Home / Ragam

Senin, 1 November 2021 - 12:56 WIB

Dalami Kasus Pengajuan Dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kolaka Timur, KPK Periksa Jerwansyah sebagai Saksi

Gedung KPK / pontas.id

Gedung KPK / pontas.id

Kaltimminutes.co – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Jarwansyah selaku Deputi Bidang Rehabilitasi dan rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Jumat (29/10/2021).

Pasalnya Jerwansyah merupakan saksi kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur tahun 2021.

Dalam Keterangan tertulisnya, Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Yang bersangkutan dikonfirmasi antara lain terkait dengan pengajuan dana rehabilitasi dan rekontruksi untuk wilayah Kabupaten Kolaka Timur, Senin (1/11/2021).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Bupati nonaktif Kolaka Timur Andi Merya Nur dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka Timur Anzarullah sebagai tersangka.

Anzarullah diduga menyuap Andi agar perusahaan atau grup perusahaan miliknya bisa mengerjakan proyek pembangunan 2 jembatan di Kecamatan Ueesi dan pembangunan 100 unit rumah di Kecamatan Uluiwoi.

Baca Juga :  Beberapa Masjid di Bontang Masih Lakukan Salat Berjamaah, Ini Kata Kemenag Kota Taman

Nilai dua proyek yang bersumber dari dana hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu sebesar Rp 889 juta.

“AMN (Andi Merya Nur) menyetujui permintaan AZR (Anzarullah) tersebut dan sepakat akan memberikan fee kepada AMN sebesar 30 persen,” ujar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam konferensi pers, Rabu (22/9/2021).

Andi Merya Nur diduga meminta uang sebesar Rp 250 juta atas 2 proyek pekerjaan yang akan dikerjakan Anzarullah tersebut.

Anzarullah kemudian menyerahkan uang sebesar Rp 25 Juta lebih dahulu kepada Andi Merya Nur dan sisanya sebesar Rp 225 juta sepakat akan diserahkan di rumah pribadi Andi Merya Nur di Kendari.

Baca Juga :  Klarifikasi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas: Kemenag Bukan Hanya untuk NU

Namun sebelum uang itu berpindah tangan, keduanya ditangkap KPK. Andi Merya Nur selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Anzarullah selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Periksa Pejabat BNPB, KPK Dalami Pengajuan Dana Rehabilitasi dan Rekonsruksi Kolaka Timur”.  https://nasional.kompas.com/read/2021/11/01/08040621/periksa-pejabat-bnpb-kpk-dalami-pengajuan-dana-rehabilitasi-dan-rekonstruksi

Share :

Berita Terkait

Ilustrasi Bankaltimtara/ IST

Ragam

Soal Dugaan Tabungan Nasabah Bankaltimtara Miliaran Rupiah Raib, Ini Saran Kepala Perwakilan BI Kaltim

Ragam

Dikabarkan Positif Covid-19, Tetangga Sampaikan Zairin Zain Kurang Enak Badan dan Tak Diperbolehkan Keluar Rumah

Ragam

Syaharie Jaang, Walkot Samarinda Positif Covid-19, Suhu Tubuh Sempat 37 Derajat

Ragam

Vaksinasi Covid-19 Terus Digencarkan Pemkot Balikpapan, Kadis Kesehatan Sebut Terhambat Ketersediaan Stok

Ragam

70 Persen Banjir Samarinda Disebut Akibat Tambang Batubara, Dewan Berencana Bentuk Pansus Pencemaran Lingkungan

Ragam

PAD Samarinda Turun Saat Pandemi, Komisi II Singgung Kebocoran Sektor Parkir

Ragam

Museum Mulawarman Minim Sentuhan Pemerintah, Begini Kata Eky Hartati Rasyid

Ragam

Lomba Bersepeda Festival Mahakam Diikuti 100 Lebih Peserta,  Pemenang Diumumkan 2 Hari Mendatang