Home / Ragam

Senin, 9 Agustus 2021 - 14:40 WIB

Dampak Tracing Testing Maksimal, Tren Kasus Harian Tinggi di Kaltim Mengalami Kenaikan

Muhammad Sabani, Sekretaris Provinsi Kaltim

Muhammad Sabani, Sekretaris Provinsi Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Presiden Jokowi pada akhir pekan lalu, menyorori tren lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di luar Jawa-Bali.

Tren kenaikan itu bahkan terjadi pada dua pekan terakhir, atau selama pelaksanaan PPKM Level 4 di sejumlah daerah.

Per 6 Agustus 2021 kemarin, pusat mencatat kontibusi kasus dari luar Jawa-Bali mencapai 21.374 kasus atau 54 persen dari kasus nasional.

“Kelihatannya terjadi pergeseran lonjakan dari Jawa Bali menuju ke luar Jawa Bali dan selama dua minggu terakhir ini penambahan kasus-kasus baru di provinsi di luar Jawa terus meningkat,” kata Presiden Jokowi, Sabtu (7/8/2021).

Presiden menyampaikan ada lima provinsi yang disoroti pihaknya lantaran mengalami lonjakan kasus harian yang tinggi.

Baca Juga :  Dapat Suntikan Vaksin Kedua, Sabani Akui Tak Merasakan Efek Samping

Lima provinsi tersebut di antaranya Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Papua, Sumatera Barat dan Riau.

Seperti terlihat per Minggu (8/8/2021) kemarin, kasus aktif pasien Covid-19 di Kaltim mencapai 21.415 pasien.

Muhammad Sabani, Sekretaris Provinsi Kaltim menyebut kenaikan kasus beberapa pekan terkahir di Kaltim, merupakan buah pelaksanaan tracing dan testing secara maksimal.

“Ya kami intensifkan, tracing dan testing diperbanyak sehingga ketemulah angka itu (jumlah kasus harian),” kata Sabani, dikonfirmasi Senin (9/8/2021).

Pemprov Kaltim menilai perlu dilakukan tracing dan testing dalam jumlah besar, lantaran pihaknya menilai virus varian baru lebih ganas dari varian sebelumnya.

Untuk itulah, kondisi kasus Kaltim terlihat tinggi lantaran banyak kasus yang ditemukan oleh Satgas Covid-19 Kaltim.

Baca Juga :  Asik! Kaltim dapat Bantuan APD Lagi dari Pusat, 4 Ribu Cover All dan 20 Ribu Masker

“Kalau Kaltim tracingnya kurang, testingnya kurang tentu angkanya rendah. Karena ini ada gejala yang cukup, virus yang agak sedikit ganas maka tracing diintensifkan, testing juga diperbanyak,” jelasnya.

“Walaupun mungkin masih banyak yang belum tercover. Tapi tentu dengan sudah ketahuan yang terkonfirmasi maka penanganannya juga lebih jelas. Itulah sebabnya, ada peningkatan pada waktu minggu-minggu yang lalu,” sambungnya.

Sabani menegaskan jika seluruh provinsi melakukan upaya serupa, ia menduga angka kenaikan kasus di seluruh provinsi juga akan naik lebih besar dari angka saat ini.

“Bisa saja juga dilakukan di Indonesia begitu. Kalau tracingnya diintensifkan seluruh Indonesia, angkanya bisa lebih besar dari yang ada sekarang,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Komisi II Minta DPRD Jalankan Rekomendasi BPK, Soal Temuan Pengelolaan Penerimaan Blok Mahakam

Ragam

Sah!!! Lewat Pleno, KPU Tetapkan Andi Harun-Rusmadi Jadi Wali Kota dan Wawali Terpilih, Firman Hidayat: Tinggal Tunggu Pelantikan

Ragam

Didampingi Andi Harun, Perumdam Tirta Kencana Samarinda Tandantangi MoU Kerjasama dengan Perusahaan Korsel

Ragam

Presiden Jokowi Perpanjang PPKM Level 4, Bagaimana dengan Kaltim?

Ragam

Nah! Pemerintah Sarankan Warga Pakai Masker Bila Keluar Rumah

Ragam

Per Senin Hari Ini, Samarinda Mulai Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka

Ragam

Melaut, Seorang Nelayan Dilaporkan Hilang di Perairan Samboja Kukar

Ragam

Di Malaysia, Lagu “Lathi” Heboh Dianggap Pemanggilan Setan, Ini Komentar Weird Genius