Home / Ragam

Rabu, 11 Agustus 2021 - 15:02 WIB

Dorong Pengadaan Mandiri Vaksin Untuk Kaltim, Muhammad Samsun: APBD Kita Kuat Kok

Muhammad Samsun, Wakil Ketua DPRD Kaltim

Muhammad Samsun, Wakil Ketua DPRD Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 diluar Jawa-Bali resmi diperpanjang.

Tak terkecuali Kalimantan Timur yang menduduki peringkat 2 setelah DKI Jakarta.

Gubernur Kaltim Isran Noor juga telah menyatakan siap melaksanakan perpanjangan status hingga dua minggu ke depan, sesuai dengan apa yang diumumkan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, pada Senin (9/8/2021) malam.

Langkah Pemprov Kaltim agar keluar dari zona PPKM Level 4 yakni dengan upaya menambah dosis vaksin.

Hal ini pun telah diutarakan Isran Noor beberapa waktu lalu yang meminta jatah lebih banyak vaksin ke pemerintah pusat untuk daerah Kaltim.

Baca Juga :  Januari hingga Oktober 2020, Polresta Samarinda Gagalkan 16 Kilogram Sabu di Kota Tepian

Sementara dari parlemen Karang Paci sebutan DPRD Kaltim, sorotan mulai dilayangkan.

Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun menegaskan, jika pengadaan vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan Pemprov Kaltim secara mandiri.

Politisi PDIP itu bahkan mendesak Pemprov Kaltim untuk bisa segera melakukan pengadaan vaksin di Benua Etam.

“Kalau perlu dan memang boleh, kita pengadaan sendiri vaksinasi. APBD kita kuat kok,” ujarnya.

Diketahui, APBD Kaltim 2021 sebesar Rp 11,61 triliun, dengan rincian pendapatan direncanakan sebesar Rp 9,58 triliun yang terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 5,39 triliun, pendapatan transfer sebesar Rp 4,18 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 12,27 miliar.

Baca Juga :  Andi Harun Apresiasi Pelaksanaan Vaksinasi Massal di Mal Lembuswana, Begini Katanya

Samsun menyebut, serapan anggaran itu baru hanya 20 persen realisasinya.

Sebagian besar didominasi pengeluaran rutin seperti gaji pegawai, BBM kendaraan dinas, ATK kantor, biaya operasional, dan lain-lain.

“Kalau dalam bentuk kegiatan fisik itu belum ada,” ungkapnya.

Sementara itu, menurutnya, sembako bukanlah solusi yang bisa diberikan dan tidak memiliki pengaruh banyak. Lantaran hanya bertahan satu hingga dua hari.

“Sembako tidak begitu efektif. Vaksin saja diperbanyak,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Update Nasional Kasus Covid-19 Per Minggu (20/4): Ada Penambahan 4 Kasus Positif di Kaltim, Total 63 Kasus
Guru Udin saat bersama Andi Harun-Rusmadi/ IST

Ragam

Akrab Diselingi Saling Bercanda, Guru Udin Kunjungi Andi Harun-Rusmadi

Ragam

Tunda Pilkada 2020, KPU: Opsi Paling Panjang Tunda Satu Tahun
Pelatihan dasar CPNS yang digelar di Samarinda/ IST

Ragam

Latsar CPNS Golongan II dan III Digelar di Samarinda, Tenaga Pendidikan hingga Kesehatan Ikut Dilibatkan 

Ragam

Kabar Baik!! 9 Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh di Kaltim, Salah Satunya Mr N, Pasien Mengamuk di AWS dan IA Moeis

Ragam

Pemkot Balikpapan Sulap RS Tk II Hardjanto Jadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19

Ragam

Baru Beberapa Hari Dirawat Klaster Covid-19 Sudah Dinyatakan Sembuh, Ini Penjelasan Ketua IDI Kaltim

Ragam

Lewat Kantor Pos, Pemerintah Kota Balikpapan Beri Bantuan kepada Warga yang Terdampak Covid-19