Home / Ragam

Sabtu, 7 Maret 2020 - 16:08 WIB

Diduga Bisa Obati Corona, Temulawak dan Jahe Laris Manis Diburu Warga

 

Kaltimminutes.co, Samarinda – Rempah-rempah seperti temulawak dan jahe laris manis di Pasar Segiri Samarinda. Dua jenis rempah tersebut laris manis sejak masuknya virus corona ke Indonesia.

Temulawak dan jahe dipercaya mujarab menangkal virus corona.

“Jahe merah sama temulawak yang paling diburu. Bilangnya sih buat ramuan obat corona, dengar-dengar dari orang yang beli,” ucap Ratnawati, salah satu pedagang rempah-rempah di Pasar Segiri, Jalan Dr Sutomo, Jumat (6/3/2020) sore.

Sejak kabar corona, harga jahe merah juga mengalami kenaikan cukup signifikan. Pada haru biasa, harga jahe merah Rp 45 ribu per kilogramnya. Sementara saat ini mencapai Rp 70 ribu per kilogram.

Baca Juga :  LBH Samarinda Ingatkan Bahaya Proyek Tahun Jamak Jadi Lahan Korupsi hingga Jadi Proyek Balas Budi

Sedangkan, temulawak turut mengalami lonjakan harga. Sebelumnya dijual Rp 10 ribu per kilogram. Saat ini menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

“Kalau kemarin-kemarin masih Rp 45 ribu perkilogramnya. Naik Rp 50 ribu, itu mulai ramai-ramainya virus corona dan ada beritanya lagi naik 60-70 ribu perkilogramnya,” ungkapnya.

“Kayak gini neh, barang sudah mulai sedikit dan langka. Kalau dulu sampai tumbuh-tumbuh gak ada yang cari. Ini baru diletakan sudah langsung diburu pembeli,” lanjut kata Ratnawati yang sudah berjual rempah-rempah selama 5 tahun.

Ratna – sapaannya, bercerita saat jualan kemarin tidak seperti biasanya menyediakan jahe merah sebanyak 75 kilogram dan temulak sekitar 40 kilogram.

Baca Juga :  Tiap Hari di Dapur Umum, Pemkot Samarinda dan TNI/Polri Bagikan 1000 Nasi Kotak Bagi Warga Terdampak Covid-19

“Biasanya sediakan 5 kilogram jahe merah sampai tumbuh-tumbuh gak habis dan gak ada yang cari. Paling beli seperempat kilogram,” cerita Ratna.

Sementara itu, Humas RSUD AW Syahranie, dr Ariysa Andhina saat dikonfirmasi, ia menerangkan bahwa temulawak dan jahe itu dapat dijadikan sebagai obat corona, tidak benar adanya.

Jelasnya, secara kegunaan, kedua rempah itu bermanfaat untuk daya tahan tubuh saja.

“Jadi kalau dikonsumsi itu sebenarnya buat daya tahan tubuh bukan menghindari corona. Karena sampai sekarang penelitian belum selesai dan sampai sekarang vaksin corona tak ditemukan,” katanya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Rabu Siang Beredar Kabar Rektor Unmul Positif Corona, Ini Penjelasan Wakil Rektor

Ragam

Komisi V DPR RI Minta Samarinda Jangan Parsial Tanggulangi Banjir

Ragam

Selisih Data Izin Tambang di IKN, Jatam Sebut Wacana Pemprov Kurang Garang

Ragam

[WARTAMERTA] Pria Berjaket Ojol Ditemukan Kejang-kejang di Jalan Aminah Syukur, Ternyata Miliki Riwayat Ayan

Ragam

Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Tana Paser Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kapal Asing Cina, Sebagai Antisipasi Virus Corona

Ragam

Sudah 89 Persen, Jembatan Pulau Balang Ditarget Rampung Februari 2021

Ragam

Surat Suara Tidak Sah Diprotes Wakil Paslon 03, Akademisi Beri Tanggapan

Ragam

Bankaltimtara Diusulkan Dapat Tambahan Modal Rp 300 Miliar, Fraksi PKB DPRD Kaltim Minta Penjelasan Pemprov