Home / Ragam

Senin, 30 Maret 2020 - 06:54 WIB

Dinkes Lakukan Rapid Test ke Sembilan Peserta Ijtima Asal Samarinda yang Alami Gejala Medis, Hasilnya?

Kaltimminutes.co, Samarinda – Kedatangan peserta pertemuan ulama (Ijtima) di Gowa, Sulsel, kembali ke Kaltim, mendapat perhatian serius oleh berbagai pihak.

Pasalnya, di Balikpapan telah ditemukan kasus pasien konfirmasi positif Covid-19, dari salah satu peserta Ijtima Gowa. Bahkan pasien tersebut telah meninggal dunia pada Minggu (29/3/2020) kemarin.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda turut melakukan tracing terhadap peserta Ijtima asal Samarinda.

Terkait berapa total peserta Ijtima asal Samarinda yang berangkat ke Gowa, Sulsel. Ismed Kusasih, Plt Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, menyampaikan pihaknya masih mengumpulkan data menyeluruh berapa jumlah kontingen Samarinda ke Ijtima Gowa.

Baca Juga :  Pedagang Kerap Berjualan di Atas Drainase, DPU Balikpapan Akan Lakukan Perbaikan Fasilitas di Pasar Pandansari

Namun, dari penelusuran Dinkes Samarinda, pada 29 Maret kemarin, pihaknya mendapatkan kasus sembilan orang dari Ijtima menunjukan gejala medis, seperti demam, batuk, pilek, dan sesak nafas.

Ke sembilan orang tersebutdinyatakan masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP), usai dilakukan rapid test oleh tim Dinkes Samarinda.

Dari hasil rapid test, ke sembilan orang tersebut dinyatakan negatif. Meski begitu, tetap dilakukan isolasi mandiri terhadap sembilan orang tersebut, selama 14 hari. Dinkes Samarinda pun akan melakukan pemantauan ketat terhadap perkembangan kesehatan mereka.

Baca Juga :  Kabar Bahagia! Pasangan Suami Istri Ini Sembuh Bersamaan dari Covid-19 di Balikpapan

“Hasil rapid test semua negatif, tapi kami rekomendasikan isolasi di rumah 14 hari. Status ODP, tidak ada yang kami PDP kan,” kata Ismed, Senin (30/3/2020).

Ismed menegaskan, di Samarinda belum terjadi transmisi lokal (penularan lokal) Covid-19. Walau begitu, Dinkes Samarinda akan terus melakukan pelacakan epidemiologis, baik di Klaster Bogor, Klaster KPU, maupun peserta Ijtima Gowa.

“Karena Samarinda belum ada transmisi lokal, maka pelacakan epidemiologis terus kami lakukan, setiap klaster sudah teridentifikasi. Klaster Bogor, Klaster KPU, dan peserta Ijtima Gowa, jadi prioritas kami,” tegasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Soal Proyek Pembangunan SMK Farmasi di Tenggarong,  DPRD Kaltim Pastikan Tak Ada Masalah

Ragam

ASN Pemkot Samarinda Tak Laporkan Harta Kekayaan Siap-siap di Sanksi

Ragam

Anggota DPRD Kaltim Sampaikan Laporan Pelaksanaan Reses di Sidang Paripurna

Ragam

Masuk Libur Panjang, Penerapan Protokol Kesehatan di Objek Wisata Balikpapan Diperketat
Andi Harun, Walikota Samarinda/ IST

Ragam

Andi Harun Terpilih di Samarinda, Sekjen Gerindra Nilai Jadi Bukti Kepercayaan Rakyat

Ragam

Dukung Program Wali Kota, Camat Samarinda Ulu Lakukan Kerja Bakti Cat Trotoar dan Marka Jalan

Ragam

Kebun Warga Diduga Rusak Akibat Dekat Area Tambang, Ini Respon Wakil Rakyat

Ragam

Refleksi Akhir Tahun Ala Pokja 30, Ulas Proyeksi APBD Kaltim 2021