Home / Ragam

Selasa, 14 September 2021 - 18:33 WIB

Dibangun di Daerah Resapan Air, Dinas PUPR Kaltim Yakinkan RS Korpri Tak Memperparah Dampak Banjir di Sempaja

Kompleks GOR Madya Sempaja, menjadi lokasi pembangunan RS Korpri/IST

Kompleks GOR Madya Sempaja, menjadi lokasi pembangunan RS Korpri/IST

Kaltimminutes.co Samarinda – Pembangunan RS Korpri di Kompleks GOR Sempaja Samarinda, sempat menjadi polemik.

Hal itu lantaran RS dibangun di daerah rawan banjir.

PT Telaga Pasir Kuta, selaku kontraktor pelaksana pembangunan RS Korpri memaparkan beberapa treatment akan dilakukan, sehingga pembangunan rumah sakit tidak memperparah kondisi banjir di daerah tersebut.

Eric Hermanus, Project Manager Kontraktor RS Korpri, menyampaikan untuk penanganan lapisan dasar, pihaknya menggunakan tanah keras hingga setinggi jalan.

Selanjutnya konstruksi tanah keras dipadu dengan sistem panggung setinggi 120cm di atas tinggi jalan.

“Jadi itu manggung, tetap saja kosong, hanya dikasih pemabatas. Nanti ada pemasangan batu kali dal paralon, yang memungkinkan air keluar masuk,” kata Eric, ditemui di lokasi pembangunan, Selasa (14/9/2021).

Untuk konstruksi dasar akan menggunakan grass blok yang memudahkan resapan air ke tanah.

Baca Juga :  Lockdown Kaltim Dilanjutkan Tiap Akhir Pekan, Yudha: Kami Berlakukan Terus Sampai Corona Turun

Selain itu juga akan dibangun sumur resapan di sekeliling bangunan rumah sakit, hal itu agar tidak mengubah fungsi daerah resapan air di daerah tersebut.

“Ditambah lagi sumur resapan di sekeliling bangunan. Lalu jalannya kami buat dari grass blok. Itu resapan semua,” tegasnya.

Konstruksi rumah sakit tidak mengganggu resapan air juga ditegaskan Rahmat Hidayat, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kaltim.

Rahmat menegaskan proyek pembangunan RS Korpri di Sempaja tidak akan menutup permukaan tanah menggunakan beton. Treatmentnya akan menggunakan grass blok yang mampu menyerap air dengan cepat.

Juga akan dibangun bak penampungan air hujan di bawah konstruksi gedung rumah sakit.

Dari pengkajian pihaknya, ketika terjadi hujan dengan durasi 6 jam, debit air yang turun berkisar sekitar 700 meter kubik. Untuk itu, pihaknya menyiapkan bak penampung dengan kapasitas 1700 meter kubik.

Baca Juga :  Proyek RS Korpri Pemprov Kaltim Hilangkan Kawasan Resapan Air, Mujianto: Rakyat Samarinda Dirugikan

“Mudah mudahan air yang mengalir ke sini, bisa kami tampung di bawah bangunan. Nanti fungsinya kalaupun gak musim hujan, airnya ada ditampung bisa kami pakai untuk menyiram tanaman,” imbuhnya.

Rahmat meyakinkan pembangunan RS Korpri tidak akan memperparah dampak banjir di daerah tersebut. Sebaliknya, bak penampungan akan berfungsi menjadi folder air.

“Tidak menyebabkan banjir, Malah berfungsi menjadi polder air di bawah bangunan,” katanya.

RS Korpri akan dibangun tiga lantai, dengan luasan tanah 60×65 meter persegi. Untuk bangunan seluas 40×40 meter persegi.

Rumah sakit akan dibangun dengan kapasitas 50 tempat tidur. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Meski Ditolak Warga, Pembongkaran Rumah di Bantaran SKM Tetap Berlanjut, Ini Penjelasan Syaharie Jaang

Ragam

Kasus Covid-19 Makin Parah di Samarinda, Wali Kota Usul Berlakukan Jam Malam

Ragam

Komisi IV Sambut Baik Pemotongan Waktu Libur Akhir Tahun, Warga Diminta Produktif

Ragam

Kabar Baik!!, Pasien Sembuh Covid-19 di Kaltim Bertambah 3 Orang, Total Pasien Sembuh 6 Orang

Ragam

[BREAKING NEWS] Terus Bertambah, Kasus Covid-19 di Kaltim Bertambah 5 Kasus, Dari 4 Daerah di Kaltim

Ragam

Oknum Polantas Dimutasi Gegara Lakukan Pungli dan Ludahi Sopir

Ragam

Bersyukur IKN Pindah ke Kaltim, Isran Nyatakan Tak Berambisi Jadi Kepala Badan Otoritas

Ragam

Dalam Dua Hari, Dua Nakes Meninggal di RSUD AWS