Home / Ragam

Kamis, 7 Mei 2020 - 17:11 WIB

Dinkes Kaltim Maklum Rapid Test Dikomersialisasi Rumah Sakit, Surat Keterangan Negatif Covid-19 Jadi Syarat Penumpang Penerbangan

Kaltimminutes.co, Samarinda - Beberapa rumah sakit swasta di Samarinda, membuka layanan rapid test kepada masyarakat. Tidak gratis, warga diminta membayar dengan harga Rp 380 ribu - Rp 830 ribu, sesuai paket tes.  Andi Muhammad Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, menyampaikan pihaknya memaklumi bila ada fasilitas kesehatan yang membuka layanan rapid test berbayar kepada masyarakat. Namun dengan catatan, hasil rapid test wajib dilaporkan ke dinas kesehatan kabupaten dankota masing-masing.

Kaltimminutes.co, Samarinda - Beberapa rumah sakit swasta di Samarinda, membuka layanan rapid test kepada masyarakat. Tidak gratis, warga diminta membayar dengan harga Rp 380 ribu - Rp 830 ribu, sesuai paket tes. Andi Muhammad Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, menyampaikan pihaknya memaklumi bila ada fasilitas kesehatan yang membuka layanan rapid test berbayar kepada masyarakat. Namun dengan catatan, hasil rapid test wajib dilaporkan ke dinas kesehatan kabupaten dankota masing-masing. "Namanya juga layanan, jadi silahkan saja. Pilihan ada di masyarakat ingin memeriksakan diri atau tidak. Namun mereka (RS/klinik) harus melaporkan hasilnya ke dinkes kab/kota masing-masing," kata Andi, dikonfirmasi Kamis (7/5/2020). Masyarakatpun diminta cerdas dalam memilih, apakah yang bersangkutan memang perlu melakukan test atau memiliki keperluan penting sehingga diperlukan melakukan rapid test. "Masyarakat harus cerdas memilih, apa perlu melakukan rapid test," jelas Andi. Pasalnya, keterangan negatif (non reaktif) rapid test saat ini diperlukan sebagai syarat melakukan perjalanan udara. Hal tersebut tertuang dalam surat edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (SE 4/2020) dan surat edaran Kementerian Perhubungan RI (SE 31/2020). Keduanya terkait pengaturan penyelenggaraan transportasi udara selama Ramadan 1441 hijriah, dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. "Apalagi rapid test ini menjadi syarat untuk penerbangan. Keterangan negatif Covid-19 wajib dimiliki masyarakat yang hendak melakukan perjalanan menggunakan angkutan udara," pungkasnya. Dalam edaran gugus tugas dan Kemenhub RI, ditetapkan kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disesase 2019 (COVID-19) oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Salah satu syarat yang tertuang dalam edaran tersebut adalah menunjukan hasil negatif Covid-19 berdasarkan PCR test/rapid test. Atau menyerahkan surat keterangan sehat dari dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas, atau klinik kesehatan. (rkm//)

Kaltimminutes.co, Samarinda – Beberapa rumah sakit swasta di Samarinda, membuka layanan rapid test kepada masyarakat. Tidak gratis, warga diminta membayar dengan harga Rp 380 ribu – Rp 830 ribu, sesuai paket tes.

Andi Muhammad Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, menyampaikan pihaknya memaklumi bila ada fasilitas kesehatan yang membuka layanan rapid test berbayar kepada masyarakat. Namun dengan catatan, hasil rapid test wajib dilaporkan ke dinas kesehatan kabupaten dankota masing-masing.

“Namanya juga layanan, jadi silahkan saja. Pilihan ada di masyarakat ingin memeriksakan diri atau tidak. Namun mereka (RS/klinik) harus melaporkan hasilnya ke dinkes kab/kota masing-masing,” kata Andi, dikonfirmasi Kamis (7/5/2020).

Baca Juga :  Pemprov Usulkan Bangunan Baru di RSUD AWS Samarinda, Ketua Komisi IV Akui Belum Pernah Diajak Bicara

Masyarakatpun diminta cerdas dalam memilih, apakah yang bersangkutan memang perlu melakukan test atau memiliki keperluan penting sehingga diperlukan melakukan rapid test.

“Masyarakat harus cerdas memilih, apa perlu melakukan rapid test,” jelas Andi.

Pasalnya, keterangan negatif (non reaktif) rapid test saat ini diperlukan sebagai syarat melakukan perjalanan udara.

Hal tersebut tertuang dalam surat edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (SE 4/2020) dan surat edaran Kementerian Perhubungan RI (SE 31/2020). Keduanya terkait pengaturan penyelenggaraan transportasi udara selama Ramadan 1441 hijriah, dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Sudah 5 Hari Tak Ada Penambahan Kasus Positif, Andi Ishak: Antrean Panjang di BBLK hingga Kehabisan Reagen

“Apalagi rapid test ini menjadi syarat untuk penerbangan. Keterangan negatif Covid-19 wajib dimiliki masyarakat yang hendak melakukan perjalanan menggunakan angkutan udara,” pungkasnya.

Dalam edaran gugus tugas dan Kemenhub RI, ditetapkan kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disesase 2019 (COVID-19)
oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Salah satu syarat yang tertuang dalam edaran tersebut adalah menunjukan hasil negatif Covid-19 berdasarkan PCR test/rapid test. Atau menyerahkan surat keterangan sehat dari dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas, atau klinik kesehatan. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Melalui Surat Edaran Pemkot Samarinda, DLH Minta Warga Simpan Sampah selama 2 Hari saat Lebaran

Ragam

Data Singkat dan Runtutan Kejadian dari 10 Kasus Positif Covid-19 Baru di Kaltim, Sebagian Besar Peserta Ijtima Gowa

Ragam

Peringatan HUT ke 55, Bankaltimtara Siapkan Transaksi Digital Guna Dorong Ekonomi Daerah

Ragam

4 Orang Reaktif Saat Rapid Test Massal di Citra Niaga, Dinkes Perketat Tracing Bila Temukan Kasus Positif

Ragam

Tekan Penyebaran Covid-19, Cairan Desinfektan Disemprot ke Sekolah dan Tempat Ibadah

Ragam

Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Ditutup, Pemerintah Arab Saudi Imbau Umat Muslim Salat Idul Fitri di Rumah

Ragam

Update Covid-19 Kaltim, Pasien Positif Bertambah 6 Orang, 1 dari Samarinda

Ragam

168 KPPS di Bontang Resmi Dilantik, Bertugas hingga 23 Desember Mendatang