Home / Ragam

Selasa, 14 April 2020 - 18:41 WIB

Duh! Bayi 10 Bulan Jadi PDP Covid-19 di Kutim

Andi M. Ishak, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim

Andi M. Ishak, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Update kasus Covid-19 di Kaltim, per Selasa (10/4/2020) disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi M. Ishak.

Tidak ada penambahan kasus konfirmasi positif di Kaltim, pada hari ini (Selasa).

Meski begitu ada penambahan kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 7 orang di Kaltim.

“PDP ada tambahan 7 kasus, yakni 1 kasus di Samarinda, 1 kasus di Kutai Barat, 4 kasus di Balikpapan, dan 1 kasus di Kutai Timur. Tidak ada penambahan kasus positif, saat ini total 35 kasus positif di Kaltim,” kata Andi Ishak, Selasa (14/4/2020)

Dengan tambahan 7 kasus PDP, total PDP di Kaltim saat ini sebanyak, 276 kasus. Dari angka tersebut 148 telah dinyatakan negatif, 35 kasus positif, 6 sembuh, 1 meninggal dunia, dan 93 kasus masih menunggu hasil lab.

Berikut informasi tambahan 7 kasus PDP baru di Kaltim:

KUTAI BARAT
Pasien laki-laki, berusia 28 tahun.

Baca Juga :  Kasus Peredaran Sabu 1 Kg di Samarinda, 7 Pelaku Diancam 15 Tahun Penjara

Pasien merupakan pelaku perjalanan dari Kukar. Ia ditetapkan PDP oleh petugas medis di Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar.

Gejala medis: demam, batuk, sesak nafas.

SAMARINDA
Laki-laki, 61 tahun

Merupakan lelaku perjalanan dari Gowa (Klaster Ijtima Gowa). Dilaporkan PDP oleh petugas medis dari RSUD I.A. Moeis.

Gejala medis: batuk, mual, dan penyakit penyerta seperti diabetes dan jantung

BALIKPAPAN
Perempuan, 52 tahun
Pelaku perjalanan dari Jakarta, mengalami gejala medis sesak nafas, batuk, dan demam.

Laki-laki, 33 tahun
Ditetapkan PDP oleh tim medis RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan.

Laki-laki, 46 tahun
Ditetapkan PDP oleh tim medis dari RS Hardjanto, dengan gejala medis batuk, sesak nafas, dan radang paru-paru.

Laki-laki, 36 tahun
Pelaku perjalanan dari Paris, Prancis. Pasien mengalami gejala medis batuk, pilek,
dan demam.

KUTAI TIMUR
Bayi perempuan, berusia 10 bulan.

Diduga kontak erat dengan pelaku perjalanan ke Gowa, yang telah ditetapkan PDP oleh petugas medis.

Baca Juga :  Cegah Penularan Covid-19, PKK Buka Penyemprotan Eco Enzyme Seluruh Pasar Tradisional di Samarinda

Tidak ada gejala medis pada bayi ini, namun hasil rapid test menunjukan hasil positif atau reaktif terhadap Covid-19.

Diketahui, bayi PDP 10 bulan ini melakukan kontak erat dengan PDP pelaku perjalanan ke Ijtima Gowa, yang tidak lain adalah ayah dari bayi tersebut.

“Sementara sang ibu kondisinya saat ini tidak ada keluhan. Kami tetapkan sebagai ODP,” jelas Andi.

Meski tidak ada gejala medis, bayi PDP tersebut tetap dikarantina di RSUD Kudungga Sangatta. Karena masih bayi, maka pasien tersebut wajib bersama orang tuanya (ibu). Untuk itu, diberlakukan protokol ketat untuk sang ibu, dalam merawat bayi tersebut.

“Tidak mungkin bisa dipisahkan dari orang tuanya. Orang tua (ibu) harus menjaga diri, seperti menggunakan masker, harus sering cuci tangan, mengurangi sebanyak mungkin kontak erat dengan PDP,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Daftar Harga Rapid Test dari Distributor, Cek Dulu Sebelum RDT, Biar Gak Mikir Harga Kemahalan

Ragam

Jalankan Instruksi Menteri Dalam Negeri, Pemkot Samarinda Perpanjang PPKM Level IV hingga 9 Agustus 

Ragam

Kasus PDP Covid-19 di Kaltim Bertambah Tiga Orang, Kasus Positif Masih 11 Orang

Ragam

73 Santri Magetan Asal Kaltim Ditracing, 9 di Antaranya Reaktif Covid-19 Hasil Rapid Test

Ragam

Menjelang Perayaan HUT Kemerdekaan RI, Wali Kota Samarinda Pastikan Upacara Telah Dipersiapkan dengan Matang

Ragam

Dinkes Yakinkan Tak Ada Pasien Covid-19 di Balikpapan Tolak Melakukan Karantina Masa Penyembuhan

Ragam

Andi Harun Sampaikan Rasa Bangga dan Apresiasi pada Pemkot Samarinda Usai Meraih Penghargaan BKN Award

Ragam

Rizal Effendi Minta Perusahaan Gencarkan Kembali Bantuan Penanganan Covid-19