Home / Ragam

Selasa, 23 November 2021 - 16:10 WIB

Dua Pegawai KPK Disanksi Oleh Dewan Pengawas, Ada Apa?

Gedung KPK / pontas.id

Gedung KPK / pontas.id

Kaltimminutes.co  – Kepala Biro Keuangan KPK Arif Waluyo dan Plt Kepala Bagian Perbendaharaan KPK Juliharto mendapatkan sanksi dari Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK).

Sanksi itu diberikan lantaran kedua terperiksa tersebut telah melanggar etik.

Dalam keterangan Anggota Dewas sanksi yang diberikan adalah sanksi ringan berupa permintaan maaf secara tertutup.

“Menghukum para terperiksa dengan sanksi ringan berupa permintaan maaf secara tertutup,” kata Anggota Dewas KPK Albertina Ho yang juga sebagai Ketua Majelis Etik saat membacakan putusan yang disiarkan secara daring, Selasa, 23 November 2021.

Abertina menyatakan terperiksa I Arif Waluyo dan terperiksa II Juliharto terbukti bersalah melanggar kode etik dan pedoman perilaku. Mereka dianggap mengabaikan kewajiban membimbing insan KPK dalam melaksanakan tugas dan tidak menyelesaikan tugas secara akuntabel dan tuntas sebagaimana diatur dalam Pasal Pasal 8 Ayat (1) huruf g dan Pasal 7 Ayat (1) huruf e Peraturan Dewan Pengawas Nomor 02 Tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.

Adapun hal memberatkan, yaitu para terperiksa yang memegang jabatan struktural seharusnya menjadi contoh dan teladan dalam pelaksanaan kode etik dan pedoman perilaku KPK, minimal di unit atau satuan kerjanya.

Sedangkan hal meringankan, yakni para terperiksa menyadari akan kekeliruannya dan akan memperbaiki di kemudian hari dan para terperiksa belum pernah dijatuhi sanksi pelanggaran etik.

Baca Juga :  Cerita Pilu Pasien Terinfeksi Covid-19: Tidak Ingin Biarkan Anak Saya Khawatir

Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris mengungkapkan terperiksa I atas nama Arif Waluyo selaku Kepala Biro Keuangan dan terperiksa II Juliharto selaku Plt Kepala Bagian Perbendaharaan secara struktural membawahi Bendahara Pengeluaran, Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP), dan Bendahara Penerimaan.

Namun, Arif Waluyo belum memiliki program pembinaan bagi para bendahara dan Juliharto juga belum memiliki program pembinaan dan bimbingan tugas bagi para bendahara tersebut.

Haris menjelaskan pada 9 September 2020, Inspektorat KPK mengeluarkan Laporan Manajamen Semester I Tahun Anggaran 2020 yang memuat temuan terdapat selisih kas sejumlah Rp33.437.894.

“Di dalam laporan tersebut, juga memuat rekomendasi kepada manajemen KPK agar pengendalian pengelolaan UP (uang persediaan) dapat dilaksanakan dengan baik dan revolving uang persediaan tidak terhambat sehingga uang pajak dan LS (pembayaran langsung) bendahara tidak lagi digunakan sebagai uang muka/persekot dan BPP Penindakan dapat menyetorkannya tepat waktu sesuai peraturan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Haris menyatakan Aries Ricardo Sinaga pernah menyampaikan kepada Arif Waluyo untuk diganti dengan orang lain sebagai BPP Penindakan 2.

“Namun, permintaan tersebut tidak dikabulkan oleh terlapor I Arif Waluyo dengan alasan masih terdapat selisih kas yang menjadi tanggung jawab saudara Aries Ricardo Sinaga. Padahal pergantian bendahara tersebut dimungkinkan oleh peraturan yang berlaku,” ucap Haris.

Baca Juga :  [BREAKING NEWS] Update Nasional Per 1 Mei 2020 Capai 10.551 Kasus, Kaltim Hari Ini Tambah 2 Kasus, Total 136 Pasien Positif Covid-19

Ia mengatakan untuk menindaklanjuti penyelesaian atas laporan manajemen terkait hasil tinjauan Laporan Keuangan KPK Semester I TA 2020, Sekjen KPK menerbitkan surat tugas yang berlaku sejak 28 September 2020 sampai dengan 5 Oktober 2020 yang menunjuk Juliharto sebagai ketua tim atau tim task force.

Adapun tugasnya, yaitu memberikan arahan kepada para anggota untuk melaksanakan verifikasi dan rekonsiliasi pembukuan BPP Penindakan 1 dan 2 serta melapor hasil verifikasi dan rekonsiliasi kepala Kepala Biro Perencanaan Keuangan.

Surat tugas itu kemudian diperpanjang sebanyak dua kali masing-masing mulai 6 Oktober 2020 sampai dengan 30 November 2020 dan 1 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2020.

“Bahwa perpanjangan surat tugas tersebut tanpa ada laporan dari terperiksa II atas nama Juliharto selaku Ketua Tim Task Force kepada terlapor I Arif Waluyo selaku Kepala Biro Perencanaan Keuangan yang kemudian menjadi Kepala Biro Keuangan,” kata Haris.

Ia mengungkapkan berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (LHPDTT) oleh inspektorat, ditemukan selisih kas sejumlah Rp253.624.026 atau meningkat dibandingkan dengan selisih kas sejumlah Rp33.437.894 yang ditemukan dalam Laporan Manajemen Semester I Tahun Anggaran 2020.

Artikel ini telah tayang di Tempo.co dengan judul “Dewas Jatuhkan Sanksi kepada Dua Pegawai KPK”. https://nasional.tempo.co/read/1531652/dewas-jatuhkan-sanksi-kepada-dua-pegawai-kpk/full&view=ok

Share :

Berita Terkait

Ragam

Terkait Status PPKM Mikro Kaltim, Isran Noor Sebut Tengah Lakukan Evaluasi 

Ragam

Hari Pertama PPKM Darurat di Balikpapan, Ini Kata Kapolda Kaltim

Ragam

Tinjau Langsung Vaksinasi, Presiden Joko Widodo Janjikan Tambahan Dosis Vaksin untuk Kaltim

Ragam

Pimpin Upacara HUT RI, Wali Kota Andi Harun Ternyata Pernah Jadi Pasukan Paskibra

Ragam

Tunggu Hasil Perampingan Struktural OPD, Eks Gedung Golkar Samarinda Akan Beralih Fungsi

Ragam

Sowan ke Gubernur Kaltim, Wali Kota Samarinda Koordinasi Terkait Penanganan Sampah, Banjir, hingga Infrastruktur Jalan

Ragam

Transfer DBH Pusat ke Kaltim Baru 40,1 Persen, Kaltim Dihantui Defisit Anggaran 

Ragam

Paripurna Pengesahan Rancangan KUA PPAS 2022 Ditunda, Ini Alasannya