat ada yang terjangkit DBD. Karena fasilitas dan tenaga medis sedang berjuang dalam penanganan Covid-19,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Antisipasi Peningkatan Kasus, RS Kanujoso Balikpapan Tambah 40 Ruang Isolasi Covid-19

Ragam

Sudah 9 Pasien Covid-19 Sembuh di RS Karantina Samarinda, Trik Jitu Perawatan: Olah Raga Rutin dan Konsultasi ke Psikolog

Ragam

Jalan PM Noor Kerap Makan Korban Jiwa, Andi Harun: Segera Ditindak Lanjuti

Ragam

Pasien Covid-19 Baru Samarinda Diduga Terjangkit di Penyebaran Lokal Bogor

Ragam

Per 23 Mei 2020, Kasus Covid-19 di Kaltim Tambah 3 Pasien, Kabar Baik Kasus Sembuh Juga Tambah 3 Kasus

Ragam

Kelompok Usia Produktif Paling Berisiko Terpapar Covid-19, Ini Alasannya

Ragam

Pembelajaran Tatap Muka Ditargetkan Awal Ajaran Baru, Kadisdikbud Minta Guru Diutamakan Dapat Vaksin Covid-19
Foto yang beredar di media sosial/ IST

Politik

Ada Foto Uang Pecahan Rp 100 Ribu dan Kartu Nama Bergambar Zairin-Sarwono, Tim Pemenangan: Jangan Tanya ke Kami