Home / Ragam

Selasa, 7 April 2020 - 16:11 WIB

Dinkes Kaltim Larang Penggunaan Bilik Disinfektan di Fasilitas Publik dan Permukiman

Andi M Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim

Andi M Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Kementerian Kesehatan RI, mengeluarkan surat edaran bernomor HK.02.02/III/375/2020, tentang Penggunaan Bilik Disinfektan Dalam Rangka Pencegahan Penularan Covid-19.

Dalam edaran tersebut, Kemenkes melarang penggunaan bilik disinfektan di fasilitas umum publik, maupun permukiman.

Hal itu lantaran cairan disinfektan dapat berakibat buruk bila sering terkena tubuh langsung.

Andi M. Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, menyampaikan kandungan bahan kimia dalam disinfektan dapat mengakibatkan iritasi pada kulit. Hal terburuk, bisa memicu tumbuhnya sel kanker pada manusia.

Meski efektif dalam menghancurkan virus corona (Covid-19) di benda mati. Namun, disinfektan tidak baik bila disemprotkan ke bagian tubuh secara langsung. Selain penyebab kanker, disinfektan juga membunuh seluruh mikroorganisme ditubuh. Termasuk menghilangkan bakteri baik untuk kesehatan manusia.

“Disinfektan menghilangkan semua virus dan bakteri di tubuh manusia. Padahal, ada juga bakteri baik yang menjaga tubuh untuk tetap sehat,” kata Andi, dikonfirmasi Selasa (7/4/2020).

Baca Juga :  Soal Aksi Represif Aparat ke Pewarta, Jurnalis di Bontang Tagih Kejelasan ke Polres Bontang

Dinkes Kaltim meminta dinas kesehatan kabupaten/kota dan instansi terkait, agar tidak melakukan penyemprotan langsung disinfektan kepada tubuh. Sebab, disinfektan penggunaannya adalah untuk benda mati.

“Kami melarang penggunaan bilik disinfektan di fasilitas publik. Termasuk di terminal, bandara, dan pelabuhan. Solusi aman menghilangkan Covid-19 adalah dengan mencuci tangan dengan sabun, atau menggunakan hand sanitizer.

Diketahui, bilik disinfektan dimanfaatkan oleh Bandara APT Pranoto Samarinda dan Pelabuhan Samarinda untuk sterilisasi penumpang dari luar daerah.

Mengetahui adanya larangan penggunaan bilik disinfektan oleh Kemenkes RI, pengelola Pelabuhan Samarinda, mengubah mekanisme pengawasan penumpang yang turun dari kapal.

Karyadi, Kasi Pengendalian Risiko Lingkungan KKP Samarinda menerangkan, pemeriksaan penumpang di pelabuhan menggunakan sistem screening, sesuai SOP KKP.

Baca Juga :  Berbincang dengan Wali Kota, Pemilik Kafe di Citra Niaga Minta Pemkot Lakukan Evaluasi Terhadap Teknis Sewa Menyewa Lapak Usaha

“Pertama untuk penumpang umum suhu badannya satu per satu penumpang kita cek suhu badannya. Kalau ada yang di atas 38 derajat celcius itu langsung dilakukan wawancara khusus oleh Dokter kita yang sudah stand by,” ujar Karyadi.

Tahap selanjutnya, jika pada saat wawancara dengan dokter ditemukan penumpang yang suhu badannya melebihi 38 derajat celcius, maka pihaknya akan langsung melaporkan ke Dinas Kesehatan Samarinda.

“Itu salah satu SOP kami. Usai wawancara dengan dokter, kami sampaikan ke dinas kesehatan untuk prosedur selanjutnya,” terangnya.

Selain itu, seluruh penumpang diwajibkan mengisi Health Alert Card (HAC).

“Semua harus didata, wajib mengisi kartu kuning,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Terobos Dua Area IPA Tanpa Izin, Perumdam Tirta Kencana Laporkan Penerobos ke Polisi

Ragam

Pasien Positif Covid-19 dari Klaster Magetan Terus Bertambah, Dinkes Kaltim Buru Sisa Santri yang Belum Melapor

Ragam

Hantam Truk Mandek di Pinggir Jalan, Seorang Pengendara Motor di Samarinda Tewas

Ragam

BREAKING NEWS – Tambah Lagi, 1 Pasien Dinyatakan Positif di Kaltim, Total 32 Kasus

Ragam

Kabar Baik!!, Pasien Sembuh Covid-19 di Kaltim Bertambah 3 Orang, Total Pasien Sembuh 6 Orang

Ragam

Per Senin Hari Ini, Samarinda Mulai Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka

Ragam

Pantau Hasil Hitung Cepat, Guru Udin Doakan Andi Harun Jadi Wali Kota Samarinda

Ragam

Sistem OSS Berbasis Risiko Resmi Diluncurkan Pemerintah Pusat, Rusmadi Sebut Pelaku UMKM Bisa Lebih Muda Lakukan Perizinan